Independen, Akurat & Berimbang
Berita  

Bobby Nasution Minta Ijazah Lulusan Luar Negeri Dipastikan Diakui

Medan, MWT — Gubernur Sumatera Utara Bobby Nasution meminta Dinas Pendidikan Sumatera Utara memastikan jalur pendidikan luar negeri yang akan ditempuh pelajar agar ijazahnya diakui di Indonesia, termasuk ketika mereka kelak menduduki jabatan publik.

Pesan tersebut disampaikan Bobby saat membuka program Teras Pelajar Sumut Berkah di halaman Kantor Gubernur Sumatera Utara, Jalan Diponegoro Nomor 30, Medan, Jumat (23/10/2026). Ia meminta Kepala Dinas Pendidikan Sumut Alexander Sinulingga memeriksa skema pendidikan bagi siswa yang ingin melanjutkan sekolah ke luar negeri.

“Jika bekerja sama dengan yang ada di luar, kan bisa langsung sekolah ya, tolong dicek betul Pak, jangan nanti begitu mereka menjadi pejabat nggak diakui pula ijazahnya,” kata Bobby.

Bobby menjelaskan, sistem pendidikan di Indonesia dan luar negeri memiliki perbedaan, termasuk jalur pendidikan yang dapat ditempuh siswa. Menurut dia, perbedaan tersebut perlu dipahami agar program pendidikan yang dijalankan tidak menimbulkan persoalan pengakuan ijazah di kemudian hari.

“Itu yang perlu dipastikan, karena beda di luar negeri sama Indonesia, yang tadi kita ini masih peringkat 70-an, jalurnya masih konvensional, kalau di luar kan banyak sekali jalur-jalurnya. Kalau dia kendaraan, di sini baru matic sama manual, kalau di sana ada yang matic campur manual,” ujarnya.

Teras Pelajar Jadi Wadah Pengembangan Potensi

Dalam kesempatan yang sama, Bobby meluncurkan Teras Pelajar Sumut Berkah sebagai wadah kreativitas, ekspresi, dan pengembangan potensi siswa SMA sederajat di Sumatera Utara.

Program tersebut dirancang untuk mendukung pengembangan bakat dan minat pelajar, baik di bidang akademik maupun nonakademik. Peluncurannya dimeriahkan sejumlah kegiatan, antara lain pentas seni, peragaan busana, kegiatan sains, galeri pameran, dan aktivitas UMKM.

Bobby mengatakan Pemerintah Provinsi Sumatera Utara akan menyediakan fasilitas untuk mendukung kegiatan pelajar. Mulai tahun depan, gedung heritage Kantor Gubernur Sumut direncanakan dapat digunakan sebagai ruang berkumpul, belajar, dan berkreasi.

“Tahun depan silahkan gunakan gedung heritage Kantor Gubernur, kita akan fasilitasi studio musik, studio podcast, ruang belajar dan diskusi, lab komputer dan lainnya, jadi di luar sekolah kalian bisa ngumpul di sini saling berinteraksi untuk menggali potensi-potensi kalian,” kata Bobby.

Teras Pelajar Sumut Berkah dijadwalkan berlangsung setiap dua minggu sekali secara bergiliran berdasarkan wilayah Cabang Dinas Pendidikan Sumatera Utara. Melalui program tersebut, pemerintah provinsi berharap potensi dan prestasi pelajar dapat berkembang melalui kegiatan di luar pembelajaran formal.

Bobby juga meminta tenaga pendidik tidak menghambat siswa yang memiliki bakat di luar bidang akademik. Menurutnya, pendidikan formal dan pengembangan potensi siswa harus berjalan beriringan.

“Potensi itu bukan hanya dari akademik, jadi saya harap tenaga pendidik tidak menghambat siswa-siswinya yang punya potensi di luar akademik, misalnya siswanya potensi jadi atlet, jangan sampai bilang ke siswa ‘mau jadi atlet apa sekolah’ saya rasa pendidikan dan potensi itu harus berjalan bersama,” ujarnya.

Siswa Keluhkan Fasilitas Sekolah

Dalam dialog bersama pelajar, Bobby turut mendengarkan keluhan mengenai fasilitas sekolah. Sejumlah siswa menyampaikan persoalan kondisi kamar mandi dan fasilitas laboratorium yang dinilai belum memadai.

Menanggapi keluhan tersebut, Bobby meminta kepala sekolah melaporkan kondisi fasilitas secara berkala. Ia juga menginstruksikan Dinas Pendidikan Sumut mendata kebutuhan laboratorium komputer dan sains untuk ditindaklanjuti.

“Nanti kepala sekolah coba secara berkala fotokan kamar mandi sekolahnya, kirim ke kami biar kita benahi dan fasilitas lab komputer, sains yang kurang tolong didata Pak Kadis Pendidikan agar kita benahi,” kata Bobby. (red)