Independen, Akurat & Berimbang
Berita  

Pemkab Taput Prioritaskan Infrastruktur di Garoga

Taput, MWT – Jalan rusak, keterbatasan jaringan komunikasi, hingga kebutuhan fasilitas pendidikan dan kesehatan menjadi pekerjaan rumah yang dibawa pulang Pemkab Tapanuli Utara dari Kecamatan Garoga. Seluruh persoalan itu mengemuka saat Bupati Tapanuli Utara, Dr. Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat, S.Si., M.Si., turun langsung menemui masyarakat dan melihat kondisi infrastruktur di Desa Lontung Jae I, Sabtu (22/8/2026).

Kunjungan tersebut menjadi bagian dari rangkaian kerja Bupati di Garoga untuk memastikan kebijakan pembangunan disusun berdasarkan kebutuhan nyata masyarakat. Dalam kesempatan itu, Jonius tidak hanya meninjau akses menuju Desa Lontung Jae I, tetapi juga membuka ruang dialog dengan masyarakat dan sejumlah pemangku kepentingan.

Aspirasi disampaikan secara langsung oleh masyarakat bersama tokoh adat, Kepala Desa, Anggota DPRD Tapanuli Utara Sahat Sibarani, Camat Garoga, serta pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD) terkait.

Berbagai kebutuhan daerah dibahas dalam pertemuan tersebut. Persoalannya mencakup kondisi jalan dan parit, keterbatasan jaringan komunikasi, kebutuhan lapangan sepak bola, hingga penguatan fasilitas kesehatan dan pendidikan.

Rp5 Miliar

Untuk menjawab kebutuhan infrastruktur, Bupati Taput menyampaikan rencana pengalokasian anggaran sekitar Rp5 miliar pada tahun depan. Dana tersebut diarahkan untuk penanganan sejumlah ruas jalan yang dinilai menjadi prioritas.

Beberapa ruas yang masuk dalam rencana penanganan antara lain Sippang III, Batu Mamak, dan Pearaja.

Selain infrastruktur fisik, persoalan konektivitas digital juga mendapat perhatian. Pemerintah akan mendorong masyarakat mengajukan permohonan jaringan kepada Telkomsel. Sementara kebutuhan akses internet di lingkungan sekolah akan didukung dengan persiapan layanan internet melalui Starlink.

Pustu Dan Perpustakaan

Pada sektor kesehatan, Pemkab Tapanuli Utara menyatakan kesiapan mendukung pembangunan Puskesmas Pembantu (Pustu) di Garoga. Skemanya, masyarakat menyiapkan lahan, sedangkan pemerintah daerah mengalokasikan anggaran untuk pembangunan fasilitas tersebut.

Perhatian serupa diberikan terhadap dunia pendidikan. Pemkab Taput menempatkan pembangunan yang berpengaruh langsung terhadap kegiatan belajar mengajar sebagai salah satu prioritas.

Salah satu kebutuhan yang dibahas ialah rencana pembangunan perpustakaan SMP Negeri 6 Garoga. Fasilitas olahraga juga tidak luput dari perhatian, termasuk lapangan sepak bola yang diharapkan dapat menunjang aktivitas siswa sekaligus menjadi ruang untuk mengembangkan potensi olahraga.

Diminta Bersiap

Dalam pertemuan tersebut, Bupati juga mengingatkan guru dan tenaga kesehatan agar mempersiapkan diri menghadapi peluang perubahan status PPPK paruh waktu menjadi penuh waktu melalui proses seleksi yang akan berlangsung pada tahun depan.

Dari kunjungan kerja di Garoga, pemerintah daerah membawa sejumlah aspirasi masyarakat sebagai bahan pertimbangan dalam menetapkan prioritas pembangunan. Pendekatan tersebut diarahkan agar kebijakan yang ditetapkan tidak berhenti pada perencanaan, tetapi benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat dan memberikan manfaat yang dapat dirasakan secara langsung. (TU1)