Batam, MWT – Satu unit kapal kayu bermerek “Haz” membawa sejumlah barang komersial dari pelabuhan tua Punggur menuju Tg, Pinang, kemarin.
Pantauan awak Media Warta Tipikor, kapal sejenis ini kerap beraktifitas pada malam hari. Tidak mengherankan, aksinya jauh dari pengawasan aparat terkait apalagi berurusan dengan pajak dan bea lainnya.
Warga yang bersamaan berada di pelabuhan “tikus” ini turut berkomentar, kondisi pelabuhan sedemikian membuat pemasukan negara lolos dari kutipan. ” Tidak ada aparat saat itu maka pengusaha kapal ini lepas dari beban bea, ” ujarnya.
Perilaku pengusaha demikian diduga sudah berjalan sejak lama. Pihak instansi terkait yang mestinya melakukan pengawasan juga diduga ” bermain “. Saat awak media memantau aktifitas bongkar muat barang, tidak ada yang bersedia ditemui. Bahkan, ada oknum yang cepat – cepat menghilang setelah ia tahu awak media berada di lokasi.
Kalangan pekerja bongkar muat di pelabuhan malam ini, menyebutkan untuk urusan bisnis bongkar muat kapal kayu “Haz” dipanggil dengan xxnik.
Kapal tersebut terdeteksi membawa satu lori Fuso kertas dan lilin peralatan ibadah. Selain itu ada satu pick up kantong pelastik beserta ban motor moge. Semuanya dibawa berlayar ke Tg. Pinang. (tim)
