Berita  

Ketua DPRD Kabupaten Langkat Dianugerahi Tokoh Peduli Buruh 

Langkat, MWT –  Ketua DPRD Langkat, Sribana Perangin-angin, SE, secara resmi menyatakan kesiapannya untuk menjadi pembina sekaligus orang tua bagi Forum Diskusi Perkebunan Indonesia (Fordisbuni). Pernyataan tersebut disampaikan saat menerima kunjungan silaturahmi pengurus Fordisbuni di ruang kerjanya  baru-baru ini.

Pertemuan tersebut berfokus pada pemaparan program kerja buruh sebagai upaya membangun komunikasi, sinergi, dan kolaborasi dalam memperjuangkan hak serta kesejahteraan buruh perkebunan di Kabupaten Langkat.

Sribana menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada para buruh dan karyawan PT Langkat Nusantara Kepong atas inisiatif mendirikan Fordisbuni sebagai wadah gerakan buruh eksternal. Menurutnya, organisasi ini memiliki potensi besar untuk berkembang menjadi kekuatan yang berpengaruh selama konsisten memperjuangkan keadilan.

“Saya siap menjadi orang tua bagi Fordisbuni. Ini adalah komitmen moral dan politik untuk memastikan suara buruh tidak lagi dipinggirkan di daerah kita,” tegas Sribana.

Dukungan ini dinilai menjadi angin segar bagi para petani dan buruh perkebunan di Langkat yang selama ini kerap menghadapi persoalan kompleks, mulai dari ketidakpastian kerja hingga perlindungan tenaga kerja yang dianggap belum maksimal.

Sebagai bentuk apresiasi atas keberpihakan tersebut, Fordisbuni menganugerahkan Piagam Penghargaan “Tokoh Peduli Buruh” kepada Sribana Perangin-angin. Penghargaan ini menjadi simbol pengakuan atas peran nyata Ketua DPRD dalam mendukung gerakan buruh perkebunan.

Ketua Fordisbuni, Nabhani Tam, menegaskan bahwa penghargaan ini bukan sekadar seremonial. Ia berharap kehadiran Sribana sebagai sosok pengayom dapat meminimalisir praktik intimidasi dan disparitas yang kerap menghantui kaum buruh.

“Kami ingin menjadikan Langkat sebagai daerah yang menjamin kebebasan buruh untuk berdiskusi dan menyampaikan aspirasi secara terbuka serta bermartabat. Dengan dukungan pimpinan legislatif, perjuangan ini akan semakin terarah,” ujar Nabhani. (Mariani)