Batam, MWT – Kapal kargo umum MV REVALA dengan nomor IMO 1097438 dan MMSI 255916080 dilaporkan kehilangan sejumlah perangkat anti karat yang terpasang pada lambung kapal saat bersandar di Dermaga Batu Ampar Selatan, Kota Batam, Kepulauan Riau, pada 13 Juni 2026 pukul 11.30 WIB.
MV REVALA merupakan kapal berbendera Portugal (Madeira) dengan jenis General Cargo Ship atau kapal kargo umum/multipurpose yang memiliki kapasitas sekitar 5.900 DWT. Saat bersandar di dermaga tersebut, kapal tampak membawa sejumlah muatan proyek berukuran besar yang ditutup terpal dan ditempatkan di atas palka kapal, mengindikasikan aktivitas pengangkutan kargo non-kontainer atau project cargo.
Informasi yang diperoleh menyebutkan kehilangan perangkat anti karat diketahui saat kapal sedang sandar pada siang hari. Namun, manajemen kapal tidak membuat laporan kepada aparat penegak hukum (APH) terkait peristiwa tersebut.
Menurut keterangan yang diperoleh, alasan tidak dibuatnya laporan karena jadwal pelayaran kapal yang telah ditentukan sebelumnya sehingga kapal harus melanjutkan perjalanan sesuai rencana operasional yang telah ditetapkan.
Juru bicara MV REVALA menyayangkan terjadinya peristiwa tersebut di lingkungan pelabuhan yang telah dilengkapi dengan sistem manajemen dan pengamanan. Ia mengatakan perangkat anti karat yang terpasang pada bagian bawah lambung kapal diduga dicuri oleh penyelam profesional yang tidak terdeteksi oleh pihak pengamanan setempat.
“Anti karat yang terpasang di lambung kapal bagian bawah diduga dicuri oleh penyelam profesional dan tidak terdeteksi oleh sistem pengamanan yang ada,” ujar juru bicara kapal sambil menunjukkan anti karat itu. Menurutnya, anti karat ( foto diatas ) nilainya puluhan juta rupiah.
Sementara itu, informasi yang diperoleh dari pihak otoritas pelabuhan menyebutkan bahwa manajemen MV REVALA tidak pernah menyampaikan laporan resmi kepada mereka terkait dugaan kehilangan tersebut.
Perangkat yang hilang itu diduga merupakan sacrificial anode atau anoda korban, yang dalam dunia maritim Indonesia lebih dikenal sebagai anti karat kapal, zinc anode, atau anoda seng. Secara teknis, perangkat ini merupakan bagian dari sistem proteksi katodik (Cathodic Protection System) yang berfungsi melindungi lambung dan struktur baja kapal dari korosi.
Prinsip kerja anoda korban adalah membiarkan logam anoda mengalami korosi terlebih dahulu sehingga lambung kapal tetap terlindungi. Penggunaan perangkat tersebut dinilai penting untuk memperpanjang usia struktur baja kapal.
Dalam praktiknya, anoda korban umumnya terbuat dari seng (zinc anode), aluminium (aluminium anode), atau magnesium (magnesium anode), tergantung pada lingkungan operasional kapal. Untuk kapal laut, anoda seng merupakan jenis yang paling banyak digunakan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan resmi yang disampaikan manajemen MV REVALA kepada aparat penegak hukum maupun otoritas pelabuhan terkait dugaan pencurian perangkat anti karat tersebut.
