Samosir, MWT — Pelantikan pengurus tidak berhenti pada pergantian struktur organisasi. Di Komplek Tugu Sinaga, Sabtu (19/9/2026), kebersamaan pomparan Toga Sinaga justru diarahkan menjadi kekuatan sosial yang ikut menopang pembangunan, kebudayaan, pariwisata, hingga kesejahteraan masyarakat Samosir.
Momentum itu hadir dalam pelantikan Pengurus Punguan Pomparan Toga Sinaga Dohot Boru (PPTSB) Cabang Samosir Periode 2026–2030. Regenerasi kepengurusan tersebut sekaligus menjadi ruang untuk memperkuat peran punguan marga agar tidak hanya menjaga ikatan kekeluargaan, tetapi juga menghadirkan kontribusi nyata bagi daerah.
Bupati Samosir Vandiko T. Gultom bersama Wakil Bupati Samosir Ariston Tua Sidauruk hadir langsung dalam agenda tersebut. Sejumlah tokoh dan pejabat turut hadir, di antaranya Anggota DPR RI Lamhot Sinaga, Ketua Umum PPTSB Edison Sinaga, Wakil Ketua Umum PPTSB Sairon Sinaga, Kapolres Samosir Rina SN Tarigan, Kajari Samosir Akwan Annas, pimpinan OPD Kabupaten Samosir serta pomparan PPTSB.
Untuk periode 2026–2030, Pahala Sinaga dipercaya memimpin PPTSB Cabang Samosir I. Sudiman Sinaga menjadi Ketua PPTSB Cabang Samosir II, sementara Gorman Sinaga dipercaya sebagai Ketua PPTSB Cabang Samosir III.
Bupati Vandiko menyampaikan selamat kepada seluruh pengurus yang baru dilantik. Ia sekaligus memberikan apresiasi kepada kepengurusan sebelumnya yang selama ini telah membangun partisipasi dan sinergi bersama Pemerintah Kabupaten Samosir.
“Selamat dan sukses atas pelantikan pengurus PPTSB Cabang Samosir. Terima kasih atas partisipasi kepengurusan yang lama dan sinergi selama ini kepada Pemerintah Kabupaten Samosir,” ujar Vandiko.
Menurut Vandiko, punguan marga memiliki peran strategis dalam memelihara kebersamaan sekaligus menjadi ruang untuk mendorong kontribusi yang lebih konkret bagi masyarakat dan pembangunan daerah.
Pemkab Samosir, kata dia, membuka ruang kolaborasi dengan PPTSB. Dukungan terhadap program kepengurusan baru juga akan diberikan, termasuk pendampingan dalam penyusunan program sehingga manfaatnya dapat menjangkau masyarakat secara lebih luas.
Vandiko bahkan mengajak kader-kader marga Sinaga yang bekerja di lingkungan Pemerintah Kabupaten Samosir untuk mengambil bagian dalam kepengurusan punguan.
“Seluruh birokrat di Samosir harus aktif di punguan marga. Karena apa yang diterima dan rezeki yang diterima merupakan doa-doa dari seluruh orang tua, termasuk punguan marga,” kata Vandiko.
Pesan tersebut menempatkan keberhasilan pribadi tidak semata sebagai capaian individual. Ada penghormatan terhadap orang tua dan leluhur, sekaligus tanggung jawab untuk mengembalikan manfaat kepada keluarga, punguan dan masyarakat.
Wakil Bupati Samosir Ariston Tua Sidauruk juga menyoroti antusiasme pomparan Toga Sinaga yang memenuhi kegiatan pelantikan. Baginya, kehadiran tersebut menunjukkan kuatnya persatuan dan kesatuan dalam tubuh PPTSB.
“Semoga kebersamaan ini terus menjadi semangat untuk membangun generasi dan pembangunan Samosir,” ungkap Ariston.
Kekuatan Pariwisata
Rangkaian pelantikan kemudian bersinggungan dengan agenda pengembangan budaya dan pariwisata Samosir. Salah satu kegiatan yang digelar ialah Sosialisasi Promosi Event Berbasis Budaya Daerah untuk Menjadikan Kearifan Lokal sebagai Magnet Wisata Global yang dilaksanakan Deputi Bidang Pengembangan Penyelenggara Kegiatan (Events), Kementerian Pariwisata RI.
