Independen, Akurat & Berimbang
Berita  

Film Horor “Begu Ganjang” Segera Diproduksi  

Pemeran film horor "Begu Ganjang"

Jakarta, MWT — Aktor Randy Pangalila memerankan dr. Tobi, seorang dokter yang skeptis terhadap fenomena mistis, dalam film horor terbaru Begu Ganjang yang akan segera memasuki masa produksi.

Dalam film tersebut, dr. Tobi digambarkan sebagai sosok rasional yang meyakini setiap fenomena supranatural memiliki penjelasan ilmiah. Namun, pandangan itu mulai mendapat tantangan ketika ia menghadapi berbagai keanehan di sebuah rumah sakit di Sumatra.

Randy mengatakan, pengalaman karakter tersebut menjadi salah satu daya tarik yang membuatnya menerima proyek film itu. Ia menilai, konflik antara keyakinan rasional seorang dokter dan fenomena yang disaksikannya secara langsung menghadirkan tantangan tersendiri.

“Jadi semua itu ada penjelasannya, tetapi segala hal yang terjadi di dalam rumah sakit yang ada di Sumatra ini, keanehannya berkali-kali. Sampai akhirnya memaksa dia untuk mau tidak mau, suka atau tidak suka, melihat itu,” ujar Randy di kawasan Menteng, Jakarta Pusat, Senin (19/10).

Menurut Randy, situasi tersebut menempatkan dr. Tobi dalam konflik antara pengalaman yang disaksikannya dan tanggung jawab profesional seorang dokter untuk menjelaskan kondisi pasien secara medis.

“Nah, itu sih yang menurut aku sangat-sangat menarik. Dan ya aku jadi terima sih proyek ini,” imbuhnya.

Pertama Kali

Randy mengungkapkan, peran dr. Tobi menjadi pengalaman pertamanya memerankan karakter dokter. Untuk mendalami peran tersebut, ia bersama para pemain menjalani serangkaian lokakarya di sebuah rumah sakit di kawasan Ciputat.

Persiapan itu mencakup pengenalan prosedur pertolongan pertama atau first aid, resusitasi jantung paru (RJP), hingga protokol standar penanganan pasien di instalasi gawat darurat (IGD).

“Kami tuh memang benar-benar melihat bagaimana proses mulai dari first aid, mulai dari RJP, sampai bagaimana protokol-protokol yang harus kami lakukan untuk orang yang mau masuk ke IGD,” tutur Randy.

Ia menjelaskan, para pemain juga mempelajari sejumlah istilah kedokteran yang digunakan dalam adegan film, termasuk kolesistektomi dan hematuria.

Kolesistektomi merupakan prosedur operasi pengangkatan kantong empedu, sedangkan hematuria adalah kondisi ditemukannya darah dalam urine. Menurut Randy, pemahaman terhadap istilah tersebut diperlukan agar para pemain tidak hanya mampu mengucapkannya, tetapi juga memahami maknanya.

Istilah Medis

Randy mengakui, menghafal dan melafalkan istilah kedokteran menjadi salah satu kesulitan selama proses persiapan. Ia harus memahami arti istilah sekaligus menggunakannya secara tepat dalam adegan.

Ia menyebut proses pembacaan naskah atau reading yang cukup panjang serta diskusi dengan dr. Zia selaku penulis membantu mengatasi kendala tersebut.

“Lumayan susah untuk penyebutan-penyebutannya. Dan kami kan enggak bisa cuma sekadar menyebutkan, tetapi kan juga harus tahu artinya,” kata Randy.

Ia menambahkan, diskusi dengan penulis juga membantu para pemain memahami arti dan cara pengucapan istilah medis yang digunakan dalam naskah.

Bagi Randy, tantangan dalam film Begu Ganjang tidak hanya terletak pada unsur horor, tetapi juga pada kebutuhan menghadirkan aspek medis melalui karakter yang diperankannya.

“Jadi kayak buat saya sebagai seorang aktor ini adalah challenge yang baru. Bukan cuma sekadar horornya, tetapi ini membawa unsur medisnya itu,” ujarnya.

Film produksi Delapan Entertainment Studios tersebut akan segera memasuki masa produksi. Selain Randy Pangalila, film ini turut dibintangi Dwi Sasono, Omara Esteghlal, Alexandra Gottardo, dan Mathias Muchus. (red)