Aktivitas Malam Pelabuhan Tikus Sengkuang Diduga Tanpa Pengawasan

Lori yang dibuntuti sampai ke gerbang pelabuhan diduga membawa barang - barang tanpa pengawasan BC Batam.

Batam, MWT – Aktivitas bongkar muat di sebuah pelabuhan tidak resmi di kawasan Tanjung Sengkuang, Batam, memicu tanda tanya publik. Operasi yang berlangsung malam hari itu terpantau berjalan tanpa pengawasan aparat, termasuk dari Bea Cukai Batam.

Aktivitas di pelabuhan yang diduga sebagai “pelabuhan tikus” di wilayah Tanjung Sengkuang, Batam, terpantau masih berlangsung aktif, terutama pada malam hari. Dari hasil pemantauan awak media di lapangan, kegiatan bongkar barang dilakukan secara intensif dengan melibatkan sejumlah lori yang keluar masuk lokasi tanpa pengawasan ketat.

Pelabuhan yang dikenal bernama “Hj Permata” disebut-sebut dikelola oleh seorang pria bernama Arju. Namun, hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi terkait legalitas operasional maupun izin aktivitas bongkar muat di lokasi tersebut. Masuk ke lokasi cukup sulit karena pengawasan yang ekstra ketat.

Yang menjadi sorotan, selama aktivitas berlangsung, tidak tampak kehadiran aparat dari Bea Cukai Batam yang seharusnya memiliki kewenangan dalam pengawasan lalu lintas barang, khususnya yang berkaitan dengan keluar masuknya barang dari dan ke wilayah kepabeanan.

Sejumlah lori terlihat langsung mendekati alat angkut laut tanpa melalui prosedur pemeriksaan yang lazim. Barang-barang yang diangkut diduga kemudian dibawa menuju wilayah Tanjung Balai melalui jalur laut, tanpa kejelasan dokumen resmi maupun proses administrasi yang sesuai aturan.

Minimnya pengawasan ini menimbulkan dugaan adanya potensi pelanggaran hukum, termasuk penyelundupan barang. Praktik seperti ini dinilai berpotensi merugikan negara dari sisi penerimaan bea dan cukai, serta membuka celah bagi masuknya barang ilegal. (tim)