Onan Hasang, MWT – Warga Kelurahan Onan Hasang, Tapanuli Utara, mempersoalkan kualitas fisik proyek lanjutan rabat beton Sikkam senilai Rp126.900.000 pada Senin (12/01/2026). Proyek tersebut diduga dikerjakan asal jadi sehingga memicu protes dari tokoh masyarakat dan praktisi hukum setempat.
Dugaan Asal Jadi
Kritik tajam muncul setelah praktisi hukum Rudi Zainal Sihombing mengunggah video kondisi jalan tersebut di media sosial. Dalam rekaman itu, ia meminta aparat penegak hukum memberikan perhatian serius karena kualitas bangunan.
Warga berinisial M. Pasaribu turut menyatakan kekecewaannya terhadap hasil pekerjaan di lapangan. Ia berharap ada pengawasan yang lebih ketat agar anggaran negara tidak terbuang sia-sia untuk konstruksi yang rapuh.
Tanggapan Lurah Onan Hasang
Lurah Onan Hasang, Hotma Sitompul, memberikan klarifikasi terkait polemik kualitas fisik proyek tersebut melalui pesan singkat. Ia mengaku telah memerintahkan pihak rekanan untuk segera memperbaiki bagian bangunan yang diduga kurang bermutu.
Namun, Hotma menyatakan ketidaktahuannya mengenai mekanisme penunjukan pemenang proyek tersebut kepada media. Hal ini dikarenakan dirinya baru menjabat aktif selama satu bulan sebagai Lurah di Onan Hasang.
Klarifikasi dari Rekanan
Martulus Simorangkir, yang disebut sebagai pelaksana di lapangan, memberikan penjelasan berbeda saat dikonfirmasi via telepon. Ia mengklaim bahwa dirinya hanyalah pekerja dan menyebut nama Candra Simanjuntak sebagai pemilik pekerjaan yang sebenarnya.
Meskipun demikian, pihak pelaksana berkomitmen untuk segera melakukan perbaikan pada titik-titik yang dikeluhkan warga. Pihaknya berjanji akan menjalin komunikasi lebih lanjut dengan media guna memberikan jawaban yang transparan kepada publik. (TU1)
