Independen, Akurat & Berimbang
Berita  

Kebijakan Bupati Deli Serdang Dinantikan, Membangun Bersama

Dr. Nenni Triana Sinaga, S.S., M. Pd.

Pembangunan daerah tidak cukup hanya bertumpu pada program dan kebijakan pemerintah. Keberhasilannya juga membutuhkan komunikasi yang terbuka, partisipasi masyarakat, serta konsistensi dalam menghadirkan manfaat nyata bagi kehidupan warga.

Di Kabupaten Deli Serdang, perhatian terhadap pembangunan diwujudkan melalui sejumlah kebijakan yang menyentuh berbagai aspek kehidupan masyarakat.

Komitmen Bupati Deli Serdang Asri Ludin Tambunan bersama Wakil Bupati Lom Lom Suwondo tersebut antara lain diarahkan pada penguatan sektor pendidikan, peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM), serta pemerataan kesempatan memperoleh layanan pendidikan.

Dalam sektor pendidikan, sejumlah kebijakan telah diperkenalkan. Di antaranya pemberian tambahan penghasilan sebesar Rp500.000 per bulan kepada 2.717 guru dan tenaga kependidikan berstatus Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu, pembentukan Kelompok Kerja (Pokja) Budaya Sekolah Aman dan Nyaman (BSAN), serta Program Pemula: Pendidikan Murah dan Berkualitas.

Pemerintah daerah juga menghadirkan beasiswa bagi 7.000 pelajar melalui Program KEJAR, bantuan perlengkapan sekolah, serta pemberian insentif bagi guru mengaji dan guru Sekolah Minggu.

Perhatian terhadap mutu pendidikan turut diarahkan melalui peningkatan kualitas dan revitalisasi sarana pendidikan, Program Sekolah ASRI, penataan tata kelola dan disiplin guru, serta penataan dan penggabungan sekolah (regrouping).

Bahkan, pemerintah daerah telah merencanakan perluasan beasiswa dan pembangunan 217 ruang kelas baru pada 2027. Penguatan pendidikan inklusif dan perhatian terhadap anak berkebutuhan khusus juga menjadi bagian dari arah pembangunan pendidikan tersebut.

Rangkaian kebijakan ini memperlihatkan bahwa pembangunan pendidikan bukan semata-mata berbicara tentang ruang kelas, kurikulum, dan proses belajar-mengajar. Lebih dari itu, pendidikan membutuhkan ekosistem yang saling menopang, mulai dari kesejahteraan guru, kemampuan masyarakat mengakses pendidikan, keamanan dan kenyamanan peserta didik, hingga pemerataan fasilitas serta peningkatan kualitas pembelajaran.

Namun, kebijakan yang baik membutuhkan implementasi yang konsisten. Pemerataan kualitas tenaga pendidik, peningkatan kompetensi guru, komunikasi publik yang efektif, dan kemampuan generasi muda menghadapi persaingan global tetap menjadi pekerjaan penting yang harus diperhatikan.

Lantas, bagaimana berbagai kebijakan tersebut seharusnya dibaca dari perspektif akademis? Sejauh mana arah kebijakan Pemerintah Kabupaten Deli Serdang dapat memberikan dampak terhadap peningkatan kualitas SDM dan membangun kepercayaan masyarakat?

Untuk mendalami berbagai persoalan tersebut, Jenda Bangun dari Media Warta Tipikor mewawancarai Dosen Tetap Universitas HKBP Nommensen Medan, Dr. Nenni Triana Sinaga, S.S., M.Pd. Ia menyampaikan pandangan sekaligus sejumlah rekomendasi konstruktif mengenai penguatan pendidikan, komunikasi kebijakan, dan peningkatan daya saing generasi muda Deli Serdang. Berikut petikan wawancaranya.

JB: Bagaimana Ibu melihat kebijakan Bupati Deli Serdang dalam meningkatkan kualitas sumber daya manusia melalui sektor pendidikan? Apa yang perlu diperkuat agar pendidikan tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademis, tetapi juga membentuk karakter, keterampilan, dan daya saing generasi muda?

Nenni Triana Sinaga: Menilik perjalanan kepemimpinan Bupati Deli Serdang selama 1,8 tahun ini, sudah terlihat adanya sejumlah kebijakan di bidang pendidikan yang mengarah pada perkembangan positif, terutama melalui berbagai upaya perbaikan infrastruktur sekolah.

Namun, dalam meningkatkan kualitas SDM, pemerintah daerah masih perlu terus berbenah, khususnya dalam meningkatkan kualitas dan pemerataan guru di kecamatan-kecamatan pinggiran kota.

Kecakapan guru merupakan kunci utama dalam menciptakan generasi unggul Deli Serdang. Oleh karena itu, Bupati perlu terus memberikan perhatian kepada para guru, baik dalam peningkatan kompetensi pedagogik maupun kesejahteraan mereka.

Selanjutnya, untuk menciptakan generasi unggul, Bupati melalui Dinas Pendidikan perlu menekankan kepada setiap satuan pendidikan bahwa kepala sekolah dan guru harus menjadi teladan atau role model bagi peserta didik dalam bertingkah laku.

Guru juga perlu terus berinovasi dalam mengembangkan model pembelajaran yang dekat dengan latar belakang kehidupan siswa di daerah masing-masing.

Tujuannya agar peserta didik lebih mudah memahami materi pembelajaran melalui praktik yang bersinggungan langsung dengan tradisi dan budaya mereka. Dengan demikian, siswa akan lebih terampil dan aktif dalam proses belajar.

