Pontianak, MWT – Warga Jelai Hulu Ketapang Kalbar dan dua perusahaan akhirnya mencapai kesepakatan menyelesaikan masalah. Penyelesaiannya dituangkan dalam berita acara kesepakatan yang diadakan Senin (18/5/2026) di Rumah Betang Jalan Letnan Jenderal Sutoyo Pontianak, dihadiri pihak terkait. Inilah kesepakatan yang diterima awak media dan dikirimkan ke redaksi.
- PT. Falcon Agri Persada dan PT. Umekah Sari Pratama bersedia untuk merevisi area pengembangan desa dari HGU perusahaan yang sepenuhnya difasilitasi oleh Pemerintah Daerah Kab. Ketapang bersama Kepala Desa dan Perusahaan akan melakukan inventarisasi pada bulan Juni–Juli 2026 untuk selanjutnya akan diajukan ke BPN RI untuk ditindaklanjuti.
- PT. Falcon Agri Persada dan PT. Umekah Sari Pratama akan merubah pola Dana Talangan (Rp 200.000/ha/bulan) menjadi pola Sisa Hasil Kebun (SHK) sebesar 10% dari penjualan TBS (sekitar Rp 350.000 – Rp 550.000 per Ha/bulan).
- Untuk HGU plasma akan dipisahkan dari HGU inti selambat-lambatnya tahun 2027.
- Koperasi wajib melaksanakan RAT Tahun Buku 2025 selambat-lambatnya pada Juni 2026.
- Lahan TKD untuk 15 desa pada PT. Falcon Agri Persada dan PT. Umekah Sari Pratama disepakati ditempatkan di Desa Penyarang dengan ganti rugi lahan akan ditanggung oleh PT. Falcon Agri Persada dan PT. Umekah Sari Pratama sesuai dengan harga yang akan disepakati bersama, dan menunjuk Kades Penyarang dan Demong Adat Penyarang sebagai penanggung jawab pengadaan lahan dari masyarakat.
- PT. Falcon Agri Persada dan PT. Umekah Sari Pratama akan memberikan Dana Kompensasi Rp 200.000/bulan x 6 Ha x 12 bulan kepada 13 desa yang akan disalurkan melalui rekening kas desa pada bulan Juni Tahun 2026.
- Selama masa tunggu (sampai umur 48 bulan), perusahaan memberikan dana kompensasi sebesar Rp 2.000.000/desa/bulan dan penyalurannya disepakati per 6 bulan sekali.
- Setelah tanaman menghasilkan (48 bulan), perusahaan akan memberikan dana SHK sebagaimana yang diterima oleh koperasi.
- Perusahaan mengalokasikan dana sebesar Rp 20 juta/desa/tahun kepada 15 desa untuk mengakomodir proposal kegiatan dari desa di luar infrastruktur dan pemberdayaan.
- Semua dana yang dialokasikan sebagai program CSR tidak dibebankan kepada plasma.
- Perusahaan memberikan bantuan beasiswa 2 orang ke STIPER Yogyakarta yang akan dimulai Tahun 2026 dan wajib kembali bekerja di FR Group Jelai Hulu setelah lulus untuk mengabdi.
- PT. Falcon Agri Persada dan PT. Umekah Sari Pratama memberikan kesempatan kepada tenaga kerja lokal sebanyak 10 orang di PT. Falcon Agri Persada dan 10 orang di PT. Umekah Sari Pratama sebagai mandor lapangan sesuai dengan kriteria dan akan dilaksanakan seleksi pada bulan Agustus serta akan memberikan prioritas kepada masyarakat untuk menjadi karyawan di PT. Falcon Agri Persada dan PT. Umekah Sari Pratama.
- Pembukaan portal di Jelai Hulu dilaksanakan oleh para Demong Adat yang sedang berada di wilayah Jelai Hulu pada hari Selasa tanggal 19 Mei 2026 di 6 titik portal. Ritual adat besar akan dilaksanakan di Simpang Empat Desa Penyarang yang direncanakan pada tanggal 3 Juni 2026.
Peserta yang hadir dalam forum ini, Kades Biku Sarana Silun Rasius, Kades Semantun Y. Birce G. K, Kades asam Jelai Hendi, Kades Periangan Paskalis Dedi D., Kades Pangkalan Suka Nekidemus, Kades limpang Alimidin, Kades Penyarang Robertus Surya P., Kades Teluk Runjai Yohanes Sudin, Kades Riam Danau Kanan Rustam Efendi,Kades Perigi Ponsius Karmidi, Kades Deranuk M. Guntur, Kades kades Air Dua Sudarmanto, Kades Tebing Berseri Yeremias T. S, Kades Kusuma Jaya Petrus Kua, Camat Jelai Hulu Seth Ariel SH MD, Kapolsek Jelai Hulu Zainal Mutakhir, Direktur Utama First Resources Group FRKB Lion Sanjaya,Kepala Dinas Pertanian & Peternakan Kabupaten ketapang Ir. Sikat, M. Si, Ketua DAD ketapang Drs. Heronimus Tanam, ME., Kepala Dinas Koperasi & UMKM Absalon dan Bupati Ketapang Alexander Wilyo. (MR)
