Taput.MWT – Wakil Bupati Tapanuli Utara, Dr. Deni Parlindungan Lumbantoruan, M.Eng., menghadiri The 5th World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026 di Jakarta, Kamis (22/10/2026). Keikutsertaan ini menjadi kesempatan bagi Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara untuk mencermati perkembangan ekonomi kreatif dan menggali peluang pengembangan potensi daerah.
WCCE 2026 mengusung tema “Inclusively Creative: Collective Continuity” dan mempertemukan pemerintah serta para pemangku kepentingan ekonomi kreatif dari berbagai negara. Forum ini menjadi ruang pertukaran gagasan mengenai pengembangan ekonomi kreatif yang inklusif dan berkelanjutan, sekaligus membuka peluang kolaborasi lintas negara.
WCCE 2026 dihadiri Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono, Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy. Rangkaian kegiatan WCCE 2026 juga diisi dengan Creativillage, yaitu pameran ekonomi kreatif yang berlangsung pada 21–25 Oktober 2026 di kawasan SCBD, Jakarta. Pameran ini menampilkan berbagai produk, karya, dan inovasi pelaku kreatif Indonesia, sekaligus membuka peluang promosi, kerja sama, dan perluasan pasar.
Wakil Bupati menyampaikan bahwa Tapanuli Utara memiliki potensi ekonomi kreatif yang besar, didukung oleh kekayaan budaya, kreativitas masyarakat, dan keunggulan sumber daya lokal. Potensi tersebut meliputi ulos dan tenun tradisional, kopi, kuliner khas, kerajinan, musik dan seni Batak, serta produk kreatif berbasis pariwisata.
Menurutnya, potensi tersebut perlu dikembangkan melalui inovasi, pemanfaatan teknologi digital, peningkatan kualitas produk dan kemasan, serta pemasaran yang lebih luas agar produk lokal semakin dikenal dan mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional. Pengembangan ekonomi kreatif diharapkan dapat membuka peluang usaha, meningkatkan nilai tambah produk lokal, serta mendorong generasi muda dan pelaku UMKM untuk terus berinovasi.(TU1)
Taput , MWT – Wakil Bupati Tapanuli Utara, Dr. Deni Parlindungan Lumbantoruan, M.Eng., menghadiri The 5th World Conference on Creative Economy (WCCE) 2026 di Jakarta, Kamis (22/10/2026). Keikutsertaan ini menjadi kesempatan bagi Pemerintah Kabupaten Tapanuli Utara untuk mencermati perkembangan ekonomi kreatif dan menggali peluang pengembangan potensi daerah.
WCCE 2026 mengusung tema “Inclusively Creative: Collective Continuity” dan mempertemukan pemerintah serta para pemangku kepentingan ekonomi kreatif dari berbagai negara. Forum ini menjadi ruang pertukaran gagasan mengenai pengembangan ekonomi kreatif yang inklusif dan berkelanjutan, sekaligus membuka peluang kolaborasi lintas negara.
WCCE 2026 dihadiri Menteri Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan, Agus Harimurti Yudhoyono, Menteri Ekonomi Kreatif Teuku Riefky Harsya, Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Bappenas Rachmat Pambudy. Rangkaian kegiatan WCCE 2026 juga diisi dengan Creativillage, yaitu pameran ekonomi kreatif yang berlangsung pada 21–25 Oktober 2026 di kawasan SCBD, Jakarta. Pameran ini menampilkan berbagai produk, karya, dan inovasi pelaku kreatif Indonesia, sekaligus membuka peluang promosi, kerja sama, dan perluasan pasar.
Wakil Bupati menyampaikan bahwa Tapanuli Utara memiliki potensi ekonomi kreatif yang besar, didukung oleh kekayaan budaya, kreativitas masyarakat, dan keunggulan sumber daya lokal. Potensi tersebut meliputi ulos dan tenun tradisional, kopi, kuliner khas, kerajinan, musik dan seni Batak, serta produk kreatif berbasis pariwisata.
Menurutnya, potensi tersebut perlu dikembangkan melalui inovasi, pemanfaatan teknologi digital, peningkatan kualitas produk dan kemasan, serta pemasaran yang lebih luas agar produk lokal semakin dikenal dan mampu bersaing di pasar nasional maupun internasional. Pengembangan ekonomi kreatif diharapkan dapat membuka peluang usaha, meningkatkan nilai tambah produk lokal, serta mendorong generasi muda dan pelaku UMKM untuk terus berinovasi.(TU1)
