Berita  

Warga Desa Manunggal Deli Serdang Patungan Timbun Jalan Rusak

Deli Serdang, MWT – Kerusakan parah yang terjadi di Jalan Veteran Pasar 9, Desa Manunggal, Kecamatan Helvetia, Kabupaten Deli Serdang, Sumatera Utara, kembali menjadi sorotan setelah warga turun tangan memperbaiki ruas jalan menggunakan dana pribadi. Aksi gotong royong itu dilakukan karena kondisi jalan dinilai membahayakan pengguna dan telah berulang kali menyebabkan kecelakaan.

Pantauan di lokasi pada Minggu (26/7/2026) menunjukkan sebagian badan jalan telah ditimbun material, sementara beberapa titik lainnya masih dipenuhi lubang dan genangan air. Sejumlah pengendara terlihat harus memperlambat laju kendaraan bahkan kesulitan melintasi ruas tersebut akibat permukaan jalan yang rusak.

Sebagaimana disiarkan detik.com, Kepala Dusun 6 Desa Manunggal, Aris Setiawan, mengatakan proses penimbunan dilakukan warga bersama para pemuda setempat pada Sabtu malam. Material yang digunakan berupa campuran pasir dan batu (sirtu) sebanyak 10 dump truck.

Menurut Aris, biaya pengadaan material berasal dari bantuan seorang warga bernama Mery yang merupakan pemilik panti sekaligus pengusaha. Ia menyebut keterlibatan masyarakat menjadi solusi darurat untuk mengurangi risiko kecelakaan di ruas jalan tersebut.

“Semalam sudah ditimbun warga dan pemuda setempat sebanyak 10 dump truck. Dana bantuannya berasal dari warga bernama Buk Mery yang merupakan pemilik panti dan seorang pengusaha,” kata Aris di dekat lokasi jalan rusak, Minggu (26/7/2026).

Ia mengungkapkan, penimbunan tidak berhenti pada tahap pertama. Pada pekan depan direncanakan kembali dilakukan penimbunan dengan tambahan 10 dump truck material.

Aris menilai langkah swadaya masyarakat itu sangat membantu menekan potensi kecelakaan, mengingat kerusakan jalan telah memakan banyak korban.

“Untuk saat ini itulah yang membantu memperbaiki jalan ataupun menimbun agar menghindari kecelakaan. Korban sudah banyak akibat jalan rusak itu,” ujarnya.

Meski demikian, Aris menegaskan penimbunan hanya bersifat sementara. Menurutnya, pemerintah perlu segera melakukan perbaikan permanen karena status ruas tersebut merupakan jalan milik Pemerintah Provinsi Sumatera Utara.

Ia menyebut lapisan aspal di jalan tersebut telah berusia sekitar 10 tahun, sementara saluran drainase disebut tidak pernah diperbaiki selama lebih dari dua dekade. Usulan perbaikan juga pernah disampaikan, namun hingga kini belum terealisasi.

“Sebenarnya sudah pantas jalan itu diperbaiki. Aspalnya sudah 10 tahunan, drainasenya lebih dari 20 tahun tidak diperbaiki. Jalan tersebut pernah diusulkan untuk diperbaiki, tetapi belum juga direalisasikan. Yang terpenting sekarang sudah ada yang membantu menimbun,” katanya.

Salah seorang warga, Alex, mengatakan dirinya ikut terlibat dalam proses penimbunan bersama masyarakat sekitar. Pekerjaan dilakukan secara gotong royong mulai pukul 09.00 hingga 13.00 WIB, kemudian dilanjutkan pada malam hari untuk penimbunan tahap berikutnya.

“Kita menimbun jalan rusak itu dari pukul 09.00 sampai 13.00 WIB. Ada masyarakat yang menyumbang karena jalan jelek, jadi kita perbaiki karena ini juga jalan yang setiap hari kami gunakan,” ujar Alex.

Alex berharap pemerintah segera melakukan pengaspalan secara menyeluruh serta membangun sistem drainase yang memadai agar air hujan tidak lagi menggenangi badan jalan. Menurutnya, kondisi tersebut selama ini menjadi salah satu penyebab meningkatnya risiko kecelakaan.

“Sering juga ada orang jatuh karena kondisi jalan dan kemacetan. Harapannya jalan rusak tersebut segera diaspal dengan baik dan cepat dikerjakan,” tuturnya.

Sebelumnya, aksi penimbunan jalan menggunakan dana pribadi itu viral di media sosial. Video yang beredar luas menarik perhatian publik karena memperlihatkan warga bergotong royong memperbaiki jalan yang disebut minim mendapat perhatian pemerintah, meski merupakan akses jalan provinsi yang setiap hari dilalui masyarakat. (det)