Batam, MWT – Aparat dari Kantor Imigrasi Kelas I Khusus TPI Batam menggelar operasi penindakan skala besar di kawasan hunian Baloi View, Rabu (6/5/2026) pagi. Dalam operasi tersebut, ratusan warga negara asing (WNA) diamankan karena diduga terlibat aktivitas penipuan daring (online scamming).
Penindakan dilakukan sejak dini hari dengan menyasar sejumlah titik strategis di dalam kompleks. Petugas turut mengamankan berbagai barang bukti berupa perangkat elektronik dalam jumlah besar, seperti ponsel pintar, laptop, router jaringan, hingga server mini yang ditemukan dalam kondisi aktif.
Kepala Kantor Imigrasi Batam, Wahyu Eka Putra, menyatakan jumlah pasti WNA yang diamankan masih dalam proses verifikasi. Meski demikian, ia memastikan jumlahnya mencapai ratusan orang.
“Angkanya sedang dihitung untuk dipastikan. Yang jelas jumlahnya ratusan,” ujarnya di Batam Center, Rabu (6/5).
Menurut Wahyu, operasi ini merupakan tindak lanjut dari pengembangan kasus sebelumnya yang diperkuat dengan laporan intelijen masyarakat.
Proses penindakan dilakukan setelah melalui tahapan penyelidikan dan pengumpulan bahan keterangan (pulbaket).“Ada proses sinergi, ada pulbaket, dan serangkaian kegiatan untuk memastikan. Tidak mungkin laporan langsung ditindak tanpa persiapan,” jelasnya.
Terkait dugaan praktik scamming, pihak imigrasi belum memberikan rincian lebih lanjut. Namun, indikasi ke arah tersebut diakui tengah didalami.
“Indikasi ke sana ada, namun kepastiannya menunggu hasil pendalaman. Nanti akan kami sampaikan secara utuh,” tambah Wahyu.
Dalam operasi tersebut, Imigrasi Batam juga melibatkan aparat kepolisian untuk memastikan keamanan selama proses berlangsung. Sinergi antarinstansi disebut berjalan optimal.
Seluruh WNA yang diamankan saat ini telah dibawa ke kantor imigrasi untuk menjalani pemeriksaan lanjutan. Sementara itu, barang bukti elektronik akan menjalani uji forensik digital guna mengungkap jaringan dan modus operandi yang diduga dijalankan.
Pihak imigrasi mengimbau masyarakat untuk menunggu hasil resmi pemeriksaan agar informasi yang disampaikan tetap akurat dan komprehensif. “ Berikan kami waktu untuk mendalami agar informasi yang diterima masyarakat utuh,” pungkas Wahyu. (Zul)
