Kendawangan, MWT – Kepala Desa Selimatan Jaya, Kecamatan Kendawangan, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, Has L Naty, menyoroti rendahnya disiplin aparatur desa setelah tidak satu pun staf maupun kepala dusun hadir di kantor desa pada Senin pagi saat persiapan penyaluran bantuan pangan kepada masyarakat.
Kepala Desa Selimatan Jaya mengungkapkan dirinya telah berada di kantor desa sejak pukul 07.30 WIB. Namun hingga tiba di kantor, belum ada satu pun staf desa yang datang untuk menjalankan tugas pelayanan kepada masyarakat.
Menurutnya, sebagai aparatur pemerintahan desa, seluruh perangkat desa wajib hadir dan memberikan pelayanan kepada masyarakat, terlebih pada hari kerja.
“Hari ini adalah hari Senin. Aparatur desa seharusnya masuk kantor karena tugas kita adalah melayani masyarakat. Kecuali hari Sabtu, Minggu, atau hari libur nasional, barulah tidak ada kewajiban masuk kantor,” ujar kepala desa saat ditemui awak media di Kantor Desa Selimatan Jaya.
Ia mengaku kecewa karena justru dirinya sebagai kepala desa yang terlebih dahulu hadir di kantor, sementara staf desa belum juga datang.
Pada hari itu, pemerintah desa dijadwalkan melakukan persiapan penyaluran bantuan pangan kepada masyarakat. Berdasarkan data yang tersedia, terdapat 182 penerima bantuan pangan di Desa Selimatan Jaya. Masing-masing penerima akan memperoleh dua karung beras Bulog serta empat liter minyak goreng.
Namun hingga pukul 11.30 WIB, kepala desa mengaku masih menunggu kehadiran para kepala dusun maupun staf desa lainnya. Menurutnya, tidak seorang pun datang ke kantor desa untuk membantu proses persiapan maupun pelaksanaan penyaluran bantuan tersebut.
Kepala desa mengatakan, penyaluran bantuan pangan semestinya dilaksanakan sesuai mekanisme yang telah diatur. Setiap proses penyaluran, kata dia, harus melibatkan perangkat desa sesuai bidang tugas masing-masing, termasuk kepala dusun dan ketua RT, agar pelayanan kepada masyarakat dapat berjalan tertib dan sesuai ketentuan.
Ia mempertanyakan mengapa seluruh pekerjaan yang berkaitan dengan pendataan maupun penyaluran bantuan harus ditangani seorang diri, padahal telah ada pembagian tugas kepada masing-masing perangkat desa.
“Pekerjaan ini seharusnya dilaksanakan bersama sesuai mekanisme yang berlaku. Setiap bantuan harus dihadiri perangkat desa sesuai bidangnya, kepala dusun, maupun ketua RT. Jangan sampai semuanya harus saya kerjakan sendiri,” tegasnya.
Hingga berita ini ditulis, belum diperoleh keterangan dari para staf desa maupun perangkat desa lainnya terkait ketidakhadiran mereka di Kantor Desa Selimatan Jaya pada hari tersebut. (Jajir)
