Taput, MTW – Kepala Desa Sigurung gurung Kecamatan Pahae jae Taput, Sumitro Sitompul menolak penyebutan peristiwa di depan kantornya, Sabtu lalu adalah aksi fisik berupa pengeroyokan. Demikian dikatakannya kepada sejumlah awak media, Senin (13/04/2026).
” Ada suara adu kuat antara anak dan oknum yang mengaku wartawan. Sampai – sampai terjadio dorong – dorongan. Itu saja, ” ujar Sumitro Sitompul.
Ia juga menjelaskan sama sekali tidak melibatkan diri apalagi melontarkan kata – kata tidak etis. ” Oknum itu datang ke kantor dan nyaris menabrak pakai sepeda motor. Bahkan dia mengaku tidak kenal dengan kepala desa ,” ucap Sumitro Sitompul.
Katanya, ada kabar terjadi aksi pengeroyokan yang beredar di masyarakat. Soal ini Sumitro Sitompul menolak kabar tersebut. ” Yang saya tahu adalah si oknum ini terjatuh saat dikejar anak saya, ” ujarnya.
Aparat penegak hukum di Kabupaten Tapanuli Utara dapat lebih cermat melihat persoalan, apabila masuk ke ranah hukum. Kronologis kejadian akan dijadikan bukti dan disaksikan sejumlah warga, katanya.
Kepala Inspektorat melalui inspektur pembantu (Irban 2), Jekson Sianturi melalui sambungan telepon selularnya mengatakan, pemeriksaan kepada kepala desa dan anaknya belum bisa diberitahukan hasilnya. Masih panjang lagi tahapan pemeriksaan yang akan kita lakukan, ucapnya Selasa (14/04/2026).
Polres Taput saat dikonfirmasi, melalui Humas Polres, W.Barimbing mengatakan, sampai saat itu Polres Taput belum ada menerima laporan pengaduan dari oknum wartawan.(TU1)
