Independen, Akurat & Berimbang
Berita  

Dimulai Awal 2026 Bangunan SPPG di Ketapang Belum Rampung

Bangunan SPPG MBG diawali sejak 2026, sampai sekarang belum rampung.

Manismata, MWT — Pembangunan fasilitas Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Desa Sungai Buluh, Kecamatan Manis Mata, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, belum rampung hingga 15 Oktober 2026. Kondisi tersebut memunculkan pertanyaan warga mengenai kelanjutan proyek yang material pembangunannya disebut telah tersedia sejak Januari 2026.

Sejumlah warga Desa Sungai Buluh mempertanyakan lambatnya pembangunan fasilitas tersebut. Mereka berharap proyek yang berkaitan dengan program MBG itu segera dilanjutkan hingga selesai agar manfaatnya dapat dirasakan masyarakat.

Menurut keterangan warga, lokasi pembangunan SPPG telah disiapkan sejak 2025, sedangkan pekerjaan fisik terlihat berlangsung pada 2026. Namun, hingga pertengahan Oktober tahun ini, bangunan tersebut belum juga rampung.

Kondisi itu menimbulkan kekhawatiran warga terhadap kepastian penyelesaian proyek. Mereka menilai pembangunan yang tidak kunjung selesai berpotensi membuat fasilitas tersebut terbengkalai apabila tidak segera dilanjutkan.

Warga juga mengaitkan keberadaan SPPG dengan kebutuhan peserta didik di SD Negeri 29 Kecamatan Manis Mata. Mereka berharap fasilitas tersebut dapat mendukung pelaksanaan program MBG sehingga manfaatnya dapat dirasakan anak-anak sekolah, orang tua, dan wali murid.

“Kami sebagai warga masyarakat sangat mendukung proyek pembangunan SPPG ini atau disebut MBG. Kami berharap pembangunannya segera diteruskan,” ujar seorang warga Desa Sungai Buluh.

Warga menegaskan bahwa dukungan terhadap program tersebut perlu diikuti dengan penyelesaian pembangunan fasilitas. Mereka berharap proyek itu tidak berhenti tanpa kepastian mengenai kelanjutan pekerjaan dan waktu penyelesaiannya.

Selain itu, warga menyampaikan kekhawatiran bahwa bangunan tersebut akan terbengkalai apabila tidak segera dikerjakan kembali. Dengan nada berseloroh, mereka bahkan mengaitkan nasib bangunan itu dengan sejumlah fasilitas lain yang berada di sekitarnya.

Di kawasan tersebut terdapat fasilitas yang disebut warga sebagai Thower Bakti, gedung serbaguna, rumah adat, KDMP, serta lapangan sepak bola dan bola voli putra-putri. Warga berharap pembangunan SPPG tidak mengalami nasib serupa dan dapat diselesaikan sehingga memberikan manfaat bagi masyarakat.

Hingga berita ini disusun, bahan yang tersedia belum memuat keterangan dari pihak pelaksana pembangunan maupun instansi yang bertanggung jawab mengenai penyebab keterlambatan, progres fisik, sumber pendanaan, dan target penyelesaian proyek.

Karena itu, kepastian mengenai kelanjutan pembangunan SPPG di Desa Sungai Buluh masih memerlukan penjelasan dari pihak terkait. Warga berharap pembangunan tersebut dapat diteruskan dan diselesaikan agar fasilitas yang ditujukan untuk mendukung program MBG itu tidak terbengkalai. (Jajir)