Medan, MWT — Gubernur Sumatera Utara (Sumut) Muhammad Bobby Afif Nasution menekankan pentingnya inovasi berbasis potensi lokal, peningkatan kapasitas sumber daya manusia (SDM), dan penguatan ekonomi masyarakat dalam pengembangan Program Kampung Kreatif Sumut Berkah (KKSB) 2026. Penekanan tersebut disampaikan saat menerima pemaparan usulan program dari lima kepala daerah yang masuk nominasi di Ruang Rapat Gubernur, Lantai 10, Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro Nomor 30, Medan, Selasa (27/10/2026).
Kelima kepala daerah tersebut ialah Bupati Karo Antonius Ginting, Bupati Dairi Vickner Sinaga, Bupati Samosir Vandiko Timotius Gultom, Bupati Tapanuli Selatan Gus Irawan Pasaribu, dan Bupati Toba Effendi Sintong Panangian Napitupulu.
Bobby mengapresiasi daerah yang berhasil masuk nominasi dan berharap usulan yang dipresentasikan berpeluang memperoleh dukungan Pemerintah Provinsi Sumut untuk direalisasikan pada 2027.
“Selamat karena usulan ini berhasil masuk nominasi. Meskipun sejumlah daerah mengajukan proposal, tidak seluruhnya mendapatkan kesempatan untuk mempresentasikan usulan. Mudah-mudahan ada peluang bagi kami untuk mendukung kegiatan yang diusulkan pada tahun 2027,” ujar Bobby.
Menurut Bobby, penilaian KKSB tidak hanya berorientasi pada pembangunan infrastruktur, tetapi juga mempertimbangkan kemampuan daerah menghadirkan gagasan inovatif untuk mengatasi persoalan masyarakat dan mengoptimalkan potensi ekonomi lokal.
“Yang ingin kita lihat adalah ide dan gagasan yang ditawarkan, baik dalam menyelesaikan persoalan maupun mengembangkan potensi yang sudah ada,” jelasnya.
Bobby menjelaskan, terdapat dua aspek utama dalam penilaian program tersebut. Pertama, kemampuan daerah mengatasi persoalan krusial di desa atau kampung, termasuk masalah kesehatan, ekonomi, dan tantangan lain yang dapat ditangani melalui program peningkatan kesejahteraan serta kualitas SDM.
Kedua, bagi daerah yang tidak menghadapi persoalan krusial mendesak, penilaian diarahkan pada pengembangan potensi unggulan yang telah dimiliki agar lebih produktif dan memberikan nilai tambah bagi masyarakat.
Bobby juga mengingatkan agar pengembangan kawasan disertai strategi peningkatan kapasitas masyarakat, terutama pihak yang akan bertanggung jawab mengelola dan mengembangkan program setelah pembangunan selesai.
“Jangan sampai hanya bangunan yang berubah, sementara kemampuan sumber daya manusia yang mengelolanya tidak ikut berkembang,” tegasnya.
Lima Usulan Pengembangan Kawasan
Dalam pemaparan tersebut, Kabupaten Karo mengusulkan pengembangan Kawasan Terpadu Pasar Buah Modern dan Taman Menjuah-Juah Berastagi. Rencana pengembangan kawasan Pasar Buah Berastagi mencakup penataan sarana dan prasarana, peningkatan aksesibilitas, penguatan kapasitas SDM, perluasan akses pasar, serta peningkatan kemampuan manajerial.
Kabupaten Dairi mengajukan pengembangan Wisata Sungai Raya dengan mengoptimalkan infrastruktur dan akses yang telah tersedia. Usulan ini diarahkan untuk mendorong pertumbuhan destinasi wisata, usaha kuliner, dan berbagai kegiatan ekonomi masyarakat.
Dalam pembahasan usulan tersebut, penataan kawasan dan penetapan pihak pengelola menjadi perhatian penting. Pengembangan Wisata Sungai Raya diharapkan tidak berhenti pada pembangunan fisik, tetapi juga mampu menciptakan kegiatan ekonomi yang produktif dan berkelanjutan.
Kabupaten Tapanuli Selatan mengusulkan Program Kampung Kreatif Rianiate, yang meliputi peningkatan kualitas SDM, pembangunan infrastruktur, dan pengembangan destinasi wisata. Pembahasannya menekankan perlunya kejelasan mekanisme pelaksanaan, kelompok masyarakat yang akan diberdayakan, serta tanggung jawab pengelolaan dan pemeliharaan fasilitas setelah pembangunan selesai.
Sementara itu, Kabupaten Toba mengusulkan pengembangan Kampung Kreatif Parparean III. Kawasan tersebut dinilai memiliki peluang pengembangan melalui optimalisasi potensi sungai, destinasi wisata, dan jalur lintasan untuk menghadirkan daya tarik wisata baru sekaligus membuka peluang usaha bagi masyarakat sekitar.
Adapun Kabupaten Samosir mengusulkan pengembangan Desa Sabulan di Kecamatan Sitio-tio. Desa ini memiliki potensi di bidang budaya, legenda dan seni lokal, pariwisata, produk kerajinan, serta kelembagaan dan SDM.
Desa Sabulan berada pada ketinggian 905–1.600 meter di atas permukaan laut (mdpl), dengan luas wilayah 16,52 kilometer persegi. Lokasinya berada di lintasan jalan provinsi yang menjadi bagian dari Outer Ring Road Danau Toba.
Usulan pengembangan Desa Sabulan mencakup penataan pelabuhan, situs-situs peninggalan sejarah, dan peningkatan infrastruktur pariwisata. Pengembangan tersebut diarahkan untuk mengoptimalkan potensi unggulan desa melalui penguatan kawasan dan kapasitas masyarakat.
Berorientasi pada Manfaat Ekonomi Berkelanjutan
Secara keseluruhan, KKSB diarahkan untuk mengembangkan potensi unggulan daerah melalui kegiatan produktif, inovatif, mandiri, berbudaya, dan berkelanjutan. Program ini juga diharapkan dapat menjawab persoalan di tingkat desa serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat melalui optimalisasi potensi lokal.
Bobby berharap pengembangan yang diusulkan setiap daerah tidak hanya memperbaiki kondisi lingkungan dan kawasan, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi lokal serta peningkatan kualitas SDM secara berkelanjutan.
“Melalui program Kampung Kreatif Sumut Berkah, Pemprov Sumut mendorong pengembangan kawasan berbasis potensi lokal yang inovatif, mandiri, dan berkelanjutan, sekaligus memperkuat pemberdayaan masyarakat serta meningkatkan perekonomian daerah,” harapnya. (red)
