Taput, MWT — Jalan yang sebelumnya menjadi hambatan mobilitas warga kini mulai membuka jalur yang lebih cepat bagi aktivitas masyarakat. Ruas Parmonangan menuju Desa Hutajulu, Kecamatan Parmonangan, sepanjang 1.125 meter telah dibangun dengan konstruksi hotmix melalui pembiayaan APBD Kabupaten Tapanuli Utara Tahun Anggaran 2026 senilai Rp2,8 miliar.
Dampak pembangunan tersebut turut ditinjau langsung Bupati Tapanuli Utara, Dr. Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, S.Si., M.Si., Senin (14/9/2026). Peninjauan dilakukan untuk melihat perkembangan penyelesaian pekerjaan sekaligus memastikan manfaat pembangunan jalan dapat dirasakan masyarakat setempat.
Sebelum mendapat penanganan, kerusakan berat pada ruas tersebut membuat pergerakan warga menghadapi medan yang sulit. Setelah diperbaiki, perjalanan masyarakat kini dapat ditempuh lebih singkat, dengan waktu tempuh berkurang hingga 30 menit.
Perbaikan jalan juga memberi kemudahan dalam aktivitas pertanian, terutama ketika warga mengangkut hasil panen. Kondisi jalan yang lebih baik sekaligus mengurangi risiko kendaraan mengalami kerusakan akibat medan ekstrem yang sebelumnya harus dilalui masyarakat.
Di tengah peninjauan tersebut, Bupati Taput menegaskan bahwa pembenahan infrastruktur jalan akan terus dilakukan secara bertahap. Kebijakan itu diarahkan untuk memperlancar konektivitas sekaligus mendorong percepatan aktivitas ekonomi masyarakat di kawasan pedesaan.
Pemkab Tapanuli Utara tidak hanya memusatkan perhatian pada peningkatan kualitas jalan. Kawasan yang memiliki kerawanan bencana juga masuk dalam agenda penanganan pemerintah daerah, termasuk longsor pada ruas Hutatinggi menuju Parmonangan serta ruas Hutajulu menuju Hutajulu Parbalik.
Pekerjaan penanganan longsor pada kedua ruas tersebut telah dijadwalkan berlangsung secara bertahap pada tahun ini dengan menggunakan dana APBD Kabupaten Tapanuli Utara. Namun, keterbatasan anggaran daerah membuat penanganan bencana tersebut belum dapat dituntaskan seluruhnya.
“Untuk penanganan longsor, pengerjaannya kita lakukan secara bertahap tahun ini menggunakan dana APBD. Namun, karena anggaran APBD kita terbatas, penanganan ini belum bisa selesai sampai tuntas. Oleh karena itu, Pemkab Taput sangat berharap Pemerintah Pusat dapat segera merealisasikan anggaran penanganan bencana sesuai dengan Rencana Rekonstruksi dan Rehabilitasi Pascabencana (R3P) yang telah kami usulkan,” tegas Bupati.
Dalam agenda lapangan tersebut, Bupati Tapanuli Utara didampingi Asisten Administrasi dan Umum Binhot Aritonang, Staf Ahli Bupati Bonggas Pasaribu, Plt. Kadis PUTRHub Dalan Simanjuntak, serta sejumlah pimpinan perangkat daerah teknis terkait di lingkungan Pemkab Tapanuli Utara.(TU1)
