Independen, Akurat & Berimbang
Berita  

Dugaan Solar Proyek Disedot Empat Kali, Mobil Anggota Polisi Berujung di Lokasi

Batam, MWT – Sebuah mobil yang disebut berkaitan dengan dugaan pencurian solar berulang di lokasi proyek RT 09/06, Baloi Kolam, Batam, kini menjadi bagian penting dari persoalan yang diminta untuk diusut secara menyeluruh. Kendaraan Daihatsu Sigra bernomor polisi BP 1089 DG itu diamankan pengawas proyek setelah diduga digunakan dalam rangkaian kejadian kehilangan solar.

Pelaksana proyek, Moody Arnold Timisela, meminta Kapolda Kepri Irjen Pol Asep Safrudin dan Kapolresta Barelang Kombes Pol Anggoro Wicaksono menelusuri perkara tersebut dari awal hingga seluruh mata rantainya terungkap. Menurut dia, kehilangan solar di lokasi proyek bukan kejadian tunggal, melainkan telah berlangsung sebanyak empat kali.

“Solar dari dua alat berat jenis excavator diduga disedot. Selain itu, sebanyak lima drum solar yang berada di lokasi juga disebut hilang,” kata Moody kepada awak media, Jumat (14/8/2026) sore.

Rangkaian kejadian itu membuat pengamanan di sekitar proyek diperketat. Pada insiden keempat, petugas yang berjaga pada malam hari disebut berhasil mengamankan seorang yang diduga terlibat.

Dari keterangan yang diperoleh pihak proyek di lapangan, terdapat empat orang yang diduga mendatangi lokasi dengan menggunakan Daihatsu Sigra BP 1089 DG.

Setelah seorang yang diduga sebagai pelaku diamankan, pihak proyek kemudian berupaya menghadirkan pemilik kendaraan guna meminta penjelasan mengenai keberadaan mobil tersebut. Namun, menurut Moody, orang yang sebelumnya dijanjikan datang justru tidak kunjung muncul selama beberapa hari.

Situasi berubah pada Kamis ketika seorang berinisial AMH datang ke lokasi. Kepada pihak proyek, AMH disebut memperkenalkan diri sebagai anggota Pamobvit Polda Kepri.

AMH, menurut Moody, menerangkan bahwa kendaraan tersebut telah disewakan kepada pihak lain sekitar dua bulan sebelumnya. Keterangan itu kemudian menimbulkan pertanyaan baru bagi pihak proyek, terutama mengenai siapa pihak yang menyewa kendaraan tersebut serta kepentingan penggunaannya.

“Kalau benar mobil disewakan, harus jelas siapa penyewanya dan untuk apa kendaraan itu digunakan. Apalagi kendaraan tersebut berada dalam rangkaian kejadian pencurian. Semua itu harus diperiksa,” ujar Moody.

Dalam kesempatan tersebut, AMH disebut sempat menyatakan kesediaannya membantu menyelesaikan kerugian yang dialami pihak proyek. Namun, AMH kemudian datang kembali bersama istrinya, berinisial D, yang disebut mengaku sebagai anggota kepolisian yang bertugas di Polresta Barelang.

Moody menegaskan bahwa pihak proyek tidak berniat mengambil alih kendaraan tersebut. Mobil itu, kata dia, hanya diamankan sementara sebagai bagian dari upaya penyelesaian persoalan kerugian.

“Kami tidak mau mengambil mobil itu. Kami hanya meminta kerugian kami diselesaikan. Setelah selesai, silakan kendaraan dibawa,” katanya.

Persoalan kemudian mendapat perhatian personel Polsek Batam Kota yang datang ke lokasi. Kepada polisi, Moody kembali menegaskan bahwa pokok persoalannya bukan sekadar mengenai kendaraan, melainkan dugaan pencurian solar yang disebut telah berulang kali terjadi.

Dalam pertemuan tersebut, menurut Moody, diperlihatkan pula sebuah dokumen yang disebut sebagai perjanjian sewa kendaraan antara AHM dan pihak ketiga.

Dokumen itu kemudian dipertanyakan pihak proyek. Moody mengaku menduga surat perjanjian sewa tersebut baru dibuat pada hari pertemuan berlangsung.

Selain itu, ia mempertanyakan ketidaksesuaian keterangan mengenai kepemilikan kendaraan. AMH disebut mengaku sebagai pemilik mobil, sedangkan STNK yang diperlihatkan justru tercatat atas nama D.

“Ini dugaan kami. Karena itu, semuanya harus diperiksa dan diverifikasi secara resmi,” tegas Moody.

Menurut Moody, penyelidikan tidak semestinya berhenti pada orang yang ditemukan di lapangan. Ia meminta aparat menelusuri seluruh pihak yang berada dalam rangkaian peristiwa tersebut, termasuk pihak yang menguasai kendaraan, penyewa, pemilik kendaraan, hingga pihak yang mengetahui penggunaan mobil tersebut.

Ia juga menekankan agar status seseorang sebagai anggota kepolisian tidak menjadi alasan untuk menghambat proses hukum apabila ditemukan dugaan pelanggaran.

“Kalau memang anggota dan tidak terlibat, tentu harus dibuktikan. Kalau ternyata ada pelanggaran, harus ditindak sesuai aturan. Kami tidak ingin institusi kepolisian tercoreng karena ulah oknum,” ujarnya.

Pihak proyek, kata Moody, dalam waktu dekat berencana membawa persoalan tersebut ke Propam Polda Kepri. Ia berharap pemeriksaan nantinya mencakup seluruh saksi, kendaraan, dokumen sewa, identitas para pihak serta rangkaian kejadian berdasarkan alat bukti yang tersedia.

Moody juga menegaskan bahwa keterlibatan pihak-pihak yang disebut dalam persoalan tersebut belum dapat disimpulkan sebelum melalui proses penyelidikan dan penyidikan. Hal yang sama berlaku terhadap identitas serta status AMH dan D.

“Kami hanya ingin kerugian kami dipertanggungjawabkan dan kasus ini dibuka sampai terang. Siapa pun yang terlibat harus diperiksa secara hukum. Tidak boleh ada yang kebal hukum hanya karena memiliki status atau mengaku sebagai bagian dari institusi tertentu,” pungkas Moody.

Belum Ada Laporan Resmi

Sementara itu, Kanit Reskrim Polsek Batam Kota, Iptu Rahmat Susanto, membenarkan bahwa personel kepolisian telah mendatangi lokasi setelah memperoleh informasi mengenai sebuah mobil rental yang ditemukan di tempat kejadian.

Menurut Rahmat, kedatangan petugas dilakukan untuk melihat kondisi secara langsung sekaligus menggali kronologi serta persoalan yang melatarbelakangi keberadaan kendaraan tersebut di lokasi.

Namun, hingga saat ini, kata dia, belum terdapat laporan resmi yang diterima kepolisian berkaitan dengan kejadian tersebut.

Polisi, lanjut Rahmat, masih mengupayakan mediasi antara pihak-pihak yang berkepentingan. Langkah itu ditempuh karena pemilik kendaraan juga mengaku berada dalam posisi sebagai korban.

Pemilik mobil disebut belum menerima pembayaran uang rental kendaraan selama sekitar dua bulan terakhir. Karena itu, ketika kendaraan tersebut ditemukan berada di lokasi kejadian, pemilik mengaku terkejut.

Saat ini, pemilik kendaraan masih melakukan pembicaraan dengan pihak perusahaan guna mencari penyelesaian atas persoalan tersebut. (zul)