Samosir, MWT — Ancaman kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di kawasan Danau Toba mendorong penguatan pertahanan dari tingkat desa. Pemerintah Kabupaten Samosir bersama PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) membentuk Masyarakat Peduli Api (MPA) di lima desa sekaligus memperkuat kapasitas warga menghadapi potensi kebakaran.
MPA dibentuk di Desa Turpuk Limbong, Siparmahan dan Dolok Raja, Kecamatan Harian. Dua desa lainnya ialah Aek Sipitudai dan Siboro di Kecamatan Sianjur Mula Mula.
Penguatan tersebut berlangsung melalui Sosialisasi dan Pelatihan Pemadaman Karhutla di Aula Kantor Bupati Samosir pada 22-23 September 2026. Dalam rangkaian kegiatan itu, PT Inalum menyerahkan peralatan pemadaman untuk mendukung kesiapsiagaan anggota MPA di lima desa.
Kepala Departemen Keberlangsungan Lingkungan PT Inalum Arfan I. Harahap menyerahkan bantuan tersebut kepada Wakil Bupati Samosir Ariston Tua Sidauruk. Paket bantuan mencakup lima unit APAR, lima unit gepyok, lima pasang sepatu boot dan lima unit garpu untuk masing-masing desa, ditambah 75 set pakaian standar pemadam serta sejumlah peralatan lainnya.
Wakil Bupati Samosir Ariston Tua Sidauruk menyambut dukungan Inalum tersebut. Ia menilai pencegahan Karhutla tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah, tetapi membutuhkan kesadaran dan keterlibatan masyarakat di wilayah rawan.
Menurut Ariston, keberadaan MPA diharapkan menjadi lapisan awal dalam mengantisipasi sekaligus menangani kebakaran sebelum meluas. “Karhutla membutuhkan kesadaran masyarakat. Melalui Masyarakat Peduli Api, kita berharap kebakaran hutan dan lahan dapat dicegah sejak dini,” ujarnya.
Ariston juga mengingatkan pentingnya menjaga hutan dan lingkungan karena Samosir merupakan bagian dari kawasan Danau Toba. Kawasan tersebut memiliki nilai ekologis, ekonomi dan pariwisata.
Ia meminta camat serta pemerintah desa yang berhadapan langsung dengan masyarakat memperkuat komunikasi dan koordinasi. Menurutnya, pengalaman menghadapi kondisi sebelumnya perlu menjadi bahan evaluasi, terutama menjelang musim kemarau.
“Menjelang musim kemarau, berbagai pengalaman yang sudah terjadi perlu kita evaluasi sebagai bahan untuk melakukan langkah-langkah ke depan. Dengan adanya sosialisasi dan penguatan kapasitas ini, kita berharap Karhutla dapat dicegah seminimal mungkin,” katanya.
Kepala BPBD Kabupaten Samosir Sarimpol Simanihuruk turut mengapresiasi langkah Inalum yang menginisiasi dan mendukung pembentukan MPA sekaligus pelaksanaan sosialisasi Karhutla.
Sarimpol menyebut pembentukan kelompok tersebut sebagai langkah nyata memperkuat kesiapsiagaan masyarakat. Namun, ia berharap program tidak berhenti pada pembentukan organisasi.
“Kami berharap jangan hanya pembentukan, tetapi pemberdayaan yang berkelanjutan dengan pemberian insentif agar masyarakat merasa bertanggung jawab untuk membantu,” ujar Sarimpol.
Ia menegaskan bahwa penanganan Karhutla membutuhkan kerja bersama antara pemerintah, aparat keamanan, masyarakat dan pihak swasta. Keterlibatan berbagai unsur dinilai diperlukan agar pencegahan dan penanganan dapat dilakukan secara terpadu.
Dari pihak Inalum, Arfan I. Harahap menempatkan perlindungan kawasan Danau Toba sebagai salah satu alasan pentingnya pelibatan masyarakat. Menurutnya, kawasan yang berstatus warisan dunia itu memiliki potensi besar sehingga keberlangsungannya perlu dijaga dari berbagai ancaman kerusakan, termasuk Karhutla.
