Berita  

Diduga Alat Bukti Kebakaran Ruko di Baran III Kecamatan Meral Hilang

Ruko yang terbakar dengan kondisi lapangan diduga direkayasa untuk menghilangkan bukti. Tampak jelas perbedaan dalam dua foto yang ditampilkan.

Karimun, MWT – Kondisi Ruko pangkalan bahan bakar minyak (BBM) di Jalan Jenderal A. Yani, Baran III, Kecamatan Meral, Kabupaten Karimun, Kepulauan Riau, yang terbakar ,Jumat, (14/2/2025) mengundang perhatian warga.

Pantauan di lapangan , Senin (17/2/2025) terlihat sejumlah barang bukti di lokasi diduga direkayasa / hilang tanpa diketahui maksudnya. Warga menyebutkan dengan rekayasa barang bukti tersebut membuat kaburnya  lokasi kebakaran.

Awak media ini memantau lokasi dan tercatat ada perbedaan sangat menyolok disana. Sebelumnya, bagian depan terdapat kios penjualan minyak dengan bahan kayu. Berselang beberapa hari tampak kios tersebut raib.

Sebelumnya, tidak ditemukan adanya drum penampungan pertalite di halan Ruko. Saat ini sejumlah drum ditempatkan disana dalam kondisi bekas terbakar.

Demikian juga police line yang tadinya melingkari seluruh halaman , kini terlilit di beberapa benda yang ada. “ Jangan – jangan ada upaya menghilangkan alat bukti, “ ujar warga.

Sebagaimana disampaikan Kapolsek Meral, AKP Adi Candra, kemarain percikan api dari stop kontak tersebut memicu kebakaran. Kobaran api cepat membara karena di dalam ruko itu terdapat lebih dari tujuh drum BBM.

Namun saat awak media ini mendatangi Kapolsek Meral ingin mendapat penjelasan seputar kondisi terkini namun tidak berhasil. Beberapa polisi yang ditemui disana mengatakan atasannya menghadiri acara dukacita.

Ledakan

Saksi mata di seputaran lokasi mengatakan api berkobar cepat dan menimbulkan beberapa kali ledakan. Tim pemadam kebakaran yang datang menangani lokasi dan menghambat api merambat ke bangunan lain.

Tiga petugas pemadam kebakaran mengalami luka bakar  dalam upaya memadamkan api.Ketiganya, yakni M. Syukur,Tri Haryono dan Agus Fitriyanto sempat dilarikan ke RSUD Muhammad Sani Karimun.

Kabid Penyelamatan dan Damkar BPBD Karimun, Hendra Hidayat mengatakan petugas yang turun ke lokasi terkena percikan api

Tugas  

Informas yang diperoleh di kalangan petugas damkar BPBD Karimun, petugas damkar yang menjadi korban sebelumnya menerima banyak penugasan.

“ Pagi hari sampai sore ditugasi ke satu sekolah yang ada kebakaran selanjutnya menangkap ular , memadamkan lahan terbakar dan terakhir di ruko ini. Petugas tidak memerdulikan keselematan dirinya dengan menggunakan alat pelindung diri demi pemadaman api, “ ujar sumber media ini.

Kabid Penyelamatan dan Damkar BPBD Karimun, Hendra Hidayat yang dihubungi terpisah kemarin, mengatakan alat pelindung diri memiliki sejumlah klasifikasi sesuai kepentingan.

” Namun peristiwa di ruko terjadi akibat semburan kuat pertalite yang terbakar di dalam ruko. Sangkin kuatnya , semburan itu mengenai petugas yang berada di bagian belakang pemegang nozzle di bagian depan, “ ujarnya. (Zul/Nad)