Langkat, MWT – Menjelang perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah, Kepala Desa Secanggang, Tengku Syaiful Anhar, mempertanyakan mengapa perangkat desa hingga kini tidak menerima Tunjangan Hari Raya (THR). Pernyataan itu disampaikan di Langkat, Sumatera Utara, sekitar sepekan sebelum Lebaran sebagai bentuk keprihatinan terhadap kesejahteraan perangkat desa yang dinilai menjadi ujung tombak pelayanan pemerintahan di tingkat desa.
Syaiful Anhar menyampaikan paraperangkat desa seolah tidak memiliki kepastian terkait pemberian THR. Padahal menurutnya, mereka memiliki peran penting dalam menjalankan roda pemerintahan serta pelayanan kepada masyarakat di desa.
Ia menilai kondisi tersebut menunjukkan kurangnya perhatian dari pihak atasan terhadap perangkat desa. Jika persoalan itu terus dibiarkan, dikhawatirkan dapat memengaruhi kepercayaan perangkat desa terhadap kebijakan pemerintah di tingkat yang lebih tinggi.
Syaiful juga menyinggung kasus yang terjadi di Kabupaten Cilacap, ketika Komisi Pemberantasan Korupsi melakukan operasi penindakan terhadap sejumlah pejabat daerah dan aparatur sipil negara yang diduga berkaitan dengan pengumpulan dana THR untuk pihak eksternal. Menurutnya, peristiwa tersebut menjadi pengingat bahwa persoalan THR dapat memicu polemik apabila tidak diatur secara transparan dan adil.
Sebagai alumni Gerakan Pemuda Ansor melalui program Liknas 86, Syaiful menilai perangkat desa selama ini turut berkontribusi besar dalam menyukseskan berbagai program pemerintah hingga ke tingkat masyarakat paling bawah.
Ia juga mempertanyakan sikap para wakil rakyat di lembaga legislatif yang dinilai belum menyuarakan persoalan tersebut.
Menurutnya, anggota DPR, DPRD provinsi, maupun DPRD kabupaten/kota seharusnya turut memperjuangkan kesejahteraan perangkat desa, mengingat mereka juga pernah meminta dukungan dari perangkat desa pada masa pemilihan.
Syaiful berharap pernyataan yang disampaikannya dapat menjadi perhatian para pemangku kebijakan agar nasib perangkat desa tidak terus terabaikan. (Mariani)
