Bupati Dorong Menjakap Buah Jelai Hulu Menjadi Cagar Budaya dan Destinasi Wisata

Ketapang , MWT – Ribuan warga tumpah ruah memadati Desa Penyarang, Kecamatan Jelai Hulu, Kabupaten Ketapang, Sabtu (4/7/2026), untuk mengikuti Tradisi Adat Menjakap Buah. Pesta musim buah yang telah diwariskan secara turun-temurun oleh masyarakat Dayak itu kembali digelar meriah, menghadirkan perpaduan antara ritual adat, ungkapan syukur, serta semangat melestarikan budaya leluhur.

Perayaan tahun ini terasa lebih istimewa karena dihadiri langsung Bupati Ketapang Alexander Wilyo bersama jajaran Pemerintah Kabupaten Ketapang. Kehadiran orang nomor satu di Ketapang itu disambut hangat oleh masyarakat, tokoh adat, Camat Jelai Hulu, para kepala desa, serta tamu undangan yang telah memadati lokasi sejak pagi.

Mengangkat tema “Cintailah Budaya sebagai Identitas Orang Dayak dan Kekayaan Budaya Takbenda Bernilai Tinggi Bangsa Indonesia”, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi wujud rasa syukur atas melimpahnya hasil panen buah, tetapi juga menjadi ruang memperkuat identitas budaya Dayak sekaligus memperkenalkan potensi wisata adat yang dimiliki Kecamatan Jelai Hulu.

Rangkaian acara diawali dengan arak-arakan Balai Buah dari sejumlah pedukuhan menuju kawasan Duren Gelanggang sebagai pusat pelaksanaan kegiatan. Sebanyak tujuh Balai Buah yang dihiasi beragam hasil bumi dipikul oleh kelompok-kelompok tani dari berbagai dusun dan desa. Arak-arakan berlangsung semarak, menggambarkan semangat gotong royong, kebersamaan, dan ungkapan syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas limpahan hasil alam.

Sesampainya di lokasi, rombongan Bupati Alexander Wilyo disambut melalui prosesi adat. Di sepanjang jalur penyambutan, para tamu dipersilakan mencicipi beragam buah khas Kalimantan yang tersaji di sisi jalan. Mulai dari durian, kusik, mentawak, rambutan, sedawak, limat, tratungan, bangkul, sani, kapul, alek-alek, mawak, mantan, ambawang, maloi, kembayau, matamamar hingga berbagai buah lokal lainnya menjadi suguhan yang memanjakan setiap pengunjung.

Suasana semakin khidmat ketika prosesi memasuki puncak acara melalui ritual adat Tatak Galang. Prosesi ini diawali dengan penyambutan tamu kehormatan, dilanjutkan arak-arakan Balai Buah, sambutan para tokoh adat dan pemerintah, pembagian buah kepada masyarakat, hingga ritual syukuran musim buah yang telah menjadi tradisi turun-temurun masyarakat Jelai Hulu.

Dalam sambutannya, Bupati Ketapang Alexander Wilyo menilai Tradisi Menjakap Buah merupakan warisan budaya yang memiliki nilai sangat tinggi dan keunikan tersendiri karena hanya dapat dijumpai di Kecamatan Jelai Hulu.

“Tradisi Menjakap Buah ini sangat unik. Budaya seperti ini wajib kita jaga dan kita lestarikan. Saya berharap tradisi ini dapat ditetapkan sebagai cagar budaya sekaligus dikembangkan menjadi destinasi wisata budaya Kabupaten Ketapang. Mulai tahun depan, kegiatan ini akan kita dorong menjadi agenda resmi yang diprogramkan melalui dinas terkait,” ujar Alexander Wilyo.

Bupati yang juga menyandang gelar adat Kepatihan Jaga Pati Laman Sembilan Damung Sepuluh Kerajaan Hulu Ai itu menegaskan bahwa menjaga kelestarian budaya bukan hanya menjadi tanggung jawab para tetua adat, melainkan tugas bersama seluruh elemen masyarakat agar nilai-nilai luhur warisan leluhur tetap hidup dan terus dikenal oleh generasi mendatang.

Setelah prosesi adat selesai, kegiatan dilanjutkan dengan penyerahan penghargaan kepada para tetua adat dan tokoh masyarakat yang dinilai berjasa dalam menjaga kelestarian budaya. Panitia kemudian mengumumkan pemenang Balai Buah terbaik yang mendapat apresiasi dari masyarakat.

Nuansa kekeluargaan semakin terasa ketika seluruh peserta, tamu undangan, dan masyarakat menikmati aneka buah yang telah disediakan panitia. Gelak tawa dan kebersamaan mewarnai suasana, bahkan tidak sedikit pengunjung yang membawa pulang buah-buahan tersebut sebagai buah tangan.

Rangkaian Tradisi Menjakap Buah kemudian ditutup melalui ritual adat di Rumah Adat yang dilanjutkan dengan makan bersama. Momentum tersebut menjadi simbol persatuan, persaudaraan, sekaligus ungkapan syukur masyarakat Dayak Jelai Hulu atas berkah hasil bumi yang melimpah.

Lebih dari sekadar pesta musim buah, Tradisi Menjakap Buah menjadi penegas kuatnya identitas budaya masyarakat Dayak di Kecamatan Jelai Hulu. Dukungan Pemerintah Kabupaten Ketapang untuk mendorong tradisi ini menjadi cagar budaya sekaligus destinasi wisata diharapkan mampu menjaga keberlangsungannya, sekaligus mengangkat Menjakap Buah sebagai salah satu ikon wisata budaya unggulan Kabupaten Ketapang dan Kalimantan Barat. (M.Roga)