Independen, Akurat & Berimbang
Berita  

Pemadaman Berulang di Batam Centre, Warga : Evaluasi PLN

Batam, MWT — Pemadaman listrik bergilir yang berulang di kawasan Batam Centre dalam beberapa hari terakhir memicu protes warga terhadap PT PLN Batam. Warga mempertanyakan penjelasan mengenai gangguan hewan liar sebagai salah satu penyebab pemadaman dan mendesak perusahaan mengevaluasi keandalan pasokan listrik.

Salah seorang warga terdampak di Batam Centre, menilai penjelasan tersebut belum memadai untuk menjawab keresahan masyarakat. Ia meminta PLN Batam memberikan alasan teknis yang jelas atas gangguan pasokan listrik yang berulang.

“PLN betul sedikit lah kalau mau kasih alasan. Gangguan dari hewan liar? Kecuali bencana alam, baru masih bisa kita terima!” katanya.

Warga juga mempertanyakan pemeliharaan infrastruktur dan jaringan kelistrikan. Mereka menginginkan penjelasan yang transparan mengenai penyebab gangguan serta langkah konkret untuk mencegah pemadaman berulang.

Pertanggungjawaban Direksi

Kekecewaan warga turut mengarah pada kepemimpinan PLN Batam. Mereka mendesak evaluasi terhadap jajaran direksi, termasuk direktur utama, menyusul gangguan pasokan listrik yang disebut terjadi berulang di kawasan permukiman dan pusat aktivitas usaha Batam Centre.

Warga bahkan membandingkan standar pertanggungjawaban pimpinan dengan praktik yang menurutnya berlaku di negara seperti Jepang dan Korea Selatan. Ia menilai pengunduran diri pimpinan perlu dipertimbangkan apabila persoalan pasokan listrik tidak ditangani secara memadai.

“Kalau di luar negeri, pemimpinnya udah mundur! Bukan malah masih sibuk nyari pembelaan sana-sini, bikin klarifikasi, bahkan memasukkan alasan-alasan yang tidak logis,” ujarnya.

Pernyataan tersebut mencerminkan tuntutan sebagian warga agar manajemen PLN Batam bertanggung jawab atas gangguan pelayanan. Namun, bahan yang tersedia belum memuat tanggapan resmi perusahaan mengenai penyebab pemadaman, hasil evaluasi teknis, maupun langkah penanganan yang telah dilakukan.

Pelayanan Publik Terdampak

Pemadaman listrik juga disebut mengganggu aktivitas rumah tangga, usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), perkantoran, serta pelayanan publik yang bergantung pada pasokan listrik.

Warga menyoroti potensi kerugian usaha dan kerugian material akibat gangguan tersebut. Namun, belum tersedia data mengenai jumlah pelanggan terdampak, durasi setiap pemadaman, nilai kerugian, ataupun mekanisme kompensasi yang berlaku.

Masyarakat meminta PLN Batam melakukan evaluasi menyeluruh, membenahi infrastruktur yang bermasalah, dan menyampaikan informasi secara terbuka mengenai penyebab gangguan serta upaya pemulihan keandalan pasokan.(Zul)