Independen, Akurat & Berimbang
Berita  

Berjo Fest 2026 Meriah, Budaya Jawa dan Wisata Berpadu

Karanganyar, MWT – Langit Desa Berjo di Kecamatan Ngargoyoso, Kabupaten Karanganyar, mendadak semarak pada Sabtu malam (22/8/2026). Ribuan energi warga berpadu dalam pembukaan Berjo Fest 2026 di Area Parkir Air Terjun Jumog, sebuah perhelatan yang tidak hanya menyuguhkan hiburan, tetapi juga membawa pesan tentang budaya, kebersamaan, wisata, dan geliat ekonomi desa.

Festival tersebut digelar untuk memperingati Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia sekaligus Hari Jadi Desa Berjo. Sejak sore, masyarakat telah berdatangan dan memadati area acara, menunjukkan tingginya antusiasme terhadap agenda tahunan tersebut.

Pemangku Kepentingan Desa Turut Hadir

Pembukaan Berjo Fest 2026 dihadiri berbagai unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam), pemerintah desa, lembaga desa, tokoh masyarakat, serta para tamu undangan.

Sejumlah pejabat dan tokoh yang hadir antara lain Camat Ngargoyoso Dannag Abimanyu, S.I.P., M.M., Danramil Ngargoyoso Abdul Hanan Harmain, Kapolsek Ngargoyoso Suparjo, Kepala Desa Berjo Duwiharyanto, serta Direktur BUMDes Alam Berjo Sularno.

Kehadiran mereka menjadi bagian dari dukungan terhadap festival yang selama ini telah berkembang sebagai salah satu agenda tahunan Desa Berjo.

Mengangkat tema “Kembali Tempoe Doeloe”, festival tersebut membawa masyarakat bernostalgia sekaligus menikmati berbagai hiburan yang sarat nuansa budaya. Tema itu juga menjadi ruang untuk menghidupkan kembali nilai tradisi dan gotong royong yang selama ini melekat dalam kehidupan masyarakat Desa Berjo.

Berjo Fest Dorong Pariwisata dan UMKM

Lebih dari sekadar panggung hiburan, Berjo Fest 2026 diarahkan menjadi bagian dari upaya memperkenalkan potensi Desa Berjo kepada masyarakat yang lebih luas.

Penyelenggaraan festival di kawasan Air Terjun Jumog diharapkan dapat menarik lebih banyak wisatawan. Pada saat yang sama, geliat kegiatan tersebut diharapkan ikut membuka peluang bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk mengembangkan aktivitas ekonominya.

Kepala Desa Berjo Duwiharyanto dalam sambutannya menyampaikan rasa syukur atas terlaksananya Berjo Fest 2026. Ia juga memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat, mulai dari panitia, Karang Taruna Gandiwa, BUMDes Alam Berjo, perangkat desa, sponsor, relawan, hingga masyarakat.

Menurut Duwiharyanto, festival ini memiliki makna yang lebih luas dibandingkan sekadar peringatan hari jadi desa dan kemerdekaan Indonesia.

Berjo Fest menjadi momentum untuk memperkuat hubungan antarwarga, menjaga keberadaan budaya lokal, sekaligus mengenalkan potensi wisata dan ekonomi kreatif Desa Berjo kepada khalayak yang lebih luas.

“Berjo Fest adalah milik seluruh masyarakat. Melalui kegiatan ini kita berharap semangat gotong royong tetap terjaga, budaya lokal semakin dicintai, dan potensi Desa Berjo semakin dikenal oleh masyarakat luas,” ujar Duwiharyanto.

Ketoprak hingga Lawakan Marwoto Meriahkan Panggung

Setelah seremoni pembukaan selesai, suasana berubah menjadi lebih cair. Berbagai pertunjukan hiburan mulai mengambil alih perhatian warga yang telah memenuhi lokasi festival.

Ketoprak Ngampoeng tampil membawa atmosfer budaya Jawa yang kental. Pertunjukan tersebut mendapatkan sambutan hangat dari penonton yang menikmati sajian seni tradisional di tengah rangkaian festival.

Kemeriahan kemudian berlanjut melalui penampilan Marwoto Srimulat. Bintang tamu tersebut menghibur masyarakat dengan lawakan khasnya dan membuat suasana malam pembukaan semakin hidup.

Pesta kembang api menjadi salah satu penanda puncak kemeriahan. Kilatan cahaya menghiasi langit Desa Berjo, sementara tepuk tangan warga terdengar mengiringi pertunjukan tersebut.

Antusiasme pengunjung kembali meningkat ketika panitia membagikan berbagai doorprize kepada masyarakat.

Kolaborasi Jadi Kekuatan Festival

Di balik kemeriahan panggung, Berjo Fest 2026 memperlihatkan kolaborasi sejumlah unsur masyarakat desa. Pemerintah desa, BUMDes, Karang Taruna, pelaku UMKM, dan masyarakat mengambil peran dalam pelaksanaan kegiatan tersebut.

Sinergi itu diharapkan tidak berhenti pada penyelenggaraan festival. Kolaborasi tersebut diharapkan mampu mendukung pertumbuhan sektor pariwisata dan ekonomi kreatif Desa Berjo sehingga manfaatnya dapat dirasakan masyarakat.

Rangkaian festival pun belum berakhir. Pada Minggu (23/8/2026), Berjo Fest 2026 kembali menghadirkan sejumlah kegiatan, antara lain Senam Jadoel, seremoni Pordes, bazar UMKM, pembagian doorprize, serta hiburan dari Om Lorensa Dangdut Jadoel.

Dengan menggabungkan hiburan, tradisi, pemberdayaan ekonomi, dan semangat kebersamaan, Berjo Fest 2026 diharapkan terus berkembang sebagai agenda tahunan Desa Berjo. Festival tersebut sekaligus menjadi ruang untuk memperkuat identitas Desa Berjo sebagai desa wisata yang memiliki kekayaan budaya, tradisi, serta beragam potensi lokal. (Wardi)