Batam, MWT – Ratusan tenaga kerja bongkar muat (TKBM) di Pelabuhan Batu Ampar, Batam, mengeluhkan pembatasan akses kendaraan ke lokasi kerja yang dinilai menghambat produktivitas dan keselamatan. Informasi ini diperoleh dari TKBM, akhir pekan kemarin.
Akses Kendaraan
TKBM dermaga Utara dan Selatan menyampaikan keluhan kepada awak media setelah berkali – kali gagal menyampaikan aspirasi kepada manajemen.. Mereka disediakan transportasi seadanya. Namun bila tidak tepat waktu maka risikonya berjalan kaki sejauh satu kilometer menuju area kerja .
Dampaknya, proses bongkar muat tidak efektif dalam berbagai hal. Selain itu, risiko keselamatan TKBM diduga meningkat karena kendaraan sulit masuk ke lokasi.
Risiko
TKBM menilai kebijakan ini tidak mendukung standar kerja aman. Jika terjadi kecelakaan, evakuasi akan terhambat karena akses motor dan mobil dibatasi.
Selain itu, area parkir dinilai tidak memadai dan berjarak sekira 1 kilometer dengan lokasi kerja. Kondisi ini memicu keluhan harian dari buruh dan pihak terkait di pelabuhan.
Sistem Kerja
TKBM beroperasi di bawah naungan BP Batam sebagai pihak persero. Aktivitas bongkar muat berlangsung 24 jam dengan sistem borongan.
Setiap kelompok kerja berada di bawah pengawasan mandor. Satu mandor mengordinasikan kira – kira 16 TKBM dibantu puluhan tenaga tambahan.
Stadarisasi Pelabuhan
Sohir, staf di otoritas Pelabuhan Batu Ampar mengatakan kebijakan di lingkungan pelabuhan terkait dengan standarisasi regulasi yang berlaku di berbagai negara. Pelaksanaan di lapangan menjadi prasyarat untuk status pelabuhan.
” Tentunya regulasi ini menjadi tanggung jawab bersama untuk menjaga keberlangsungan pelabuhan. Meski demikian manajemen tetap memberikan bantuan fasilitas kepada warga yang masuk. Termasuk dilengkapi pas masuk untuk orang bukan kendaraan, ” ujarnya kepada awak media ini.(Zul)
