Pembangunan daerah yang berpihak kepada masyarakat tidak selalu harus ditandai dengan berdirinya gedung megah atau hadirnya proyek infrastruktur berskala besar. Lebih dari itu, pembangunan memiliki makna ketika keluarga dapat menempati rumah yang layak, memperoleh kehidupan yang lebih aman, serta memiliki kesempatan untuk meningkatkan kesejahteraan melalui kegiatan ekonomi produktif.
Dua aspek tersebut, yakni pemenuhan kebutuhan hunian dan penguatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), merupakan bagian penting dalam membangun kesejahteraan masyarakat. Di Kabupaten Deli Serdang, perhatian terhadap rehabilitasi rumah tidak layak huni atau program bedah rumah menjadi salah satu bentuk intervensi pembangunan yang menyentuh kebutuhan dasar warga.
Rumah bukan sekadar bangunan fisik yang terdiri atas dinding, lantai, dan atap. Di dalamnya terdapat kehidupan keluarga, tempat anak-anak tumbuh, serta ruang bagi setiap anggota keluarga untuk menjalani aktivitas dengan rasa aman dan nyaman.
Karena itu, upaya membantu masyarakat memperoleh hunian yang lebih layak memiliki arti penting dalam meningkatkan kualitas kehidupan. Pembangunan yang berorientasi pada kebutuhan dasar semacam ini patut ditempatkan sebagai bagian dari agenda kesejahteraan, bukan semata-mata pencapaian fisik pemerintah daerah.
Namun, pemenuhan kebutuhan hunian perlu berjalan beriringan dengan upaya memperkuat kemampuan ekonomi keluarga. Sebab, kesejahteraan masyarakat tidak hanya ditentukan oleh tempat tinggal yang layak, tetapi juga oleh tersedianya kesempatan memperoleh penghasilan, mengembangkan usaha, dan membangun kemandirian ekonomi.
Pandangan tersebut disampaikan Dedi Sofyan, Founder Pasar Kamu sekaligus konsultan UMKM, dalam wawancara dengan Jenda Bangun dari Media Warta Tipikor. Ia berharap kepemimpinan Bupati Deli Serdang Asri Ludin Tambunan terus menghadirkan kebijakan yang memberi ruang lebih luas bagi pertumbuhan pelaku usaha, khususnya sektor kuliner dan UMKM.
Menurut Dedi, dukungan pemerintah terhadap pelaku usaha tidak cukup berhenti pada pendidikan, pelatihan, dan fasilitasi. Kemudahan memperoleh akses permodalan juga perlu menjadi perhatian agar pelaku UMKM memiliki kemampuan untuk memulai, mempertahankan, sekaligus mengembangkan usahanya.
Di tengah dinamika ekonomi yang terus berubah, pelaku usaha membutuhkan pendampingan yang berkelanjutan. Mereka tidak hanya memerlukan pengetahuan untuk menjalankan usaha, tetapi juga akses pasar, jaringan pemasaran, penguatan kapasitas, dan dukungan pembiayaan yang sesuai dengan kebutuhan.
Dedi berharap Pemerintah Kabupaten Deli Serdang dapat merumuskan kebijakan pemberdayaan UMKM yang memiliki kekhasan, tepat guna, serta berangkat dari persoalan nyata yang dihadapi masyarakat. Dengan demikian, potensi ekonomi lokal tidak hanya menjadi identitas daerah, tetapi juga mampu membuka sumber penghidupan bagi keluarga dan lingkungan sekitarnya.
Inspirasi Ekonomi Berbasis Komunitas
Harapan mengenai penguatan UMKM tersebut memiliki relevansi dengan potensi ekonomi kreatif dan pariwisata berbasis masyarakat yang dimiliki Deli Serdang. Salah satu contoh yang dikenal adalah Pasar Kamu atau Pekan Sarapan Karya Anak Muda di Desa Denai Lama, Kecamatan Pantai Labu.
Pasar Kamu berangkat dari gagasan menghidupkan kembali kekayaan kuliner tradisional dan budaya lokal melalui kegiatan pasar sarapan setiap Minggu pagi. Inisiatif yang mulai berjalan pada 9 Agustus 2020 itu digagas oleh kelompok Kawan Lama Area bersama sejumlah rekannya, dengan Dedi Sofyan disebut sebagai salah satu penggeraknya.
Dalam perkembangannya, kegiatan tersebut menghadirkan ruang bagi masyarakat untuk terlibat dalam aktivitas ekonomi yang memadukan kuliner tradisional, budaya, dan pengalaman wisata berbasis komunitas.
