Independen, Akurat & Berimbang
Berita  

Puskesmas Air Upas Rusak, Warga Desak Perbaikan Segera

Ketapang-MWT — Fasilitas kesehatan yang berdiri di jantung Kecamatan Air Upas, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, mulai menunjukkan tanda-tanda kerusakan. Puskesmas Air Upas yang dibangun pada 2019 menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) dengan nilai anggaran hampir Rp10 miliar kini mendapat perhatian warga karena kondisi bangunan dinilai membutuhkan perawatan dan perbaikan.

Posisi puskesmas tersebut cukup strategis karena berada di tengah pusat kota Kecamatan Air Upas. Lokasinya berdekatan dengan kantor camat, kantor KUD, kantor desa, serta kantor Pulsub dan Kapolsek, sementara kawasan sekitarnya juga dikelilingi aktivitas perusahaan, mulai dari perkebunan kelapa sawit hingga pertambangan.

Air Upas sendiri menjadi salah satu titik penting aktivitas masyarakat. Kecamatan ini disebut warga sebagai jantung pusat perbelanjaan bagi kawasan SP dan wilayah sekitarnya. Arus masyarakat yang datang bukan hanya dari kawasan SP, tetapi juga melintas dari berbagai daerah yang menghubungkan Ketapang dan Pontianak, bahkan jalur lintas antardaerah di Kalimantan.

Karena berada pada kawasan yang ramai dan memiliki fungsi pelayanan kesehatan bagi masyarakat, kondisi bangunan Puskesmas Air Upas menjadi perhatian tersendiri. Warga mengkhawatirkan kerusakan yang terlihat saat ini dapat berkembang menjadi persoalan lebih serius apabila tidak segera mendapatkan penanganan dari dinas terkait.

Puskesmas tersebut dibangun pada 2019 melalui anggaran DAK dengan nilai kurang lebih Rp10 miliar oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Ketapang, Provinsi Kalimantan Barat. Namun, setelah beberapa tahun digunakan, sejumlah bagian bangunan mulai memperlihatkan tanda-tanda kerusakan.

Kekhawatiran warga semakin mengemuka memasuki musim kemarau dengan kondisi cuaca yang dinilai kurang mendukung. Persoalan bukan hanya berkaitan dengan kabut asap, tetapi juga kondisi bangunan yang menurut pengamatan warga tampak rentan ketika diterpa angin kencang.

Tiupan angin yang tidak terlalu kuat saja disebut sudah membuat bagian tertentu terlihat mudah terbuka atau terkulai. Warga menggambarkan kondisinya seperti kain yang sedang dijemur dan mudah berkibar ketika diterpa angin.

Kondisi tersebut kemudian dikonfirmasi awak media kepada Kepala Puskesmas Air Upas, dr. Faisal. Dalam keterangannya, ia menyampaikan bahwa pihak puskesmas sebenarnya telah mengusulkan perbaikan sebelum awak media melakukan pengambilan data dan gambar terkait kondisi bangunan.

Menurut dr. Faisal, saat ini pihaknya masih menunggu proses melalui aplikasi sistem dari pusat yang berkaitan dengan pengaturan belanja untuk kebutuhan perbaikan tersebut.

Keterangan itu dinilai warga sebagai kabar baik. Namun, mereka mempertanyakan berapa lama lagi proses tersebut harus ditunggu, sementara kondisi kerusakan sudah terlihat dan berada di depan mata.

“Kalau memang perbaikan dibiarkan berlarut-larut, apalagi kerusakan puskesmas ini sudah terlihat, tentunya lebih cepat lebih bagus daripada menunggu,” ujar seorang warga Air Upas.

Bagi masyarakat, persoalan kondisi bangunan tidak bisa dilepaskan dari fungsi puskesmas sebagai fasilitas pelayanan kesehatan. Pelayanan kesehatan tidak mengenal batas waktu karena masyarakat membutuhkan pertolongan ketika sakit, baik pada siang maupun malam hari.

Kekhawatiran itu semakin relevan karena wilayah Ketapang dan sejumlah kecamatan saat ini disebut terdampak kebakaran hutan dan lahan (Karhutla). Kabut asap yang menyebar menjadi salah satu kondisi yang perlu mendapat perhatian, terutama ketika fasilitas kesehatan yang menjadi tempat masyarakat mendapatkan pelayanan justru membutuhkan perbaikan.

Warga berharap kondisi bangunan Puskesmas Air Upas tidak dibiarkan berlarut-larut. Mereka meminta proses perbaikan yang telah diusulkan dapat segera direalisasikan sehingga fasilitas kesehatan yang berada di pusat Kecamatan Air Upas tersebut tetap mampu menjalankan fungsi pelayanan kepada masyarakat. (Jajir)