Independen, Akurat & Berimbang
Berita  

Kapal Ambulans Hibah Kepri Hampir Setahun Belum Beroperasi

Batam, MWT — Kapal Ambulans Laut 03 bantuan Pemerintah Provinsi Kepulauan Riau (Kepri) belum beroperasi di Kabupaten Karimun meski telah dihibahkan sejak akhir 2025. Kapal tersebut hingga kini masih tertambat di dermaga rakyat Pulau Paret, Kecamatan Selat Gelam.

Kapal itu disiapkan untuk mendukung pelayanan kesehatan masyarakat di wilayah kepulauan. Namun, hampir satu tahun setelah menerima hibah, Pemerintah Kabupaten Karimun belum menetapkan skema operasional untuk mengaktifkan layanan tersebut.

Camat Selat Gelam Indra Sulaiman membenarkan kondisi itu saat dikonfirmasi Batam Pos, Rabu (7/10). Menurut dia, Kapal Ambulans Laut 03 masih berada di lokasi semula.

“Masih ada di tempat awal. Masih tertambat di dermaga,” kata Indra.

Dikutip dari batampos, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Karimun drg Soerjadi juga membenarkan kapal ambulans tersebut belum difungsikan. Dinkes Karimun masih mencari pola pengelolaan agar kapal dapat dimanfaatkan untuk pelayanan kesehatan masyarakat.

“Saat ini kami lagi mencari pola untuk bisa mengoperasikannya,” ujar Soerjadi.

Menurut Soerjadi, rencana awal kapal tersebut akan dioperasikan oleh RSUD Tanjungbatu. Namun, rencana tersebut belum dapat direalisasikan karena masih terdapat sejumlah kendala.

Dinkes Karimun kemudian mempertimbangkan skema lain yang dinilai lebih memungkinkan. Salah satu hal yang dikaji berkaitan dengan pembiayaan ketika kapal digunakan untuk membawa pasien.

Soerjadi mencontohkan biaya perjalanan pasien menggunakan ambulans laut dapat diarahkan melalui skema klaim BPJS Kesehatan. Sementara biaya operasional awal dapat didukung oleh pemerintah kabupaten.

“Sebagai contoh, jika kapal ambulans laut tersebut digunakan membawa orang sakit, maka bisa masuk sebagai klaim BPJS Kesehatan. Tidak masalah jika biaya operasional awal tersebut disupport pemerintah kabupaten. Ini salah satu contoh pola dari kami,” jelasnya.

Hingga kini, belum ada skema baku yang ditetapkan untuk mengaktifkan layanan transportasi medis tersebut. Dinkes Karimun masih berkoordinasi untuk menentukan formulasi operasional yang dinilai paling tepat.

Pemkab Karimun berharap pola operasional segera ditemukan agar kapal hibah tersebut tidak terus tertambat di dermaga. Kapal itu diharapkan dapat dimanfaatkan untuk membantu masyarakat, terutama warga di wilayah pulau-pulau yang membutuhkan akses layanan kesehatan. (Zul)