Ketapang, MWT — Kondisi jalan poros provinsi di wilayah Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, kembali dikeluhkan warga. Ruas jalan yang menjadi penghubung utama antar kecamatan itu dilaporkan mengalami kerusakan parah, menyerupai kubangan lumpur dan menyulitkan aktivitas masyarakat.
Jalan tersebut berada di wilayah Desa Mehawa, Kecamatan Tumbang Titi, yang berbatasan dengan Kecamatan Jelai Hulu. Ruas ini merupakan akses vital yang menghubungkan sejumlah kecamatan, di antaranya Manis Mata, Marau, Air Upas, serta kawasan yang dikenal sebagai Davil 4 dan Davil 5.
Warga menyebutkan, jalan tersebut merupakan satu-satunya akses darat yang dapat digunakan untuk mobilitas sehari-hari. Kondisi yang rusak membuat perjalanan menjadi terhambat, bahkan tidak jarang warga harus menunda aktivitas karena sulitnya melintasi jalur tersebut.
“Ini satu-satunya jalan yang bisa kami gunakan. Tidak ada alternatif lain. Tapi kondisinya sangat memprihatinkan,” ujar seorang warga yang enggan disebutkan namanya.
Selain digunakan masyarakat, jalan poros provinsi itu juga dimanfaatkan oleh sejumlah perusahaan perkebunan kelapa sawit untuk aktivitas angkutan, seperti distribusi pupuk, cangkang, hingga hasil produksi minyak sawit. Tingginya intensitas kendaraan berat diduga turut mempercepat kerusakan jalan.
Warga berharap pemerintah, baik di tingkat kabupaten maupun provinsi Kalimantan Barat, serta perwakilan rakyat dari daerah pemilihan setempat, segera mengambil langkah konkret untuk memperbaiki kondisi jalan tersebut.
Mereka menilai, sebagai urat nadi perekonomian dan mobilitas masyarakat di wilayah hulu Ketapang, perbaikan infrastruktur jalan menjadi kebutuhan mendesak yang tidak bisa lagi ditunda. (Jajir)
