Tarutung, MWT – Bupati Tapanuli Utara Dr. Jonius Taripar Parsaoran Hutabarat menyerahkan secara simbolis bantuan jaminan hidup (jadup) dari Kementerian Sosial RI kepada 434 kepala keluarga (KK) terdampak bencana hidrometeorologi. Penyerahan bantuan berlangsung di Aula Martua Kantor Bupati Tapanuli Utara, Tarutung, Jumat (6/3/2026).
Bupati yang akrab disapa JTP Hutabarat hadir bersama unsur Forkopimda dan didampingi Ketua TP PKK Ny. Neny Angelina JTP Hutabarat. Bantuan ini merupakan bagian dari upaya pemerintah dalam membantu pemulihan masyarakat setelah bencana yang terjadi pada November lalu.
Dalam arahannya, Bupati menegaskan bahwa pemerintah terus hadir di tengah masyarakat sejak awal terjadinya bencana hingga masa pemulihan pascabencana.
“Pemerintah hadir di tengah masyarakat sejak terjadi bencana pada November lalu. Semua elemen bergerak bersama untuk percepatan penanganan hingga masa pemulihan. Bantuan ini diharapkan dapat mendukung kelangsungan hidup bapak-ibu bersama keluarga,” ujar Bupati.
Ia juga mengingatkan agar bantuan tersebut digunakan secara bijak dan tepat sasaran untuk kebutuhan keluarga, bahkan jika memungkinkan dapat ditabung demi keberlanjutan ekonomi keluarga terdampak.
Bupati memastikan bahwa data penerima bantuan telah melalui proses verifikasi sesuai mekanisme yang berlaku. Namun, pemerintah daerah tetap membuka ruang bagi masyarakat untuk memberikan masukan apabila masih terdapat warga yang layak menerima bantuan tetapi belum terdata.
“Kami yakin data ini sudah diverifikasi dengan baik tanpa keberpihakan. Namun jika masih ada masyarakat yang seharusnya menerima bantuan, kita siap melakukan verifikasi kembali,” katanya.
Dalam kesempatan itu, Bupati bersama para undangan juga memeriksa langsung isi bantuan yang diserahkan kepada keluarga terdampak. Bantuan berupa uang tunai tersebut disesuaikan dengan jumlah anggota keluarga penerima.
Plt Kepala Dinas Sosial Tapanuli Utara, Bontor Hutasoit, dalam laporannya menyampaikan bahwa total bantuan jadup dari Kemensos RI mencapai Rp2.160.juta untuk 434 KK atau sekitar 1.600 jiwa yang tersebar di 11 kecamatan.
Setiap jiwa menerima bantuan sebesar Rp1.350.000, yang dihitung dari nilai Rp15.000 per hari selama 90 hari.
“Penerima yang hadir hari ini sebanyak 58 kepala keluarga. Bagi penerima yang belum hadir dapat mengambil bantuan melalui kantor pos di masing-masing kecamatan,” jelas Bontor.
Salah satu penerima bantuan, Ranto Lumbantobing, warga Desa Dolok Nauli, Kecamatan Adiankoting, mengungkapkan rasa terima kasih kepada pemerintah pusat hingga daerah atas perhatian yang diberikan kepada masyarakat terdampak bencana.
“Terima kasih kepada Bapak Bupati dan seluruh pihak yang telah membantu kami. Kami merasakan kehadiran pemerintah sejak bencana terjadi hingga masa pemulihan sekarang,” ujarnya. (TU1)
