Sukamara, MWT — Langit di sejumlah kawasan Kecamatan Balai Riam, Kabupaten Sukamara, Kalimantan Tengah, berubah muram. Kabut asap pekat mulai menyelimuti permukiman dan ruang aktivitas warga, menimbulkan ketidaknyamanan sekaligus kekhawatiran terhadap dampak yang dirasakan masyarakat.
Pantauan kondisi tersebut terlihat di sekitar Taman Bundaran Burung yang berada di tengah kawasan perbatasan Desa SP.2, SP.3, Desa Lupu, dan Desa Balai Riam. Asap yang mengapung di kawasan itu diduga berkaitan dengan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di sejumlah wilayah Kabupaten Sukamara.
Keberadaan asap semakin menjadi perhatian karena dampaknya dirasakan masyarakat di kawasan Bundaran Burung dan sekitarnya. Warga menilai paparan asap berpotensi mengganggu kesehatan berbagai kelompok usia, termasuk anak-anak.
Informasi yang diterima menyebutkan, sejumlah titik Karhutla berada tidak jauh dari kawasan perusahaan perkebunan kelapa sawit di wilayah Kecamatan Sukamara. Selain permukiman, terdapat pula kawasan hutan rawa dan lahan gambut yang dilaporkan terbakar hingga dilalap api.
Salah satu lokasi yang disebut berada di kawasan Sungai Mapam, yang masuk dalam wilayah lahan gambut dan rawa di Kecamatan Sukamara, Kabupaten Sukamara, Kalimantan Tengah.
Dampak kabut asap kemudian disebut meluas ke berbagai kawasan permukiman. Wilayah yang terdampak antara lain Desa Jihing, Desa Air Dua, Desa Petarikan, SP.2, SP.3, SP.1, SP.4, Desa Lupu Peruca, Desa Balai Riam, Kecamatan Balai Riam, hingga Kecamatan Permata Kecubung, Kabupaten Sukamara.
Bukan hanya lingkungan permukiman yang terdampak. Sejumlah fasilitas yang menjadi bagian dari aktivitas masyarakat sehari-hari turut berada dalam kepungan asap, mulai dari kantor desa, gereja, madrasah atau masjid, TK, SD, SMP, SMA, puskesmas, kantor camat, kantor kapolsek, kantor Koramil, kantor KUA, rumah adat, Bank BRI, kantor KUD, serta fasilitas lainnya.
Warga di Kecamatan Balai Riam mengaku kondisi tersebut membuat lingkungan tempat mereka beraktivitas terasa semakin tidak nyaman. Keluhan yang dirasakan di antaranya mata terasa perih, mata berair, serta gangguan kenyamanan saat bernapas akibat kabut asap yang dinilai sangat pekat.
Situasi itu mendorong warga meminta pemerintahan desa di wilayah Kecamatan Balai Riam dan Kecamatan Permata Kecubung, Kabupaten Sukamara, segera melakukan pengecekan terhadap kondisi kesehatan masyarakat.
Warga juga berharap pemeriksaan melibatkan tim medis yang berada di desa maupun kecamatan. Selain itu, tim medis dari perusahaan perkebunan kelapa sawit yang berada di wilayah Balai Riam dan kawasan terdampak diharapkan turut dilibatkan.
Masyarakat di dua kecamatan, yakni Balai Riam dan Permata Kecubung, Kabupaten Sukamara, meminta persoalan kabut asap tersebut mendapat perhatian. Selain mengganggu aktivitas sehari-hari, kondisi Karhutla yang menimbulkan asap pekat juga memunculkan kekhawatiran warga terhadap kesehatan masyarakat.(Jajir)
