Independen, Akurat & Berimbang
Berita  

Gunung Sinabung Siaga, Evakuasi Warga Demi Keselamatan

Karo, MWT — Gunung Sinabung kembali menaikkan alarm bagi warga di lerengnya. Setelah status aktivitas vulkanik dinaikkan menjadi Level III atau Siaga, pemerintah mempercepat pengosongan kawasan yang masuk zona merah demi mencegah jatuhnya korban jika aktivitas gunung api kembali meningkat.

Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution menegaskan, keselamatan manusia harus ditempatkan di atas seluruh kepentingan lain. Ia meminta pemerintah daerah bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) tidak hanya memastikan warga meninggalkan kawasan berbahaya, tetapi juga menjamin seluruh kebutuhan mereka selama berada di pengungsian.

Penegasan itu disampaikan Bobby ketika memimpin rapat koordinasi penanganan darurat erupsi bersama Forkopimda di Pos Pengamatan Gunung Api (PGA) Sinabung, Simpang Empat, Kabupaten Karo, Selasa (1/9/2026).

Dalam rapat tersebut, Bobby meminta sosialisasi kepada masyarakat di zona rawan dilakukan secara masif. Bila aktivitas vulkanik terus mengalami peningkatan, ia meminta langkah evakuasi dijalankan secara tegas, termasuk opsi pemindahan paksa apabila diperlukan demi keselamatan warga.

“Utamakan keselamatan jiwa. Untuk masyarakat di zona rawan, sosialisasikan dengan gencar. Jika aktivitas semakin meningkat, gunakan opsi imbauan tegas, bahkan kalau perlu dipaksa demi kebaikan dan keselamatan mereka,” tegas Bobby.

Menurut Bobby, keberhasilan evakuasi tidak cukup hanya dengan memindahkan warga dari zona bahaya. Kondisi tempat pengungsian juga harus dibuat layak agar masyarakat tidak merasa terpaksa kembali ke rumah sebelum situasi dinyatakan aman.

Pemprov Sumut, kata dia, siap menopang kebutuhan tersebut melalui penyediaan logistik, peralatan evakuasi hingga kebutuhan operasional personel yang bertugas di lapangan.

“Jangan setengah-setengah memberikan fasilitas untuk masyarakat di pengungsian. Gunakan anggaran dengan baik, sediakan fasilitas yang layak dan nyaman,” tambahnya.

Aktivitas Vulkanik Terus Dipantau

Kenaikan status Gunung Sinabung dari Level II (Waspada) menjadi Level III (Siaga) ditetapkan Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) Badan Geologi Kementerian ESDM sejak 31 Agustus 2026 pukul 12.30 WIB.

Keputusan tersebut menyusul munculnya kolom abu setinggi 3.500 meter dari puncak Gunung Sinabung serta aktivitas gempa vulkanik yang terekam secara berkelanjutan.

Kepala Pos PGA Sinabung, Armen Putra, mengatakan pengamatan visual dan rekaman seismik menunjukkan indikasi pergerakan magma ke arah permukaan. Kondisi ini dinilai berpotensi memengaruhi kubah lava yang merupakan sisa erupsi sebelumnya.

“Tadi malam terekam hotspot, artinya lava sudah sampai ke permukaan. Jika pembentukan kubah lava baru tertahan dan tekanan gempa dari dalam terus meningkat, ini bisa membongkar kubah lava lama dan berpotensi memicu erupsi yang cukup besar seperti tahun 2019 dan 2020,” terang Armen.

Sebagai konsekuensi dari peningkatan status tersebut, PVMBG menetapkan rekomendasi zona bahaya baru. Radius bahaya ditetapkan 3 kilometer, disertai zona sektoral hingga 6 kilometer ke arah sektor timur dan selatan.

Penyesuaian kawasan berbahaya itu membuat Desa Kuta Tengah menjadi salah satu titik yang mendapat perhatian utama pemerintah Kabupaten Karo. Secara geografis, wilayah desa tersebut berada di antara kawasan yang masuk zona merah.

Bupati Karo Antonius Ginting menyampaikan, pemerintah menargetkan sebanyak 140 kepala keluarga atau sekitar 684 jiwa dari Desa Kuta Tengah untuk dievakuasi.

Hingga Selasa siang, lebih dari 260 jiwa telah dipindahkan secara bertahap menuju lokasi pengungsian di Gedung Korpri dan Jambur Desa Suka Nalu.

Dalam perkembangan berikutnya, sebanyak 280 jiwa dari sekitar 600 penduduk Desa Kuta Tengah disebut telah dievakuasi menuju Pos Pengungsian Suka Tepu.

“Rencana total warga yang dievakuasi dari Desa Kuta Tengah mencapai 140 KK atau sekitar 684 jiwa. Hingga siang ini, lebih dari 260 jiwa telah digeser secara bertahap menuju lokasi pengungsian di Gedung Korpri dan Jambur Desa Suka Nalu,” ujar Antonius.

Armada Disiapkan, Ladang dan Ternak Diawasi

Pemkab Karo bersama TNI-Polri juga mengantisipasi kemungkinan masih adanya warga yang berada di ladang pada siang hari. Armada angkutan disiapkan dengan pola antar-jemput untuk membantu proses pemindahan masyarakat dari kawasan yang dinilai berisiko.