Arfan mengatakan dampak Karhutla tidak berhenti pada kerusakan lingkungan. Kebakaran juga berpotensi mengganggu aktivitas ekonomi masyarakat dan sektor pariwisata sehingga pencegahan harus dimulai sedini mungkin dengan melibatkan warga.
“MPA memiliki peran aktif mulai dari pencegahan hingga pemadaman awal. Kami menginisiasi keterlibatan masyarakat melalui pembentukan MPA dengan memberikan bantuan dan pelatihan. Bantuan ini menjadi semangat bersama untuk menjaga kelestarian Danau Toba bagi generasi mendatang,” ungkap Arfan.
Materi dalam kegiatan tersebut disampaikan sejumlah pihak, yakni UPT KPH XIII Dolok Sanggul Janly F. Bancin, Kada Ops Manggala Agni Sumatera II Maralo Tambunan, perwakilan Divisi Jasa ASA WS Toba Asahan Gede Santika, Wakapolres Samosir Manumpak Hatorangan Sitorus, Pabung Samosir T. Siringo-ringo, BPBD Kabupaten Samosir serta Satpol PP Damkar Kabupaten Samosir.
Wakapolres Samosir Manumpak Hatorangan Sitorus mengingatkan anggota MPA agar membangun kerja sama dan meningkatkan kepedulian terhadap pencegahan Karhutla. Ia menyoroti dampak kebakaran terhadap sektor pariwisata karena kondisi tersebut berpotensi menurunkan minat wisatawan dan pada akhirnya memengaruhi usaha masyarakat.
Manumpak juga mengingatkan masyarakat untuk tidak melakukan pembakaran hutan dan lahan. Ia meminta warga memahami konsekuensi hukum yang dapat muncul dari tindakan tersebut.
Pabung Samosir T. Siringo-ringo juga mendorong anggota MPA memperkuat kepedulian terhadap lingkungan. Ia menekankan bahwa pencegahan harus dimulai sejak tahap awal, termasuk ketika masyarakat membuka lahan dengan menghindari metode pembakaran.
“Saya yakin saudara dipilih karena memang peduli lingkungan. Apa yang dibicarakan dalam sosialisasi ini harus dapat kita terapkan di wilayah masing-masing,” ujarnya.
Memasuki hari kedua, pembekalan tidak lagi berhenti pada materi. Anggota MPA mengikuti praktik penggunaan peralatan pemadaman Karhutla yang diberikan secara langsung oleh Manggala Agni.
Pelatihan tersebut diarahkan untuk meningkatkan keterampilan sekaligus kesiapan anggota MPA ketika menghadapi kebakaran di wilayah masing-masing. Dengan kemampuan tersebut, masyarakat diharapkan mampu melakukan penanganan awal ketika kebakaran terjadi.
Kolaborasi Pemkab Samosir dan PT Inalum kemudian diarahkan pada tiga penguatan, yakni pembentukan MPA, penyediaan peralatan serta peningkatan kapasitas masyarakat. Ketiganya diharapkan memperkuat pencegahan Karhutla sekaligus menjaga lingkungan dan kawasan Danau Toba.
Pada penghujung kegiatan, Kepala BPBD Kabupaten Samosir Sarimpol Simanihuruk kembali menekankan agar seluruh materi dan keterampilan yang diperoleh tidak berhenti sebagai hasil pelatihan. Ia meminta pengetahuan tersebut diterapkan dalam langkah pencegahan dan penanganan Karhutla di Kabupaten Samosir.
Sarimpol menegaskan potensi Karhutla di Samosir masih harus diwaspadai. Karena itu, keberadaan MPA dinilai penting untuk membantu memperkuat pencegahan sejak dini.
Ia juga meminta seluruh peralatan bantuan dijaga dan dirawat. Peralatan tersebut harus dimanfaatkan secara optimal untuk menunjang kesiapsiagaan anggota MPA ketika dibutuhkan di lapangan.
“Mencegah lebih baik daripada mengatasi. Mari kita jaga bersama lingkungan Kabupaten Samosir agar semakin baik,” ujar Sarimpol. (S1)
