Batam , MWT – Aktivitas bongkar muat kapal di kawasan pelabuhan rakyat di Sembulang, Kecamatan Galang, Kota Batam, Kepulauan Riau, menjadi perhatian tim investigasi media setelah menemukan kegiatan pengangkutan barang pada dini hari. Dalam penelusuran tersebut, tim juga mengaku mendapat ancaman dari sejumlah pekerja ketika mencoba mencari informasi mengenai muatan kapal yang bersandar di lokasi.
Berdasarkan informasi awal yang dihimpun tim, kawasan tersebut disebut warga telah lama menjadi salah satu titik transit pengiriman berbagai barang dari Batam menuju luar daerah.
Untuk menelusuri informasi tersebut, tim media mendatangi lokasi sekitar pukul 00.00 WIB. Di lokasi, tim mengaku melihat tiga kapal bersandar dengan aktivitas bongkar muat barang yang selanjutnya dipindahkan ke kendaraan pengangkut.
Menurut hasil pengamatan tim, kendaraan yang digunakan untuk mengangkut barang tersebut terdiri atas mobil boks hingga truk berukuran besar. Pengiriman disebut berlangsung secara rutin dan diarahkan menuju sejumlah kawasan di Batam.
Pekerja Mengaku Muatan Sayur dan Buah
Ketika berada di kawasan pelabuhan, salah seorang pekerja disebut mulai mempertanyakan keberadaan tim media. Situasi tersebut terjadi ketika tim berupaya mencari keterangan mengenai barang yang diangkut dari kapal.
Saat ditanya mengenai isi muatan kapal, seorang pekerja menjawab bahwa barang tersebut hanya berupa sayur dan buah.
Namun, tim media menyatakan masih berupaya memperoleh informasi lebih lanjut untuk memastikan jenis muatan yang dibongkar. Dalam situasi tersebut, seorang pekerja justru melontarkan perkataan bernada ancaman.
“Kalian mau apa ke sini? Kalian wartawan ya? Kalau kalian wartawan, bagus kalian keluar sekarang, atau kalian kami buang ke laut ini. Untuk apa kalian foto-foto? Sekalian dengan HP kalian kami buang ke laut,” demikian perkataan seorang pekerja.
Pekerja tersebut kemudian disebut memanggil sejumlah pekerja bongkar muat lainnya berupaya mengusir awak media.
Truk Keluar Pukul 03.40 WIB
Meski menghadapi situasi tersebut, tim media melanjutkan pemantauan dari lokasi sekitar. Mereka menunggu salah satu kendaraan pengangkut yang keluar dari kawasan pelabuhan.
Sekitar pukul 03.40 WIB, sebuah truk terpantau meninggalkan lokasi. Tim kemudian mengikuti kendaraan tersebut untuk menelusuri tujuan pengangkutannya.
Berdasarkan catatan perjalanan tim, truk itu berhenti di kawasan Pasar Baru Jodoh, Jalan Duyung, Kelurahan Tanjung Uma, Kecamatan Lubuk Baja, Kota Batam.
Berhentinya kendaraan tersebut menjadi bagian dari rangkaian penelusuran mengenai jalur distribusi barang yang sebelumnya diangkut dari kawasan Sembulang. Namun, jenis muatan dan pihak penerima barang belum dapat dipastikan.
Legalitas Pelabuhan dan Pengawasan Perlu Penjelasan
Aktivitas bongkar muat yang ditemukan tim media juga memunculkan pertanyaan mengenai legalitas operasional lokasi, mekanisme pengawasan keluar-masuk barang, serta kewenangan instansi terkait.
Diduga aktivitas pengangkutan berlangsung secara rutin tanpa hambatan dari instansi terkait maupun aparat penegak hukum, termasuk Bea Cukai Batam. Dugaan pembiaran tersebut masih memerlukan konfirmasi dari instansi berwenang.
Hingga bahan ini disusun, belum tersedia keterangan resmi dari pengelola atau pihak yang bertanggung jawab atas kegiatan di lokasi, pekerja yang diduga melontarkan ancaman, Bea Cukai Batam, maupun aparat penegak hukum terkait.
Legalitas lokasi, jenis barang yang diangkut, tujuan distribusi, serta mekanisme pengawasan menjadi sejumlah persoalan yang masih membutuhkan penjelasan lebih lanjut. (tim)