Desa Payung yang berada di luar zona evakuasi utama juga tidak luput dari kesiapsiagaan. Kendaraan dan personel tetap ditempatkan di wilayah tersebut sebagai langkah antisipasi apabila eskalasi aktivitas Gunung Sinabung kembali meningkat.

Sebanyak 843 personel gabungan telah disiagakan pemerintah daerah bersama unsur TNI-Polri dan relawan. Pasukan tersebut berada di bawah komando Kodim 0205/Tanah Karo dan Polres Tanah Karo.

Di tengah proses evakuasi, perhatian pemerintah juga diarahkan pada warga yang telah meninggalkan rumah, terutama terkait kebutuhan hidup sehari-hari.

Bobby Nasution meninjau langsung kondisi pengungsi di Posko Pengungsian dan Posko Kesehatan Jambur Desa Suka Tepu, Kecamatan Namanteran, Kabupaten Karo, Selasa (1/9/2026). Kunjungan itu dilakukan setelah rapat koordinasi penanganan darurat bersama Forkopimda dan Badan Geologi Kementerian ESDM di Pos PGA Sinabung.

Saat berdialog dengan warga, Bobby meminta masyarakat bersabar dan tidak kembali ke rumah sebelum pemerintah memberikan instruksi resmi bahwa kawasan tersebut telah aman.

Pemprov Sumut memastikan kebutuhan dasar pengungsi menjadi bagian utama dari penanganan darurat. Pemerintah tidak ingin kondisi tempat pengungsian justru mendorong warga meninggalkan lokasi sebelum ancaman benar-benar dinyatakan berakhir.

“Tadi yang disiapkan, kita pastikan yang di sini fasilitasnya dulu, karena kita tidak ingin masyarakat yang ngungsi di sini merasa tidak nyaman terus tiba-tiba langsung kembali ke rumah. Ini yang kita pastikan, baik dari fasilitas tempat mereka tidur, air, toilet, dan juga makannya,” ucap Bobby Nasution.

Untuk memastikan kenyamanan pengungsi, Pemprov Sumut menstandardisasi kelayakan tempat tidur, termasuk penyediaan tikar dan selimut. Ketersediaan air bersih juga dipastikan, sementara penerangan ditambah dan kebersihan fasilitas sanitasi serta toilet ditingkatkan.

Kebutuhan makanan dan minuman juga dipastikan aman. Armada pendukung ditempatkan dalam kondisi siaga agar distribusi kebutuhan pokok dapat berlangsung secara berkelanjutan.

Tidak hanya kebutuhan orang dewasa, pemerintah juga menyiapkan bus khusus untuk mengangkut anak-anak sekolah yang terdampak proses pengungsian.

Bobby turut meminta TNI dan Polri menyiagakan personel untuk menjaga ladang serta hewan ternak milik warga yang harus ditinggalkan selama masa evakuasi.

Langkah tersebut diharapkan membuat masyarakat dapat menjalani pengungsian dengan lebih tenang tanpa dibayangi kekhawatiran terhadap harta benda maupun ternak yang masih berada di rumah dan kawasan pertanian.

Sekolah Diliburkan, Masker Dibagikan

Sejumlah tindakan mitigasi lain turut diberlakukan seiring meningkatnya status Gunung Sinabung.

Kegiatan belajar mengajar di sejumlah sekolah yang terdampak dalam radius 6 kilometer diliburkan sementara. Sekolah yang terdampak antara lain SD Guru Kinayan, SD Payung, SD Ndeskati dan SMPN 1 Atap Payung.

Sekolah-sekolah tersebut dipersiapkan untuk menjalankan pembelajaran jarak jauh maupun sekolah lapangan.

Di sisi lain, lebih dari 35.000 masker gratis telah didistribusikan kepada masyarakat. Petugas juga melakukan penyiraman abu vulkanik di sejumlah ruas jalan protokol di wilayah Berastagi.

Pemprov Sumut bersama pemerintah daerah menyiapkan dapur umum melalui Dinas Sosial, tenda darurat, mobil tangki air bersih serta toilet portabel guna mendukung kebutuhan masyarakat selama masa tanggap darurat.

Akses menuju sejumlah kawasan rawan dan objek wisata juga ditutup total bagi masyarakat umum, termasuk kawasan Danau Lau Kawar.

Picu Bahaya Sekunder

Kewaspadaan tidak hanya diarahkan pada potensi erupsi. Faktor cuaca juga menjadi perhatian karena dapat memperbesar risiko bencana susulan.

Kepala BBMKG Wilayah I Medan, Hendro Nugroho, mengingatkan adanya potensi hujan ringan hingga lebat di wilayah Karo pada sore dan malam hari sepanjang 1–5 September 2026.

Hujan tersebut berpotensi menimbulkan bahaya sekunder berupa lahar dingin maupun tanah longsor.

Sementara itu, Kepala Pos PGA Sinabung Badan Geologi Kementerian ESDM, Armen Putra, kembali meminta masyarakat tidak lengah. Status Gunung Sinabung masih berada pada Level III (Siaga), sehingga aktivitas vulkaniknya harus terus diwaspadai.

Menurut Armen, pengosongan permukiman warga merupakan bagian penting dari mitigasi untuk menghadapi kemungkinan terburuk. Pemantauan aktivitas gunung api terus dilakukan secara ketat sebelum evaluasi berikutnya dapat menghasilkan rekomendasi perubahan status kembali ke Level II (Waspada). (red)