Berita  

Ratusan Siswa Marau Diduga Keracunan Menu MBG

Marau, Kalbar, MWT — Ratusan siswa tingkat SMP, SMA, dan SMK di Kecamatan Marau, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, diduga mengalami keracunan makanan usai menyantap menu dari Program Makan Bergizi Gratis (MBG), Kamis (5/2/2026).

Para siswa yang mengalami gejala seperti mual, muntah, pusing, dan diare langsung dilarikan ke Puskesmas Marau untuk mendapatkan penanganan medis.

Salah satu siswi SMK Negeri 1 Marau menyampaikan kepada orang tuanya bahwa makanan yang disajikan diduga sudah tidak layak konsumsi sebelum dimakan.

“Anak saya menduga nasinya sudah dingin dan telur yang disajikan berbau amis,” ungkap orang tua siswi tersebut.

Ia menilai program MBG yang seharusnya bertujuan meningkatkan asupan gizi siswa justru menimbulkan dampak buruk bagi kesehatan.

“Harapan kami pengelola benar-benar memperhatikan kualitas makanan. Jangan hanya mengejar keuntungan tanpa memikirkan kelayakan gizi dan kesehatan anak-anak,” ujarnya.

Camat Marau, Vitalis A. Edison, mengatakan hingga saat ini pihaknya masih menunggu hasil pemeriksaan laboratorium untuk memastikan penyebab pasti keracunan tersebut.

“Belum bisa dipastikan menu apa yang menyebabkan keracunan. Pihak puskesmas masih melakukan pemeriksaan dan sampel makanan sudah dibawa ke laboratorium di Kabupaten Ketapang,” katanya.

Ia menambahkan, pihak kecamatan bersama instansi terkait terus melakukan koordinasi guna memastikan seluruh siswa mendapatkan penanganan optimal serta mencegah kejadian serupa terulang kembali.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Ketapang, dr. Feria Kowira, membenarkan adanya kejadian keracunan makanan yang menimpa ratusan siswa dan guru di Kecamatan Marau. “Update terakhir pukul 18.00 WIB, tercatat ada 206 pasien,” ujarnya saat dikonfirmasi.

Kronologi Kejadian

Berdasarkan informasi di lapangan, para korban berasal dari SMP Negeri 1 Marau, SMA Negeri 1 Marau, dan SMK Negeri 1 Marau. Dugaan keracunan muncul setelah mereka mengonsumsi menu MBG yang dibagikan di masing-masing sekolah.

Meski demikian, dr. Feria menegaskan pihaknya belum dapat memastikan bahwa menu MBG menjadi penyebab utama keracunan massal tersebut. “ Ini masih dugaan keracunan akibat MBG,” jelasnya.

Dinas Kesehatan Ketapang menerima laporan kejadian keracunan massal sekitar pukul 10.00 WIB. Saat tiba di puskesmas, para korban mengeluhkan muntah-muntah, pusing, dan sebagian mengalami diare. “Secara umum mereka mengalami dehidrasi,” tambahnya.

Diketahui, Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Ketapang Marau Riam Batu Gading yang mengelola distribusi MBG dan dikelola oleh Yayasan Surya Gizi Lestari, yang beroperasi sejak 29 September 2025 dan melayani 1.859 penerima manfaat.

Saat ini, operasional SPPG Ketapang Marau Riam Batu Gading dsebut -sebut dihentikan sementara hingga hasil pemeriksaan laboratorium dan uji sampel makanan selesai. Saat ini, fokus utama saat ini adalah pengobatan dan pendataan siswa yang dirawat di Puskesmas Marau, serta memastikan seluruh biaya pengobatan ditanggung sepenuhnya. (M Ali Hamzah)