Batam – Kapolda Kepri Irjen Pol. Asep Safrudin, S.I.K., M.H., memimpin langsung kunjungan kerja ke Kawasan Industri Terpadu Kabil, Kota Batam, Rabu (1/4/2026), sebagai langkah strategis memperkuat pengamanan kawasan industri di tengah meningkatnya perhatian terhadap stabilitas keamanan sebagai faktor utama penentu kepercayaan investor.
Kunjungan ini turut dihadiri oleh Karo Ops Polda Kepri, Dirpamobvit Polda Kepri, Dirreskrimsus Polda Kepri, Kapolresta Barelang, serta jajaran manajemen Citramas Group dan pengelola Kawasan Industri Kabil.
Dalam arahannya, Kapolda Kepri menegaskan komitmen zero tolerance terhadap segala bentuk gangguan keamanan di kawasan industri dan investasi.
“Sekecil apa pun gangguan kamtibmas akan berdampak terhadap kepercayaan investor. Oleh karena itu, tidak boleh ada ruang bagi pelaku kejahatan di kawasan industri. Penindakan harus tegas dan menyeluruh, termasuk terhadap jaringan penadah,” tegas Kapolda Kepri.
Kapolda juga mengingatkan bahwa narasi negatif terkait keamanan daerah harus dicegah sejak dini, karena dapat mempengaruhi persepsi global terhadap Batam dan Kepulauan Riau sebagai daerah tujuan investasi.
“Kepri memiliki keunggulan strategis sebagai kawasan Free Trade Zone. Ini harus kita jaga bersama. Jangan sampai muncul persepsi bahwa wilayah ini tidak aman bagi investasi,” lanjutnya.
Selain penegakan hukum, Polda Kepri juga terus mengedepankan langkah preemtif dan preventif melalui edukasi masyarakat serta peningkatan sinergi dengan para pelaku usaha guna menciptakan stabilitas keamanan yang berkelanjutan.
Sementara itu, CEO Citramas Group, Kris Wiluan, menyampaikan apresiasi atas perhatian dan dukungan Polda Kepri dalam menjaga keamanan kawasan industri. Ia mengungkapkan bahwa Kawasan Kabil memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan investasi, khususnya di sektor energi dan industri strategis.
“Kami sangat mengharapkan dukungan Polri dalam pengamanan kawasan, termasuk mengantisipasi potensi gangguan seperti pencurian maupun perompakan. Keamanan adalah faktor utama bagi keberlanjutan investasi,” ujarnya.
Kris Wiluan, juga mengungkapkan bahwa pada periode Oktober 2024 hingga Januari 2025 sempat terjadi kasus pencurian kabel di kawasan tersebut, yang menjadi perhatian serius pihak pengelola. Meski demikian, Kawasan Kabil terus berkembang dengan berbagai fasilitas strategis, termasuk pusat industri, pelatihan tenaga kerja, hingga pengembangan energi terbarukan yang membuka lapangan kerja bagi masyarakat.
Kapolresta Barelang dalam kesempatan tersebut menekankan pentingnya kecepatan pelaporan setiap kejadian kepada pihak kepolisian.
“Kami mengimbau agar setiap permasalahan segera dilaporkan kepada Polri, tanpa harus menunggu viral di media sosial. Respons cepat menjadi kunci dalam menjaga stabilitas keamanan,” tegasnya.
Sementara itu, Karo Ops Polda Kepri menyampaikan bahwa sinergi antara Polri dan pelaku usaha telah diperkuat melalui penandatanganan nota kesepahaman (MoU) sebagai langkah jangka panjang dalam menjaga keamanan kawasan industri.
Melalui kegiatan ini, Polda Kepri menegaskan komitmennya untuk terus hadir sebagai garda terdepan dalam menjamin keamanan kawasan industri, guna menjaga kepercayaan investor serta mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah Kepulauan Riau.(Zul)
