Batam, MWT – Aktivitas pembangunan di kawasan pesisir Nongsa Kampung Melayu, Kampung Tua Batu Besar, Kota Batam, mulai menjadi perhatian. Di kawasan yang berada di sekitar restoran Rizki dan Citra Lautan Teduh itu, sejumlah alat berat terlihat dikerahkan untuk mengerjakan lahan dan pelabuhan rakyat mulai digaungkan.
Pantauan di lokasi menunjukkan bibir pantai telah dikapling. Material tanah juga disiapkan untuk meratakan permukaan kawasan, sementara pekerjaan dilakukan dengan menggunakan alat berat.
Keterangan dari pekerja yang tak suka namanya ditulis , Rabu (2/9/2026) kepada awak media menyebutkan bahwa aktivitas tersebut berkaitan dengan rencana pembangunan pelabuhan rakyat. Saat ditanya nama investor atau pihak pembangunnya, pekerja ini mengelak.
Informasi mengenai proyek itu sebelumnya disebut telah dikoordinasikan dengan Dinas Perhubungan Kota Batam. Namun, pihak dinas menyatakan akan terlebih dahulu melakukan pengecekan langsung untuk memastikan aktivitas pembangunan dan status perizinannya.
Sumber di Dinas Perhubungan Kota Batam mengatakan pihaknya sejauh ini belum menerima informasi mengenai proyek tersebut. Karena itu, pemantauan ke lokasi akan dilakukan untuk memperoleh kepastian mengenai kegiatan yang sedang berlangsung.
Di tengah aktivitas pembangunan tersebut, warga setempat berharap instansi dan aparat terkait segera memastikan peruntukan lahan. Kejelasan tersebut dinilai penting, terutama untuk memastikan kegiatan di kawasan pesisir tetap memperhatikan aspek pelestarian lingkungan hidup.
Di sisi lain, Pemerintah Kota Batam memang mengalokasikan anggaran sebesar Rp4,27 miliar melalui APBD 2026 untuk pembangunan satu unit Pelabuhan Pengumpan Lokal.
Namun, dokumen anggaran yang tersedia untuk publik belum menunjukkan lokasi spesifik pembangunan pelabuhan tersebut. Dengan kondisi itu, hubungan antara proyek yang berlangsung di kawasan Kampung Melayu, Nongsa, dan anggaran pembangunan pelabuhan tersebut masih memerlukan pembuktian lebih lanjut melalui dokumen pengadaan maupun dokumen teknis.
Dengan demikian, kepastian mengenai status pembangunan di pesisir Kampung Melayu belum dapat ditarik hanya dari aktivitas di lapangan. Pemeriksaan oleh Dinas Perhubungan serta penelusuran dokumen pengadaan dan teknis menjadi penting untuk memastikan apakah kegiatan tersebut memang bagian dari pembangunan Pelabuhan Pengumpan Lokal yang dialokasikan dalam APBD 2026. (Zul)
