Independen, Akurat & Berimbang
Berita  

Peredaran Narkoba di Batam Siapa yang Membiarkan Terjadi ?

Batam, MWT – Pertanyaan itu mengemuka setelah polemik penetapan tersangka dalam perkara peredaran narkoba yang diduga berkaitan dengan sejumlah tempat hiburan malam di Kota Batam. Rohaniwan Katolik, Romo Paschal, meminta pengusutan tidak berhenti pada mereka yang telah ditetapkan sebagai tersangka, tetapi bergerak lebih jauh untuk menelusuri jaringan, aliran uang, hingga pihak-pihak yang diduga berada di balik peredaran narkoba tersebut.

Sorotan Romo Paschal terutama diarahkan kepada Basri, salah satu tersangka yang disebut dalam perkara tersebut. Ia meminta Basri kembali ke Indonesia dan menghadapi proses hukum secara terbuka.

“Basri, pulanglah ke Indonesia dan hadapi proses hukum dengan berani. Jangan jadi pengecut. Kalau memang merasa tidak bersalah, buktikan di hadapan hukum,” ujar Romo Paschal, Rabu, (19/8/2026).

Menurut dia, proses hukum semestinya tidak hanya berfokus pada dugaan perbuatan pidana yang dilakukan tersangka. Hal yang juga harus dibuka adalah kemungkinan aliran dana serta pihak-pihak yang menerima uang tersebut.

Ia meminta seluruh informasi mengenai aliran uang dalam perkara itu diungkap secara terang. Pertanyaan mengenai siapa penerima dana, kepada siapa uang disalurkan, dan untuk kepentingan apa, dinilai harus menjadi bagian penting dalam penyidikan.

“Kepada siapa uang itu diberikan? Siapa yang menerima? Untuk kepentingan apa? Ini harus diungkap,” tegasnya.

Romo Paschal juga menyinggung nama Yuwanki dan Karto yang disebut-sebut memiliki keterkaitan sebagai humas, penanggung jawab, maupun pemilik tempat hiburan. Ia menilai masyarakat berhak memperoleh penjelasan mengenai posisi dan peran masing-masing pihak dalam perkara tersebut.

Menurutnya, siapa pun yang memang memiliki keterlibatan harus memberikan pertanggungjawaban. Ia mengingatkan agar proses hukum tidak berhenti pada individu tertentu apabila masih terdapat dugaan mata rantai lain yang belum tersentuh.

“Jangan hanya diam. Jika memang ada peran, sampaikan kepada siapa saja uang diberikan dan dalam kapasitas apa. Jangan sampai perkara berhenti pada orang tertentu, sementara rantai yang lebih besar tidak pernah disentuh,” katanya.

Perhatian semakin besar karena perkara tersebut dikaitkan dengan dugaan peredaran hingga 40 ribu butir ekstasi setiap bulan di Batam. Jika angka tersebut benar, Romo Paschal menilai persoalannya telah melampaui sekadar aktivitas ilegal di tempat hiburan.

“Ini bukan sekadar persoalan tempat hiburan. Ini menyangkut jaringan, uang, kekuasaan, dan kemungkinan adanya perlindungan,” ucapnya.

Karena itu, ia mendesak Bareskrim Polri menelusuri perkara tersebut secara menyeluruh. Penelusuran, menurut dia, harus mencakup akar jaringan dan aliran dana kepada siapa pun yang diduga terlibat, tanpa membedakan posisi maupun latar belakang.

“Bareskrim harus membongkar sampai ke akar-akarnya, termasuk aliran uang kepada siapa pun, tanpa pandang bulu,” tegasnya.

Bagi Romo Paschal, persoalan narkoba tidak dapat dipandang semata-mata sebagai perkara pelanggaran hukum. Selama ini ia bergelut dengan berbagai persoalan kemanusiaan, keluarga, anak muda, serta korban tindak pidana perdagangan orang (TPPO).

Dari sudut pandang tersebut, ia menilai dampak narkoba jauh lebih luas daripada sekadar angka penangkapan dan barang bukti. Peredaran narkotika dapat menghancurkan martabat manusia, meretakkan keluarga, mengancam masa depan generasi muda, sekaligus menjadikan manusia sebagai korban dari bisnis yang mengejar keuntungan.

“Narkoba adalah persoalan kemanusiaan yang menghancurkan martabat manusia, merusak keluarga, membunuh masa depan anak-anak muda, dan mengubah manusia menjadi korban bisnis keji yang hanya mengejar uang,” ujarnya.

Ia kemudian melontarkan kritik yang lebih mendasar terhadap mata rantai bisnis narkoba. Menurutnya, keuntungan yang dinikmati segelintir pihak tidak boleh menutupi kerusakan yang ditanggung masyarakat luas.

“Narkoba itu bisnis yang kejam, karena keuntungan segelintir orang dibangun di atas kehancuran begitu banyak manusia,” katanya.

Romo Paschal pun mengingatkan masyarakat agar tidak berhenti memperhatikan siapa yang ditangkap dalam perkara tersebut. Pertanyaan yang jauh lebih besar, menurut dia, adalah siapa saja yang memungkinkan bisnis narkoba itu terus bergerak dan siapa yang selama ini membiarkan kondisi tersebut berlangsung.

“Masyarakat tidak boleh hanya melihat siapa yang ditangkap, tetapi juga harus tahu siapa yang selama ini membiarkan semua ini terjadi.”

Perkara tersebut kini menjadi perhatian publik, khususnya menyangkut dugaan keterlibatan pihak-pihak tertentu yang disebut-sebut memberikan perlindungan terhadap peredaran narkoba di wilayah Batam.

Desakan agar pengusutan dilakukan secara menyeluruh pun semakin kuat. Polisi diharapkan tidak hanya menindak pelaku pada lapisan bawah, tetapi menelusuri seluruh mata rantai hingga ke pihak yang berada di balik jaringan serta mengungkap aliran dana yang menyertainya. (Zul)