Ketapang, MWT — Kepulan asap dari lahan yang terbakar di area perkebunan PT Mitra Saudara Lestari (MSL) Blok I.26 sigap ditangani. Tim Pemadam Kebakaran (Damkar) MSL bergerak cepat memadamkan titik hotspot karhutla yang membakar lahan seluas kurang lebih tiga hektare pada Jumat, kemarin.
Kesiapsiagaan tim menjadi salah satu faktor utama dalam penanganan kebakaran tersebut. Pada hari kejadian, personel Damkar MSL telah dilengkapi seluruh alat dan perlengkapan pemadaman yang disiapkan oleh manajemen PT MSL.
Setelah api berhasil dikendalikan, awak media melakukan konfirmasi kepada pihak kemitraan PT MSL di kantor besar kebun MSL. Dari hasil penjelasan yang diterima, titik hotspot karhutla di Blok I.26 telah berhasil dipadamkan dan situasi dinyatakan aman serta terkendali.
Pemadaman dilakukan menggunakan peralatan Damkar yang dimiliki PT MSL. Tim di wilayah perusahaan juga disebut terus berada dalam kondisi siaga untuk menghadapi kemungkinan munculnya kembali titik panas di kawasan perkebunan.
Pak Arai, saat ditemui awak media di ruang kerjanya di kantor besar kebun MSL, menjelaskan bahwa kesiapan personel Damkar menjadi perhatian manajemen, terutama karena kawasan tersebut tengah memasuki musim kemarau.
Menurut Arai, PT MSL juga telah menyiapkan water bombing untuk digunakan di lokasi yang ditemukan mengalami karhutla atau muncul titik hotspot. Kesiapsiagaan tersebut diterapkan khususnya di wilayah PT MSL yang berada di Kecamatan Manis Mata, Kabupaten Ketapang, Provinsi Kalimantan Barat.
Sebagai pihak kemitraan yang mendapat tugas dari manajemen PT Mitra Saudara Lestari, Arai mengimbau seluruh karyawan MSL dan masyarakat Sungai Buluh agar tidak membiarkan keberadaan titik api luput dari perhatian.
Ia meminta setiap orang yang menemukan hotspot atau indikasi karhutla segera menyampaikannya kepada manajemen MSL. Dengan laporan lebih cepat, tim Damkar dapat segera bergerak melakukan pemadaman sehingga kebakaran tidak berkembang lebih luas akibat keterlambatan informasi.
Arai menegaskan, harapan pihak yang berada di PT MSL adalah kawasan perusahaan tetap aman dan terbebas dari karhutla maupun titik-titik hotspot.
Ia juga mengingatkan bahwa kebakaran hutan dan lahan bukan hanya persoalan api. Karhutla dapat menghasilkan asap yang berpotensi berdampak terhadap kesehatan masyarakat, terutama anak-anak.
Menurut Arai, kondisi tersebut menjadi perhatian ketika aktivitas belajar-mengajar berlangsung di sekolah. Asap yang muncul akibat karhutla dinilai dapat mengganggu anak-anak saat mengikuti kegiatan pembelajaran.
Karena itu, Arai kembali meminta seluruh lapisan masyarakat, khususnya warga Sungai Buluh, tidak ragu menyampaikan informasi apabila menemukan titik hotspot atau karhutla kepada manajemen MSL.
Pihak manajemen, kata Arai, siap mengerahkan tim Damkar untuk melakukan penanganan dan pemadaman apabila kembali ditemukan karhutla di wilayah PT MSL. (Jajir)