Pada akhirnya, tradisi dan budaya lokal tidak hanya menjadi bagian dari identitas masyarakat, tetapi juga dapat dikembangkan sebagai kebanggaan daerah yang layak diperkenalkan kepada masyarakat di wilayah lain.

JB: Menurut pandangan Ibu, seberapa penting kemampuan pemerintah daerah menyampaikan kebijakan dengan bahasa yang sederhana, jelas, dan mudah dipahami masyarakat? Bagaimana komunikasi publik yang baik dapat membangun kepercayaan, meningkatkan partisipasi masyarakat, serta membantu keberhasilan program pembangunan Bupati Deli Serdang?

Nenni Triana Sinaga: Hal tersebut sangat penting dan menjadi salah satu kunci utama keberhasilan pelaksanaan kebijakan. Kebijakan yang baik harus dapat disampaikan dengan bahasa sederhana dan mudah dipahami seluruh lapisan masyarakat.

Pemerintah daerah perlu merancang model komunikasi dan informasi yang dekat dengan karakteristik masyarakat Deli Serdang. Bila perlu, penyampaian informasi dapat diramu dengan pendekatan berbasis etnik yang ada di Deli Serdang sehingga masyarakat pedesaan maupun orang tua yang sudah lanjut usia dapat memahami informasi tersebut.

Penyampaian informasi yang kurang baik dapat berdampak serius, bahkan berpotensi menimbulkan kesalahpahaman hingga penolakan terhadap suatu kebijakan.

Sebaliknya, keterbukaan pemerintah dalam menyampaikan informasi akan membantu masyarakat memahami berbagai program dan kebijakan yang sedang dilaksanakan.

Masyarakat juga dapat menilai konsistensi antara informasi yang disampaikan dengan implementasi di lapangan. Dari sinilah kepercayaan masyarakat terhadap kinerja pemerintah dapat tumbuh.

Di samping itu, pemerintah daerah perlu memastikan setiap kebijakan tepat sasaran sehingga manfaatnya benar-benar dapat dirasakan masyarakat. Ketika masyarakat merasakan manfaat tersebut, mereka akan lebih mudah terlibat dan mendukung pelaksanaan pembangunan.

Dengan demikian, kebijakan-kebijakan Bupati Deli Serdang akan terus dinantikan masyarakat sebagai bagian dari upaya bersama membangun Deli Serdang.

JB: Di tengah perkembangan globalisasi dan teknologi, kemampuan berbahasa, khususnya bahasa Inggris, menjadi salah satu modal penting bagi generasi muda. Menurut Ibu, bagaimana Pemkab Deli Serdang dapat mendorong peningkatan kompetensi bahasa asing di lingkungan pendidikan agar anak-anak daerah memiliki kesempatan lebih luas dalam dunia kerja, pendidikan tinggi, dan kewirausahaan?

Nenni Triana Sinaga: Hal ini sangat menarik karena sejalan dengan latar belakang saya sebagai salah satu dosen Pendidikan Bahasa Inggris di Universitas HKBP Nommensen Medan.

Bahasa Inggris merupakan jendela dunia dan salah satu bahasa komunikasi internasional. Saat ini, pemerintah pusat telah menetapkan pembelajaran bahasa Inggris sebagai salah satu mata pelajaran wajib mulai dari jenjang sekolah dasar. Bupati Deli Serdang melalui Dinas Pendidikan perlu memastikan pelaksanaannya berjalan dengan baik, terutama di sekolah-sekolah pinggiran kota.

Pembiasaan berbahasa Inggris dapat dimulai dari lingkungan guru sehingga mereka menjadi contoh bagi peserta didik. Guru bahasa Inggris dapat mempelopori program English Day, misalnya satu hari dalam seminggu.

Ini merupakan langkah sederhana yang dapat menjadi bagian dari komitmen pemerintah daerah dalam memotivasi guru dan peserta didik untuk meningkatkan kemampuan berbahasa Inggris.

Jika kita melihat sekolah-sekolah swasta nasional plus atau internasional, sebagian di antaranya telah menerapkan lingkungan pembelajaran dengan penggunaan bahasa Inggris secara intensif. Bahkan, peserta didik dibiasakan menggunakan bahasa Inggris dalam aktivitas keseharian di lingkungan sekolah.

Hal tersebut menunjukkan bahwa penguasaan bahasa Inggris membutuhkan pembiasaan dan komitmen yang berkelanjutan. Kemampuan berbahasa Inggris tidak dapat diperoleh secara instan.

Bahasa Inggris tidak jauh berbeda dengan ketika kita mempelajari bahasa ibu atau bahasa Indonesia. Bahasa tersebut harus menjadi bagian dari keseharian sehingga kemampuan berbahasa dapat tumbuh dan berkembang bersama peserta didik.

Apabila pembiasaan tersebut dapat berjalan dengan baik, Deli Serdang akan memiliki peluang lebih besar melahirkan generasi unggul yang mampu bersaing di tingkat internasional, memperoleh akses lapangan pekerjaan yang lebih luas, serta mengembangkan usaha hingga menjangkau pasar internasional.

—————————

Pandangan akademis Dr. Nenni Triana Sinaga memberikan penekanan bahwa pembangunan pendidikan membutuhkan kesinambungan antara kebijakan pemerintah, profesionalisme tenaga pendidik, karakter budaya lokal, dan keterlibatan masyarakat.

Dengan komunikasi yang terbuka, pelaksanaan program yang tepat sasaran, serta evaluasi yang berkelanjutan, kebijakan pemerintah daerah diharapkan tidak berhenti sebagai agenda pembangunan, melainkan menjadi gerakan bersama untuk menghadirkan Deli Serdang yang lebih maju dan berkualitas.(*)