Independen, Akurat & Berimbang
Berita  

PTPN IV Sei Putih Optimalkan Perawatan TBM untuk Produktivitas

Galang , MWT – Manajemen PTPN IV PalmCo Regional 1 Kebun Sei Putih, Kecamatan Galang, Kabupaten Deli Serdang, terus mengoptimalkan pemeliharaan tanaman kelapa sawit belum menghasilkan (TBM) melalui sistem rotasi rutin setiap bulan. Program tersebut diarahkan untuk menjaga pertumbuhan tanaman secara optimal sekaligus mempersiapkan pencapaian target tanaman menghasilkan (TM).

Kegiatan pemeliharaan TBM 1 tahun tanam 2025 di Afdeling 3 dilaksanakan pada Sabtu (31/10/2026), dengan melibatkan jajaran operasional kebun dan tim pemeliharaan lapangan. Kegiatan tersebut dipimpin Asisten Kepala Efri Handoko, bersama Asisten Afdeling 3 Dedi Winarto, Mandor 1 Yudi Maputra, Krani Ade Eka Pramana, serta seluruh tim pemeliharaan.

Krani Afdeling 3, Ade Eka Pramana, saat dikonfirmasi , menjelaskan bahwa pemeliharaan rutin menjadi bagian dari upaya manajemen kebun dalam menjaga standar perawatan tanaman sesuai prosedur operasional perusahaan (SOP).

Menurut Ade, Asisten Afdeling 3 Dedi Winarto sistem rotasi pemeliharaan dilakukan secara terjadwal setiap satu bulan sekali untuk memastikan pertumbuhan TBM 1 tahun tanam 2025 tetap terjaga.

Berdasarkan keterangan tersebut, kondisi tanaman di Afdeling 3 saat ini dilaporkan menunjukkan perkembangan positif, dengan karakteristik pelepah berwarna hijau tua, lingkar bonggol yang besar, serta persentase tanaman hidup mencapai 98 persen.

Program pemeliharaan dengan rotasi bulanan itu juga direncanakan berlanjut sebagai kegiatan rutin di seluruh afdeling Kebun Sei Putih.

Selain pemeliharaan, manajemen Afdeling 3 turut memperhatikan pelaksanaan pemupukan TBM 1 tahun tanam 2025. Kegiatan tersebut dipantau langsung oleh Asisten Kepala, Asisten Afdeling 3, Mandor 1, dan tim pemeliharaan lapangan.

Dalam pelaksanaannya, pemupukan mengacu pada prinsip lima tepat sesuai SOP perusahaan, yakni tepat jenis, tepat dosis, tepat waktu, tepat cara, dan tepat tempat.

Jenis pupuk yang digunakan meliputi Urea, Dolomit, MOP, dan NPK berdasarkan rekomendasi bagian tanaman. Dosis pupuk ditimbang untuk setiap pokok tanaman, sedangkan aplikasinya dilakukan secara melingkar pada piringan dengan radius sekitar 1,5 meter, kemudian ditutup kembali menggunakan tanah.

Pengaturan dosis dan cara aplikasi tersebut merupakan bagian dari upaya menjaga efektivitas pemupukan serta mendukung pertumbuhan tanaman secara optimal.

Dalam pelaksanaan pemeliharaan dan perawatan tanaman, pekerjaan lapangan juga melibatkan rekanan atau vendor bernama Iwan, warga Kecamatan Galang, Kabupaten Deli Serdang.

Sementara itu, Manajer Kebun Sei Putih, Sylvana Hasibuan, menyampaikan apresiasi terhadap kinerja tim Afdeling 3 dalam melaksanakan program pemeliharaan dan perawatan tanaman.

Konsistensi pemeliharaan dan pemupukan menjadi bagian penting dalam mempersiapkan TBM memasuki fase tanaman menghasilkan. Dengan demikian, pelaksanaan program sesuai SOP diharapkan dapat mendukung produktivitas tanaman dan pencapaian target operasional Kebun Sei Putih.(nst)