Medan, MWT – Gubernur Sumatera Utara Muhammad Bobby Afif Nasution meminta kepala sekolah melaporkan kondisi kamar mandi secara berkala serta mendata kebutuhan laboratorium setelah menerima keluhan siswa dalam peluncuran program Teras Pelajar Sumut Berkah di Medan, Jumat (23/10/2026).
Dalam dialog bersama pelajar SMA sederajat, Bobby menerima aspirasi mengenai kondisi kamar mandi dan fasilitas laboratorium yang dinilai belum memadai. Ia meminta Dinas Pendidikan Sumut mendata kebutuhan laboratorium komputer dan sains untuk ditindaklanjuti.
“Nanti kepala sekolah coba secara berkala fotokan kamar mandi sekolahnya, kirim ke kami biar kita benahi dan fasilitas lab komputer, sains yang kurang tolong didata Pak Kadis Pendidikan agar kita benahi,” kata Bobby.
Peluncuran Teras Pelajar Sumut Berkah berlangsung di halaman Kantor Gubernur Sumut, Jalan Diponegoro Nomor 30, Medan. Program ini dirancang sebagai wadah kreativitas, ekspresi, dan pengembangan potensi siswa SMA sederajat, baik di bidang akademik maupun nonakademik.
Kegiatan tersebut menampilkan berbagai aktivitas pelajar, antara lain pentas seni, peragaan busana, pameran sains, galeri pameran, dan kegiatan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM).
Bobby mengatakan, Pemerintah Provinsi Sumatera Utara berencana membuka gedung heritage Kantor Gubernur Sumut bagi pelajar mulai tahun depan. Fasilitas yang direncanakan tersedia meliputi studio musik, studio podcast, ruang belajar dan diskusi, serta laboratorium komputer.
“Tahun depan silahkan gunakan gedung heritage Kantor Gubernur, kita akan fasilitasi studio musik, studio podcast, ruang belajar dan diskusi, lab komputer dan lainnya, jadi di luar sekolah kalian bisa ngumpul di sini saling berinteraksi untuk menggali potensi-potensi kalian,” ujar Bobby.
Program Teras Pelajar Sumut Berkah dijadwalkan berlangsung setiap dua minggu sekali secara bergiliran berdasarkan wilayah Cabang Dinas Pendidikan Sumut. Program tersebut diharapkan menjadi ruang bagi siswa untuk mengembangkan bakat dan memperluas interaksi dengan pelajar dari sekolah lain.
Bobby juga meminta tenaga pendidik mendukung siswa yang memiliki potensi di luar bidang akademik. Menurut dia, pendidikan formal dan pengembangan bakat perlu berjalan beriringan.
“Potensi itu bukan hanya dari akademik, jadi saya harap tenaga pendidik tidak menghambat siswa-siswinya yang punya potensi di luar akademik, misalnya siswanya potensi jadi atlet, jangan sampai bilang ke siswa ‘mau jadi atlet apa sekolah’ saya rasa pendidikan dan potensi itu harus berjalan bersama,” katanya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pendidikan Sumut Alexander Sinulingga menyampaikan bahwa sejumlah siswa mulai menunjukkan potensi di bidang desain fesyen dan seni pertunjukan. Ia mengatakan, pemerintah daerah berencana memberangkatkan siswa berbakat ke Paris Fashion Week.
“InsyaAllah minggu depan atau dua minggu lagi kita akan kirim siswa kita ke Paris Fashion Week karena potensi mereka sangat bagus, siswa-siswa lain juga sudah mulai terlihat potensinya seperti teater musik dan lainnya, kita harap dengan program ini semakin banyak yang muncul,” kata Alexander.
Salah seorang pelajar, Alya, mengaku senang dapat menyampaikan aspirasi secara langsung kepada Gubernur Sumut. Ia juga menyebut dirinya bersama seorang teman memperoleh beasiswa ke universitas dari Bobby.
“Senang sekali, bisa langsung curhat ke Pak Gubernur, bisa bertemu dengan teman-teman sekalah lain dan Saya sama teman saya dapat beasiswa ke universitasdari Pak Gubernur,” kata Alya.
Peluncuran program tersebut turut dihadiri jajaran organisasi perangkat daerah Pemprov Sumut, kepala sekolah Wilayah I, tenaga pendidik, tokoh pendidikan, serta siswa dari Medan dan Deli Serdang. (red)
