Independen, Akurat & Berimbang
Berita  

Maulid Nabi di Lapas Tebing Tinggi Momentum Pembinaan Akhlak

Tebing Tinggi, MWT — Nilai keteladanan Rasulullah SAW kembali dihidupkan di balik tembok pemasyarakatan. Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Tebing Tinggi menggelar peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah di Lapangan Lapas Kelas IIB Tebing Tinggi, Kamis (10/9).

Peringatan tersebut tidak sekadar menjadi agenda keagamaan. Momentum ini diarahkan untuk memperkuat keimanan sekaligus mendorong penerapan akhlak Rasulullah SAW dalam perilaku sehari-hari, terutama di lingkungan pemasyarakatan.

Kepala Lapas Kelas IIB Tebing Tinggi Bahtiar Sembiring hadir bersama jajaran pejabat struktural dan pegawai. Kegiatan itu juga diikuti perwakilan unsur Forkopimda Kota Tebing Tinggi serta Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP) yang beragama Islam.

Rangkaian acara diawali pembukaan dan pembacaan ayat suci Al-Qur’an. Setelah itu, Ketua Panitia Aminuddin Sinaga menyampaikan sambutan sebelum dilanjutkan dengan arahan dari Kepala Lapas Kelas IIB Tebing Tinggi, Bahtiar Sembiring.

Bahtiar menekankan bahwa Maulid Nabi semestinya tidak berhenti pada seremoni tahunan. Menurutnya, peringatan tersebut dapat menjadi ruang refleksi untuk menggali keteladanan Rasulullah SAW dan menerapkannya dalam kehidupan, termasuk sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan pemasyarakatan yang semakin baik.

Pesan pemerintah daerah turut disampaikan melalui perwakilan Wali Kota Tebing Tinggi, Azanul Akbar Lubis. Ia memberikan sambutan dalam rangka peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 Hijriah.

Nuansa religius semakin terasa ketika seluruh peserta bersama-sama melantunkan shalawat. Suasana kemudian berlanjut dengan ceramah agama yang disampaikan Ustaz Mulkan Azima dengan tema, “Meneladani Akhlak Nabi Muhammad SAW sebagai Bekal Membangun Pribadi Unggul di Lingkungan Pemasyarakatan.”

Dalam tausiyahnya, peserta diarahkan untuk menjadikan akhlak Rasulullah SAW sebagai landasan membangun karakter yang lebih baik. Keteladanan tersebut juga ditekankan sebagai bekal untuk membentuk pribadi yang berintegritas sekaligus memiliki kepedulian terhadap sesama.

Peringatan Maulid Nabi ditutup dengan bentuk apresiasi bagi WBP yang berpartisipasi dalam berbagai perlombaan. Para WBP yang berhasil mengikuti perlombaan dalam rangka memeriahkan Maulid Nabi Muhammad SAW tersebut menerima hadiah sebagai penghargaan atas partisipasi mereka. (Arwin HP Silangit)