Meily Magdalena Nababan dari Kementerian Pariwisata RI menyebut Samosir memiliki dua modal penting dalam pengembangan pariwisata, yakni kekayaan budaya dan keindahan alam.
Menurut Meily, pembangunan sektor pariwisata tidak cukup hanya mengandalkan destinasi. Kearifan lokal dan budaya masyarakat juga perlu dikemas sebagai kekuatan yang mampu menarik wisatawan.
“Perkembangan pariwisata harus memberi dampak nyata kepada masyarakat,” ungkap Meily.
Karena itu, kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat dinilai menjadi unsur penting dalam membangun pariwisata berkualitas, dengan budaya lokal tetap menjadi bagian utama dari daya tarik Samosir.
Pelantikan Diikuti Layanan
Pesan mengenai kebersamaan juga diterjemahkan melalui kegiatan yang bersentuhan langsung dengan kebutuhan warga. Pemerintah Kabupaten Samosir memberikan dukungan berupa pemeriksaan kesehatan gratis dan pasar murah.
Pasar murah tersebut menyediakan 3,6 ton beras SPHP serta 3 ton minyak goreng. Layanan itu menjadi bagian dari dukungan pemerintah untuk memastikan kegiatan organisasi juga menghadirkan manfaat yang dapat dirasakan langsung masyarakat.
Ketua Umum PPTSB Edison Sinaga mengapresiasi perhatian dan dukungan yang diberikan Bupati serta Wakil Bupati Samosir kepada PPTSB.
Edison berharap PPTSB berkembang melampaui fungsi sebagai wadah mempererat hubungan kekeluargaan. Organisasi tersebut diharapkan mampu ikut meningkatkan taraf hidup masyarakat sekaligus berkontribusi menggerakkan perekonomian.
Sejumlah program PPTSB, termasuk pelatihan pembibitan, disebut mulai menunjukkan hasil. Program tersebut diharapkan dapat terus dikembangkan agar manfaatnya semakin dirasakan anggota maupun masyarakat.
Kepedulian sosial juga datang dari Anggota DPR RI Lamhot Sinaga. Sebanyak 442 siswa berprestasi memperoleh bantuan beasiswa dengan total nilai Rp180,8 juta.
Lamhot mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk perhatian kepada generasi muda. Ia berharap para penerima kelak menjadi generasi penerus yang mampu memberi kontribusi bagi keluarga, masyarakat dan bangsa.
Selain beasiswa, sebanyak 1.500 paket sembako juga disalurkan kepada masyarakat. Paket tersebut berisi beras, minyak goreng dan gula.
“Semua karena sukacita atas berkat Tuhan dan balasan dari kebaikan dan dukungan masyarakat kepada kami. Ke depannya kami tetap siap untuk melayani masyarakat. Doakan kami untuk dapat berbuat lebih baik,” kata Lamhot.
Bantuan tersebut diharapkan dapat berlanjut pada masa mendatang sebagai bentuk kepedulian sekaligus pemacu semangat bagi generasi muda untuk mempertahankan dan meningkatkan prestasi.
Kapolres Samosir Rina SN Tarigan turut menyatakan dukungannya terhadap seluruh rangkaian kegiatan PPTSB.
“Kami mendukung pelaksanaan acara dan kami mengapresiasi seluruh pomparan Toga Sinaga,” kata Rina.
Pada akhirnya, pelantikan Pengurus PPTSB Cabang Samosir Periode 2026–2030 membawa pesan yang lebih luas daripada sekadar pergantian kepengurusan. Persatuan, pelestarian budaya, kepedulian sosial dan tanggung jawab untuk berkontribusi bagi daerah menjadi bagian yang mengemuka dalam rangkaian kegiatan tersebut.
Pemerintah Kabupaten Samosir memandang kekuatan punguan dan organisasi masyarakat sebagai modal sosial yang perlu terus dirawat. Dengan kebersamaan tersebut, punguan diharapkan dapat turut memperkuat kehidupan sosial sekaligus mendukung pembangunan Samosir menuju daerah yang maju dan sejahtera. (S1)
