Independen, Akurat & Berimbang
Berita  

Kabut Asap Pekat Kepung Manis Mata

Ketapang , MWT — Kabut asap pekat mulai menjadi pemandangan yang mengganggu aktivitas warga di wilayah Desa Manis Mata dan Desa Ratu Elok, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, Selasa, kemarin. Asap tersebut diduga berasal dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di sejumlah kawasan.

Kondisi itu memunculkan kekhawatiran terhadap kesehatan masyarakat. Paparan asap tidak hanya berpotensi mengganggu anak-anak, tetapi juga dapat dirasakan seluruh kelompok usia yang berada di kawasan terdampak.

Berdasarkan informasi yang diterima , titik karhutla berada tidak jauh dari wilayah permukiman. Laporan tersebut menyebut adanya kawasan hutan rawa atau lahan gambut yang terbakar.

Lokasi yang dimaksud berada di Dusun Durian Sebatang, wilayah Desa Seguling, Kecamatan Manis Mata, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat.

Kabut asap kemudian dilaporkan menyelimuti kawasan permukiman warga Desa Manis Mata dan Desa Ratu Elok. Situasi tersebut turut dirasakan di sejumlah fasilitas umum yang menjadi bagian dari aktivitas masyarakat sehari-hari.

Beberapa fasilitas yang disebut terdampak kondisi asap antara lain TK, SD, SMP, SMA, Puskesmas, kantor camat, kantor Kapolsek, kantor Koramil, kantor KUA, KUD-BJL, Bank Kalbar, hingga Bank BSI.

Warga mengaku keberadaan asap membuat kondisi lingkungan menjadi tidak nyaman. Keluhan yang dirasakan di antaranya mata terasa perih dan pedas, mata berair, serta pernapasan yang terasa kurang nyaman.

Atas kondisi tersebut, warga berharap para kepala desa di wilayah Manis Mata dan Desa Ratu Elok segera melakukan pengecekan kesehatan masyarakat yang berada di kawasan terdampak.

Pemeriksaan tersebut diharapkan mencakup anak-anak TK, SD, SMP, SMA hingga masyarakat dewasa. Menurut warga, pemantauan kesehatan secara rutin perlu dilakukan selama kabut asap akibat karhutla masih menyelimuti wilayah Manis Mata dan sekitarnya.

Warga Manis Mata berharap persoalan tersebut mendapat perhatian karena asap karhutla telah mengganggu aktivitas masyarakat sekaligus menimbulkan kekhawatiran terhadap kondisi kesehatan warga. (Jajir)