Karanganyar, MWT – Suasana penuh kebahagiaan dan rasa syukur menyelimuti Aula Kantor Desa Berjo, Kecamatan Ngargoyoso, pada Senin, (2/3/2026). Pemerintah Desa Berjo kembali menorehkan langkah inspiratif dengan membagikan Tunjangan Hari Raya (THR) kepada seluruh warganya. Program yang bersumber dari Pendapatan Asli Desa (PAD) ini menjadi bukti nyata keberhasilan pengelolaan potensi desa untuk kesejahteraan masyarakat.
Sebanyak 1.446 Kepala Keluarga (KK) menerima bantuan uang tunai sebesar Rp500.000 per KK. Dengan demikian, total anggaran yang disalurkan mencapai Rp723 juta. Pembagian dilakukan secara tertib dan terjadwal, sehingga warga dapat menerima haknya dengan nyaman dan lancar.
Kegiatan tersebut turut dihadiri Bupati Karanganyar, Rober Christanto. Dalam kesempatan itu, Bupati menyerahkan THR secara simbolis kepada perwakilan warga sebagai bentuk dukungan dan apresiasi atas kinerja Pemerintah Desa Berjo. Kehadiran beliau semakin menambah semangat serta kebanggaan masyarakat setempat.
Dalam sambutannya, Bupati menyampaikan bahwa langkah Desa Berjo merupakan contoh nyata desa mandiri yang mampu mengelola potensi lokal secara maksimal. Ia menilai, keberhasilan ini tidak lepas dari pengelolaan Badan Usaha Milik Desa (BUMDes) yang profesional, transparan, dan berorientasi pada kesejahteraan masyarakat.
Kepala Desa Berjo, Duwi Haryanto, menjelaskan bahwa dana THR berasal dari hasil pengelolaan sektor pariwisata desa yang terus berkembang. Dua destinasi unggulan, yakni Air Terjun Jumog dan Telaga Madirda, menjadi penyumbang terbesar Pendapatan Asli Desa. Hasil tersebut kemudian dikelola melalui BUMDes Madirda Abadi dan dikembalikan kepada masyarakat dalam bentuk program kesejahteraan, salah satunya pembagian THR menjelang Idulfitri.
Menurutnya, program ini bukan sekadar tradisi tahunan, tetapi juga bentuk komitmen pemerintah desa dalam memastikan bahwa kemajuan sektor wisata benar-benar dirasakan manfaatnya oleh warga. Dengan adanya THR ini, diharapkan dapat membantu meringankan beban ekonomi masyarakat dalam memenuhi kebutuhan pokok serta persiapan Hari Raya.
Keberhasilan Desa Berjo dalam menyalurkan THR secara mandiri setiap tahunnya menjadi inspirasi bagi desa-desa lain. Sinergi antara pemerintah desa, pengelola BUMDes, dan dukungan dari pemerintah kabupaten membuktikan bahwa pembangunan berbasis potensi lokal mampu menciptakan desa yang mandiri, produktif, dan sejahtera.
Program ini sekaligus menegaskan bahwa hasil dari pariwisata bukan hanya tentang kunjungan dan pendapatan, tetapi juga tentang bagaimana manfaatnya kembali kepada masyarakat. Desa Berjo pun kembali menunjukkan diri sebagai desa wisata yang tidak hanya berkembang, tetapi juga peduli terhadap kesejahteraan warganya. (Wardi)
