Tarutung, MWT – Penyaluran bantuan Jaminan Hidup (Jadup) bagi korban bencana di Kabupaten Tapanuli Utara menuai sorotan publik setelah muncul nama oknum kepala desa KS dalam daftar penerima bantuan. Diduga KS menerima bantuan sebesar Rp8.100.000.
Selain nama kepala desa tersebut, daftar penerima juga diduga mencantumkan oknum pendeta berinisial HB serta sekretaris desa. Temuan ini memicu kritik masyarakat karena bantuan itu dinilai tidak tepat sasaran.
Sorotan publik muncul di media sosial. Salah seorang warga mengunggah degan mempertanyakan kebenaran data penerima. Ia menyinggung bahwa rumah kepala desa yang bersangkutan dan kaitannya dengan dampak bencana. Kritik serupa juga muncul dari akun TikTok yang menilai masih ada warga Purbatua yang lebih layak menerima bantuan.
Warga lainnya, S. Sihombing, juga menyoroti rumah yang mengalami kerusakan berat hingga rata dengan tanah, namun dalam data hanya diklasifikasikan sebagai rusak ringan dan hanya memperoleh bantuan Jadup sebesar Rp5.400.000.
Menanggapi hal iitu, Plt Kepala Dinas Sosial Tapanuli Utara, Bontor Hutasoit, menjelaskan bahwa bantuan Jadup disalurkan berdasarkan data BNBA (By Name By Address) yang memuat identitas lengkap dan kondisi sosial ekonomi penerima. Data tersebut menjadi dasar penerbitan SK oleh pemerintah daerah untuk diajukan ke Kementerian Sosial.
Ia menambahkan, dari total 477 kepala keluarga (KK) yang diusulkan, hanya 434 KK yang menerima bantuan. Sebanyak 43 KK lainnya dinyatakan tidak valid oleh Kemensos karena data BNBA dianggap tidak padat. Meski demikian, pihaknya menyebut Kemensos akan melakukan verifikasi ulang agar data tersebut dapat dipastikan kembali kelayakannya.
Sementara itu, Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Tapanuli Utara melalui Robert Marbun yang mewakili Plt Kepala Dinas Nokman Simanungkalit menyatakan pihaknya tidak menentukan penerima Jadup. Menurutnya, tim hanya melakukan verifikasi jumlah rumah yang terdampak bencana berdasarkan laporan kepala desa.
Verifikasi tersebut dilakukan oleh tim gabungan untuk mendata rumah warga terdampak bencana hidrometeorologi di wilayah Kabupaten Tapanuli Utara. (TU1)