Konsep yang ditawarkan tidak sekadar mempertemukan penjual dan pembeli. Pengunjung juga diperkenalkan dengan makanan tradisional, suasana budaya lokal, serta berbagai unsur kearifan masyarakat yang menjadi bagian dari identitas kawasan.
Salah satu ciri khas Pasar Kamu adalah penggunaan tempu, yakni kepingan tempurung kelapa yang diukir dan digunakan sebagai alat transaksi. Unsur tradisi tersebut memperlihatkan bagaimana kekayaan budaya dapat dikembangkan menjadi identitas kegiatan ekonomi sekaligus daya tarik wisata.
Lebih jauh, Pasar Kamu memperlihatkan pentingnya keterlibatan masyarakat dalam membangun kegiatan ekonomi lokal. Warga dan generasi muda memperoleh ruang untuk berpartisipasi, mengembangkan kreativitas, serta memperkenalkan potensi daerah melalui produk dan tradisi yang dimiliki.
Pengalaman tersebut memberikan gambaran bahwa pengembangan ekonomi berbasis komunitas membutuhkan lebih dari sekadar gagasan kreatif. Partisipasi warga, pengelolaan yang konsisten, identitas lokal, dan kolaborasi berbagai pihak menjadi unsur penting dalam menjaga keberlanjutan sebuah inisiatif.
Dengan demikian, potensi kuliner tradisional dan budaya lokal dapat dikembangkan bukan hanya sebagai daya tarik wisata, melainkan juga sebagai peluang ekonomi yang memberikan manfaat kepada masyarakat.
Menuju Kolaborasi Pembangunan
Bagi Kabupaten Deli Serdang, penguatan UMKM dan ekonomi berbasis komunitas dapat menjadi bagian strategis dalam memperluas manfaat pembangunan. Pemerintah daerah memiliki ruang untuk memperkuat ekosistem usaha melalui pendampingan, peningkatan kapasitas, promosi digital, perluasan akses pasar, kemudahan perizinan, serta fasilitasi pembiayaan yang sesuai dengan karakteristik pelaku usaha.
Namun, kebijakan tersebut perlu dirancang secara terukur dan berkelanjutan. Keberhasilan pemberdayaan tidak cukup dilihat dari jumlah pelatihan atau program yang dilaksanakan, tetapi juga perlu dinilai melalui perkembangan usaha, peningkatan akses pasar, keberlangsungan kegiatan ekonomi, dan manfaat yang benar-benar diterima masyarakat.
Di sisi lain, pelaku UMKM perlu memperoleh ruang untuk menyampaikan kendala yang mereka hadapi. Dengan mendengarkan kebutuhan langsung dari masyarakat, pemerintah dapat merumuskan kebijakan yang lebih tepat sasaran dan tidak semata-mata berangkat dari asumsi perencanaan.
Kolaborasi juga perlu diperluas dengan melibatkan komunitas, pendamping usaha, akademisi, dunia pendidikan, serta sektor swasta. Potensi lokal yang selama ini tumbuh melalui inisiatif masyarakat dapat menjadi modal penting untuk memperkuat perekonomian daerah apabila memperoleh dukungan dan pembinaan yang tepat.
Pada akhirnya, keberhasilan pembangunan tidak semata-mata diukur dari banyaknya program yang diluncurkan atau besarnya anggaran yang dialokasikan. Ukuran yang lebih mendasar adalah sejauh mana kebijakan tersebut memperbaiki kualitas hidup warga, membuka kesempatan usaha, memperkuat ekonomi keluarga, dan mendorong kemandirian masyarakat.
Hunian yang layak menjadi salah satu fondasi kehidupan keluarga yang bermartabat. Sementara UMKM yang kuat membuka peluang bagi masyarakat untuk meningkatkan pendapatan dan membangun masa depan ekonomi yang lebih mandiri.
Keduanya merupakan bagian dari tujuan pembangunan yang saling melengkapi. Pemerintah menghadirkan kebijakan dan fasilitasi, pelaku usaha mengembangkan potensi, sedangkan masyarakat menjadi subjek sekaligus bagian aktif dari proses pembangunan.
Harapan terhadap kepemimpinan Bupati Asri Ludin Tambunan pun tidak hanya terletak pada kebijakan yang manfaatnya dirasakan hari ini, tetapi juga pada kemampuan membangun fondasi kesejahteraan yang berkelanjutan.
Sebab, Deli Serdang yang bertumbuh bukan hanya daerah yang berkembang secara fisik, melainkan daerah yang masyarakatnya memiliki rumah lebih layak, kesempatan ekonomi lebih terbuka, dan kemampuan untuk tumbuh bersama. (*)
