Berita  

Diduga Raup Omzet Ratusan Juta, Judi Sijie Bebas di Karimun

Kesibukan di Kedai "L"

Karimun, MWT – Aktivitas mirip perjudian jenis Sijie atau Toto Gelap (Togel) diduga berlangsung bebas di Kabupaten Karimun tanpa tindakan penertiban dari aparat di wilayah hukum Kecamatan Karimun. Praktik yang disebut-sebut telah berlangsung cukup lama itu diduga mesin uang beromzet hingga ratusan juta rupiah per hari. Jaringannya dikabarkan telah menjangkau sejumlah wilayah di luar Tanjung Balai Karimun.

Berdasarkan informasi yang dihimpun awak media di lapangan, salah satu titik aktivitas penjualan nomor Sijie berada di Kedai “L” yang berlokasi di Sungai Lakam, Kecamatan Karimun, Kabupaten Karimun. Awak media sempat melakukan pemantauan langsung ke kedai ini, dan didapati ramai dikunjungi sejumlah pria yang datang silih berganti layaknya pelanggan di sebuah warung sembako.

Meski perjudian merupakan aktivitas yang dilarang oleh hukum di Indonesia, praktik penjualan nomor Sijie di lokasi tersebut tampak berlangsung secara terbuka. Para pemain dilayani dengan penjelasan mengenai tata cara permainan, nominal pemasangan hingga sistem hadiah yang ditawarkan.

Permainan Sijie sendiri merupakan judi tebak angka. Pemain membeli atau mencatatkan kombinasi angka yang diprediksi akan keluar berdasarkan hasil pengundian yang merujuk pada situs luar negeri. Nominal taruhan yang umum digunakan adalah istilah “1K” (Rp1.000) dan “1B” (Rp2.000).

Apabila angka yang dipasang sesuai dengan hasil pengundian pada hari yang telah ditentukan, umumnya pada sore atau malam hari, pemain dinyatakan menang. Untuk pemasangan sebesar Rp2.000 (1B), hadiah utama yang ditawarkan disebut-sebut dapat mencapai sekitar Rp3.600.000, disertai hadiah hiburan pada kategori tertentu.

Informasi dari kedai ini , transaksi penjualan nomor Sijie di Kedai “L” diduga berlangsung pada hari Rabu, Sabtu, dan Minggu untuk permainan 4D, sedangkan pada hari biasa melayani pemasangan hingga sekitar pukul 11.00 WIB untuk pasaran HK.

Sejumlah nama disebut-sebut berada di balik operasional tersebut, di antaranya sosok berinisial AW, Jans, dan Satria. Berdasarkan informasi yang diperoleh awak media, AW diduga merupakan salah satu bandar utama dengan omzet yang diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah setiap harinya.  Menemui AW cukup suilit sebab bawahannya terkesan memberi keterangan atasannya tidak di tempat.

Yang menjadi sorotan, lokasi ini tidak berada jauh dari markas aparat keamanan. Hingga berita ini diterbitkan, praktik perjudian yang diduga telah berkembang hingga ke sejumlah wilayah di luar Tanjung Balai Karimun itu dikabarkan masih terus beroperasi.

Media ini masih berupaya memperoleh konfirmasi dari pihak kepolisian maupun pihak-pihak yang disebut dalam pemberitaan guna memberikan ruang hak jawab sesuai dengan prinsip keberimbangan pemberitaan. (Tim)