Di pagi yang belum sepenuhnya cerah, nelayan Tanjung Pinggir sudah lebih dulu turun ke laut. Bukan untuk melaut mencari ikan, melainkan mengangkut kantong-kantong plastik berisi limbah yang mencemari perairan Dangas hingga Pantai Senggara, Kecamatan Sekupang, Kota Batam, Sabtu (31/1/2026). Bagi mereka, laut bukan sekadar ruang kerja, tetapi sumber hidup yang harus dijaga bersama.
Laut Kotor, Nafkah Terancam
Kegiatan pengangkutan limbah ini dilakukan secara gotong royong oleh nelayan dan masyarakat pesisir. Limbah dikumpulkan dari sejumlah titik dan diangkut menggunakan armada milik nelayan: lima unit boat pancung, tiga rakit, dan sepuluh sampan.
Anggota DPRD Provinsi Kepulauan Riau, Wahyu Wahyudi, yang turun langsung ke lokasi, menegaskan pembersihan harus segera dilakukan.
“Limbah ini sudah mengganggu ekosistem laut dan mata pencaharian nelayan. Jika dibiarkan, angin utara bisa menyebarkannya lebih luas,” ujar Wahyu.
Ia menilai penanganan pencemaran laut tidak bisa dibebankan pada nelayan semata. Menurutnya, kolaborasi lintas pihak sangat dibutuhkan, termasuk Dinas Lingkungan Hidup dan Dinas Kelautan dan Perikanan.
Nelayan Bergerak, Perusahaan Bertanggung Jawab
Ketua Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) Kecamatan Sekupang, Bambang Lestari, menjelaskan pembersihan ini juga melibatkan perwakilan perusahaan kapal yang diduga berkaitan dengan limbah tersebut.
Wilayah pengangkutan telah dipetakan, mulai dari pesisir Tanjung Pinggir, Dangas, Tangga Seribu, hingga Pantai Senggara.
“Kegiatan ini kami lakukan hingga malam hari. Targetnya selesai paling lama tiga hari, maksimal satu minggu,” kata Bambang.
Sebagai bentuk tanggung jawab, perwakilan perusahaan menyepakati langkah cepat bersama nelayan. Selain membantu proses pembersihan, perusahaan juga bersedia memberikan upah kepada nelayan yang terlibat dalam tim kerja.
Harapan dari Pesisir
Pembersihan laut ini turut disaksikan Camat Sekupang, Lurah Tanjung Pinggir, Polairud, Babinsa, Bhabinkamtibmas Polsek Sekupang, Wakil Ketua KNTI Kota Batam Amrullah Mursalim, Ketua LKPI Kepri Rudi Susanto, KUB Sungai Dangas Berkah, serta tokoh masyarakat setempat.
Di tepi pantai, warga berharap kegiatan ini bukan sekadar respons sesaat, tetapi menjadi pengingat bahwa laut yang bersih adalah tanggung jawab bersama.
Bagi nelayan Tanjung Pinggir, membersihkan laut berarti menjaga masa depan—agar jaring yang dilempar esok hari masih membawa harapan, bukan limbah. (Zul)
