Berita  

Mati Lampu di Piala AFF U-19, Siapa yang Bertanggung Jawab?

Pelatih Timnas Indonesia U-19, Nova Arianto

Jakarta, MWT – Kemenangan Timnas Indonesia U-19 atas Timor Leste dengan skor 3-0 dalam lanjutan Piala AFF U-19 2026 seharusnya menjadi sorotan utama. Namun, insiden padamnya lampu Stadion Utama Sumatera Utara saat pertandingan baru berlangsung justru memunculkan pertanyaan serius terkait kesiapan dan profesionalisme penyelenggaraan turnamen internasional tersebut.

Gangguan penerangan yang menyebabkan pertandingan sempat terhenti menjadi catatan buruk di tengah upaya Indonesia membangun reputasi sebagai tuan rumah berbagai ajang sepak bola internasional. Meski laga akhirnya dapat dilanjutkan dan tidak memengaruhi hasil akhir pertandingan, insiden tersebut memunculkan kritik terhadap pengelolaan fasilitas stadion dan sistem pendukung pertandingan.

Pelatih Timnas Indonesia U-19, Nova Arianto, secara terbuka menyebut padamnya lampu sebagai kejadian yang seharusnya tidak terjadi dalam sebuah turnamen internasional.

“Mengenai mati lampu pastinya menjadi hal yang seharusnya tidak terjadi, tetapi mungkin error-nya di mana saya kurang tahu,” ujar Nova usai pertandingan.

Pernyataan Nova menjadi sinyal bahwa persoalan ini tidak bisa dianggap sekadar gangguan teknis biasa. Dalam standar penyelenggaraan sepak bola internasional, sistem penerangan stadion merupakan elemen vital yang wajib dipastikan berfungsi optimal sebelum pertandingan dimulai.

Beruntung bagi Indonesia, insiden terjadi pada menit-menit awal pertandingan sehingga tidak mengganggu konsentrasi pemain secara signifikan. Nova menilai para pemain mampu tetap fokus setelah laga kembali dilanjutkan.

“Karena mungkin masih di menit awal, secara konsentrasi saya pikir tidak ada masalah,” katanya.

Namun persoalan yang muncul bukan sekadar dampak terhadap performa pemain. Yang menjadi perhatian adalah bagaimana gangguan tersebut bisa terjadi di stadion yang sedang digunakan untuk ajang resmi tingkat regional.

Publik kini menanti penjelasan dari pihak penyelenggara dan pengelola stadion mengenai penyebab pasti padamnya lampu. Apakah terjadi kegagalan sistem kelistrikan, gangguan jaringan, kesalahan operasional, atau lemahnya prosedur pemeriksaan sebelum pertandingan berlangsung?

Pertanyaan-pertanyaan tersebut menjadi penting karena insiden serupa berpotensi mencoreng citra Indonesia di mata federasi sepak bola Asia Tenggara maupun internasional.

Nova sendiri menegaskan bahwa kejadian itu harus menjadi bahan evaluasi serius bagi seluruh pihak yang terlibat dalam penyelenggaraan turnamen.

“Harapannya kejadian ini menjadi yang terakhir karena pastinya ke depan setiap pertandingan harus siap,” tegas pelatih berusia 46 tahun tersebut.

Di tengah sorotan terhadap insiden lampu stadion, Garuda Muda tetap berhasil mengamankan kemenangan 3-0 atas Timor Leste. Hasil itu menjaga peluang Indonesia untuk melaju ke semifinal sekaligus memberi kesempatan bagi Nova melakukan rotasi pemain.

Meski demikian, ujian sesungguhnya menanti saat Indonesia menghadapi Vietnam pada laga terakhir Grup A. Pertandingan tersebut diprediksi menjadi penentu tiket semifinal sekaligus perebutan status juara grup.

Namun sebelum fokus beralih ke duel krusial tersebut, publik masih menunggu jawaban yang lebih penting: bagaimana mungkin lampu stadion padam dalam turnamen internasional, dan siapa yang harus bertanggung jawab atas kelalaian itu? (Red)