Berita  

Karnadi Pedalaman Kalbar Tembus Panggung DMD Jakarta

Kendawangan, MWT – Seorang pemuda asal pedalaman Kalimantan Barat, Karnadi, berhasil tampil di ajang pencarian bakat dangdut DMD Panggung Rejeki di Jakarta. Kehadirannya menjadi sorotan karena latar belakangnya yang berasal dari Dusun Air Merah, Desa Bangkal Serai, Kecamatan Kendawangan, Kabupaten Ketapang.

Karnadi yang merupakan anak ketiga dari tiga bersaudara ini harus menempuh perjalanan panjang dan penuh keterbatasan untuk bisa mengikuti audisi. Ia mengungkapkan bahwa dari kampung halamannya, perjalanan menuju ibu kota kabupaten bisa memakan waktu hingga satu hari penuh.

Dalam sesi audisi yang dipandu oleh Irfan Hakim, Karnadi sempat ditanya mengenai asal-usul dan perjuangannya menuju Jakarta. Dengan percaya diri, ia menjawab berasal dari Dusun Air Merah yang terpencil di Kabupaten Ketapang.

Pertanyaan juga datang dari juri Inul Daratista yang menyoroti perjalanan Karnadi dari kampung hingga ke ibu kota. Ia menjelaskan berangkat pukul 01.00 dini hari dari desanya, lalu tiba di Bandara Pangkalan Bun, Kalimantan Tengah, sekitar pukul 07.00 pagi sebelum melanjutkan penerbangan ke Jakarta.

Seluruh biaya perjalanan, termasuk tiket pesawat, ditanggung oleh sang abang sebagai bentuk dukungan keluarga. Hal ini pun mendapat apresiasi dari para juri yang terharu dengan perjuangan Karnadi.

Dalam audisi tersebut, Karnadi membawakan lagu “Cincin Putih”. Pada percobaan pertama, ia belum berhasil lolos. Namun berkat doa dan dukungan keluarga di kampung, ia kembali mencoba untuk kedua kalinya dan akhirnya dinyatakan lolos ke tahap berikutnya.

Karnadi menyampaikan bahwa keikutsertaannya bukan hanya untuk meraih kesuksesan pribadi, tetapi juga membawa nama daerahnya ke tingkat nasional. Ia berharap pemerintah dari tingkat desa hingga provinsi dapat memberikan perhatian lebih kepada generasi muda di daerah terpencil.

“Tujuan saya hanya satu, ingin membawa nama kampung halaman saya agar dikenal luas,” ujarnya saat dikonfirmasi melalui sambungan seluler.

Ia juga mengajak generasi muda di pedalaman Kalimantan Barat, khususnya Kabupaten Ketapang, untuk terus berjuang dan berani bermimpi meski berasal dari daerah yang jauh dari pusat kota.“ Kalau kita mau bangkit, kita pasti bisa, walau dari desa terpencil,” pungkasnya. (Jajir)